Friday, November 10, 2017

MAKASSAR TEOLERAN PADA ULAMA

KOTA LAIN DI INDONESIA DIMINTA BELAJAR BERTOLERAN DARI MAKASSAR

Penolakan ulama di berbagai kota yang ada di indonesia kembali bermunculan
Fenomena penoloakan ulama atau mubaligh di berbagai kota di indonesia ini kembali terjadi akhir-akhir ini. Setelah terjadi penolokan pada ustad felix siauw di Pasuruan Jawa Timur, kini hal serupa juga terjadi pada ustadz bactiar nasir dan KH Ahmad Shobri Lubis yang ditolak di Garut Jaw Barat.
Wakil seketaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Sulawesi Selatan Ishaq Samad, Menyayangkan banyaknya penolokan pada Alim Ulama yang kembali mencuat akhir-akhir ini.
Namun Alhamdulillah, kondisi masyarakat yang intoleransi ini Alhamdulillah tidak pernah terjadi di makassar, Alhamdulillah bisa dikatakan Makassar toleransi pada ulama yang memang sejatinya harus dihormati kata Ishaq kepada harian amanah. 
 
Catatan insiden penolakan ulama di indonesia 
 
1. Ustad felix siauw
 
 
Kronologi insident, pengajiannya dibubarkan di masjid manurul gempeng, kecamatan bangil kabupaten pasuruan, Jawa timur sabtu(4/14), intem acara pengajian akbar bertajuk Antara Wahyu dan Nafsu’’ ,. Alasan pembubaran dinilai anti-NKRI anti pancasila.
 
2. Ustad bactiar nasir dan KH Ahmad shobri lubis
 

Kronologi penolokan dilakukan oleh ormas dengan mingirimkan surat penolakan kepada kepolisian tertanggal (5 Nov 2017), intem acara tabligh Akbar di Masjid Agung Alun2 kota Garut jawa barat, Ahad (11/11) mendatang. Alasan penolakannya keduanya dinilai kerap memberikan ceramah yang tidak menyejukkan, bahkan cenderung melukai perasaan sebagain warga indonesia dan menimbulkan keresahan.
 
3. Ustadz Khalid basalamah
 
 
Kronoligi penolakannya, beliau ynag sedang ceramah dibubarkan paksa oleh ormas tertentu, intem acara Tabligh akbar yang diadakan di Takmir masjid salahuddin, wilayah gedengan sidoarjo jawa timur, Sabtu (4/3) Lalu alasan pembubarannya penyampaian materi cenderung mengdiskreditkan aliran tertetentu
 
KOTA LAIN DIMINTA BELAJAR BERTOLERANSI DARI MAKASSAR

Tuesday, October 24, 2017

“ Wanita yang memamerkan diri di laman sosial.,ibarat seperti menjual maruahnya sendiri

“ Wanita yang memamerkan diri di laman sosial ,, ibarat seperti menjual maruahnya sendiri
Tidak kira mereka yang berniqab maupun tidak berniqab .

Saudariku
anda sendiri tahu fitnah yang paling terbesar buat kaum Adam adalah Wanita ?

karena itu walau saya sendiri pun berhijab syar'i sy tidak berniqab pun saya tak ingin upload gambar dimedia sosial,. walaupun dulunya saya juga seperti kalian yang gambarnya ada berbagai di sosmed semua orang mention dan ratus yang like,. namun kini kusadar sekiranya ada keindahan yang Allah titipkan padaku hanyalah amanah yang indahnya harus dijaga bukan menjadi komsumsi publik
Cara Kita memandang lelaki berbeda dengan cara lelaki memandang kita. Mata lelaki cara berfungsinya sangat bahaya buat kita ,, saya tidak ingin lagi berbicara tentang niat anda, niat anda itu biarlah diantara anda & Allah yang tau.
Tapi perempuan yang ada sifat malu ,, dia tidak akan menayangkan gambarnya walaupun auratnya tertutup sempurna .

Saudariku
sedarlah kita membawa imej pakaian isteri & anak Nabi ,, tanggungjawab kita sangat besar yakni menjaga kesucian pakaian mereka .

Jika benar anda berniqab kerana Allah kenapa anda mengupload gambar anda untuk tatapan ajnabi gambarnya bersepah dan menjadi komsumsi publik ?
Jika benar anda berniqab kerana ingin menghindari diri anda dari pandangan ajnabi Kenapa anda sendiri mengundang mereka untuk memandang anda ?
Dimanakah sifat malu anda disaat gambar yang anda upload dijamah & diratah hidup² oleh ajnabi ?
Sebab itu pentingnya menyemaikan rasa malu sebelum berniqab .
Pentingnya untuk kita tahu lebih dulu apa itu fungsi Niqab .
kerna hijab dan niqab bukan hanya secebis Kain yang biasa² .
Tapi ia membawa tanggungjawab yang sangat besar pada pemakainya .
Telusurilah seperti akhlak Wanita Tarim kerana bagi mereka menyelamatkan fitnah dunia lebih berharga dibandingkan dengan mempamerkan wajah cantik mereka yang hanya sementara .
Apa gunanya memakai pakaian seperti tidak mahu dilihat tetapi hakikatnya ingin dilihat .

yuk kita bertaya diri kita kembali 

Ask youself...

