Sunday, July 10, 2011

Pertama dan Terakhir


Menjadi yang pertama tidak selamanya bagus.
Menjadi yang pertama, ya mungkin kau akan menjadi yang pertama dalam sebuah pengalaman.
Pengalaman yang baik atau burukkah itu.
Menjadi yang pertama, kau akan mengecap segala rasa kehidupan, yang belum tentu orang akan merasakannya lebih dulu.
Tetapi yang harus kau ingat, menjadi yang pertama belum tentu menjadi yang terbaik.
Terkadang ketika kau menjadi yang pertama, kau akan dianggap sebagai contoh.
Jika kau menjadi contoh yang baik, maka orang akan memuja dan mengikutimu.
Menjadi contoh yang tidak baik, kau hanya dikenang sebagai sesuatu yang buruk.
Menjadi yang pertama tak ubahnya sebagai bahan eksperimen, bahan coba-coba.
Tetapi berbanggalah menjadi yang pertama.
Tanpa ada yang pertama…
Mustahil akan ada manusia di dunia ini, mustahil adanya awal kehidupan di bumi ini.
Mustahil kau akan mengenal kakakmu yang bisa menjadi sandaran untuk keluh kesahmu.
Mustahil kau mengetahui awal rasanya cinta, rasanya bahagia pertama sekali, rasanya disakiti lebih dulu, dan sebagainya.
Mustahil kau mempunyai guru yang bernama pengalaman.

from andy-oyex.co.cc
Tetapi menjadi yang terakhir….
Bukanlah sesuatu yang buruk.
Menjadi yang terakhir tidak selamanya tidak mendapatkan apapun lagi.
Berbanggalah menjadi yang terakhir.
Yang terakhir seringkali menjadi hasil dari suatu proses.
Yang terakhir seringkali menjadi yang terbaik.
Yang terakhir selalu menjadi pencapaian yang dinanti.
Tanpa yang terakhir…
Pasti tidak akan ada Nabi Muhammad SAW di dunia ini.
Tidak akan ada Al-Quran ataupun Islam.
Dan jika tiada langkah yang terakhir dalam mencoba, mungkin kau tak kan pernah mengenal kata “berhasil”.
Kesemuanya hasil yang baik, bukan?
Untuk beberapa sisi kehidupan, aku menginginkan menjadi yang pertama atau yang terakhir.
Mungkin untuk tanggal 5 sebagai tanggal kelahiranku, aku x sering mendapat kejutan karena tanggal itu adalah bulan ganjil hehe 
Menjadi anak yang pertama, kaka kuw menjadi anak yang lebih dulu mendapat pengalaman hidup dan akan menjadi pengganti ayah dan ibuku di keluarga.
Menjadi yang pertama di kelas, banyak yang akan salut padamu.
Dan masih banyak hal indah ketika kau menjadi yang pertama.
Tapi untuk beberapa sisi, aku berharap aku bisa menjadi yang terakhir, terutama untuk masalah hati.
Mungkin karena sampai saat ini aku sering dijadikan sebagai yang pertama.
Senangnya menjadi yang pertama, karena kau akan mendapatkan cinta lebih awal dibanding yang lainnya.
Jarang sekali kau akan mendengar kata cemburu, karena kau adalah orang pertama di hati mereka.
Tetapi, menjadi yang pertama itu tidak enak.
Kau akan dijadikan sebagai pengalaman ketika mereka meninggalkanmu dan mencari hati yang lain.
Lagi-lagi kau akan dijadikan bahan eksperimen.
Kau hanya akan menjadi orang yang mendapatkan manis di awal dan pahit di akhir.
Kau hanya akan dijadikan sejarah di awal kehidupan mereka mengenal cinta.
Menjadi yang terakhir, ini yang diharapkan oleh semua orang, bukan hanya aku.
Menjadi yang terakhir untuk dicintai seseorang, menjadi yang terakhir yang dipilih seseorang untuk hidup bersama dan menghabiskan sisa hidup mereka bersama-sama.
Menjadi yang terakhir, mungkin kau akan sedikit lebih banyak cemburu, karena banyak pengalaman sebelumnya mengenai hati yang mendahului datangnya hatimu.
Kau harus bangga menjadi yang terakhir, karena kau menjadi pilihan terakhir dalam hidup seseorang.
Menjadi sesuatu yang ditunggu kedatangannya oleh hati yang selalu menunggu dengan kesabaran.

from alinsarticle.blogspot.com
Tetapi, untuk masalah hati ada yang lebih berbahagia daripada sekedar menjadi yang pertama atau yang terakhir.
Ya, dialah yang menjadi yang pertama dan terakhir, bukan “atau” tapi “dan”.
Berbahagialah engkau yang telah dipilih untuk itu.
Sangat jarang manusia di bumi mendapatkan pilihan ini.
Baik untuk dicintai maupun mencintai.
Hmm.. Tapi, Kawan…
Tetaplah bersyukur dengan keadaanmu sekarang
Siapapun engkau,berbahagialah telah menjadi dirimu saat ini.
Karena siapapun engkau, akan tetap merasakan menjadi yang pertama dalam hidup seseorang dan menjadi yang terakhir bagi hidup seseorang.
Bersabarlah untuk waktu dan segalanya 

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More