Sunday, July 10, 2011

Tentang Pintu Hati


Kenapa lagi? Harus terulang dengan hal yang sama?
Kenapa? Hanya punya efek jika tidak untuk saat ini mungkin di masa depan, tapi tetap saja itu membuat penghujaman terhadap hati.
Sakit? itu pasti terasa….
Harapan? Sudah ku bilang jangan dekati aku dengan kata itu.
Atau aku memang terlalu mudah untuk ditinggalkan oleh harapan?
Aku tahu Tuhan mungkin menetapkan itu sebagai salah satu roda perputaran hidupku.
Tapi tetap saja, aku manusia!
Bukan iblis yang mampu membalas, ataupun malaikat yang mampu bertahan dalam damai.
Aku tahu Tuhan menyayangiku sehingga aku dicegah dengan cepat dari sesuatu yang belum tepat untukku.
Tapi kenapa ini harus berulang?
Aku tidak pernah mencari itu.
Tapi mereka yang hadir dan mencariku.
Mereka yang membawa harapan itu , dan aku benci jika itu harus terjadi berulang kali.
Harapan kosong, dengan efek bisu, diam, dan kosong.
Tapi dengan alasan yang menurutku anak kecil pun paham akan arti itu.
Alasan karena harapan itu telah beralih, alasan karena jarak dan waktu, alasan karena tak berani memilih, alasan karena plin plan, alasan dan alasan….
Toh, apa artinya semua itu??
Tetap saja itu alasan tanpa sesuatu yang real untuk dibuktikan.
Tolong jangan buat pintu yang selama ini telah berusaha diperbaiki dan harus rusak lagi untuk beberapa kalinya, tolong….
Karena aku hanya memiliki satu pintu yang mampu membuatku bertahan dengan ini

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More