Wallahualam .

Saturday, April 29, 2017

SOSIAL MEDIA HANYA SATU PILIHAN BUKAN KEWAJIBAN



Hanya sekadar peringatan buat kaum hawa.. SUDAH lama sebenarnya INGIN menulis kembali.. tapi tiada kesempatan..ok,,fokus! tak dapat dinafikan ya bahwa sekarang ini laman media sosial saat ini mendapat tempat pertama dikalangan masyarakat dunia.. ada banyak application pada profile kita seperti INFO , FOTO , VIDEO dan sebagainya.. saya cuma mahu tekankan disini tentang FOTO.. saya tahu..ramai wanita diluar sana memiliki facebook media sosial termasuk diri saya sendiri.. itu satu PILIHAN yang kita pilih.. cuma ... hanya saya ingatkan kepada perempuan diluar sana... terutama para muslimah.. gambar yang anda upload.. silahkan buat PENAPISAN.. 80% (rasanya lebih nih..) daripada pengguna perempuan di media sosial meletakkan gambar peribadi mereka.. tak kira mereka yang ada kefahaman ataupun tidak.. mungkin lebih baik gambar yang tidak menampakkan diri anda peribadi,. anda boleh pilih gambar mana yang anda boleh Upload dan tak boleh OK.. itu PILIHAN anda. mengapa perlu lihatkan kecantikan wajah dan tubuh anda kepada dunia.. friends anda boleh mencecah sampai 5000 orang.. like 300 dan bahkan lebih. coba FIKIR yang lihat bukan PEREMPUAN semata mata.. apa yang anda coba tunjukkan pada mereka? anda cantik?? ya ka? anda bersama siapa? anda pergi mana? anda buat apa?.. untuk apa anda buat semua ini? atau memang anda berniat untuk menunjukkan diri anda kepada dunia.. mencari publisiti murahan.. ataupun inginkan orang komen banyak-banyak pada foto anda? katakan anda pergi suatu tempat.. atau mungkin ingin menunjukkan busana Kemuslimahan anda,. dan ingin pujian dan sanjungan orang banyak. gambar yang patut diShare adalah gambar tempat itu.. bukan gambar anda.. anda hanyalah side effect saja.. eh tak penting juga.. saya rasa ramai perempuan yang jadi mangsa fitnah di sosial media akibat daripada foto-foto mereka sendiri.. ramai yang kena sabotaj melalui foto.. muka lain..badan lain.. kena-kena gambar bog*l..(sory..direct!) tapi tidak banyak mereka yang mengambil pengajaran.. ini pendapat peribadi saya.. anda seorang muslimah.. walau tidak banyak ilmu namun mesti ada sedikit kefahamananda akan hal ini. ANDA ADALAH APA YANG ANDA JAGA.. ANDA ADALAH APA YANG ANDA PAMERKAN.. laman sosial media bukan menuntut anda supaya bersosial untuk semua perkara.. gambar-gambar anda adalah fitnah bagi diri anda sendiri.. berapa Banyak lelaki yang jadi friends anda yang melihat foto foto anda? anda suka kan gambar-gambar anda jadi santapan lelaki? mungkin ada yang save gambar anda..buat desktop background..:( anda tidak tahu.. mungkin gambar-gambar anda boleh menyebabkan orang lakukan sesuatu yang tidak baik pada diri anda..(nauzubillah).. tapi kemungkinan tetap ada.. jangan salahkan mereka.. anda yang buat/beri pada mereka.. Nilai anda bukan pada apa yang anda perlihatkan di sosial media anda,...Namun nilai anda adalah diri anda sendiri.. saya tahu anda cantik..karena FITRAH SEORANG WANITA ADALAH KECANTIKANNYA DAN JUGA FITNAHNYA. kecantikanyang sebenarnya hanya dilihat pada akhlak bukan pada wajah atau kecantikan luaran.. saya bukan hanya berbicara pada yang single.. juga pada pasangan suami isteri.. berkahwin bukan tiket anda untuk bebas letakkan gambar anda berdua sesuka hati.. ada yang perlu ditapis.. juga buat sang teruna.. tapis gambar anda.. walaupun anda lelaki.. anda juga TAK LAYAK letak gambar sesuka hati walaupun DI SOSIAL MEDIA ITU. anda ada BEGITU banyak PILIHAN untuk letak GAMBAR apa sekalipun.. tetapi.. anda BERTANGGUNGJAWAB terhadap PILIHAN yang anda buat.. pastikan anda ada jawpan kukuh mengapa anda buat pilihan tersebut bila ditanya Allah nanti.. KARENA SEMUA YANG KITA LAKUKAN DIDUNIA AKAN MENDAPATKAN PERTANGGUNG JAWABAN KELAK DIHARI KEMUDIAN. "anda adalah satu kenangan.. mungkin orang ingat anda skrang.. tetapi anda akan dilupakan bila masa berganti masa.. anda hanya sebagai peneman satu perjalanan kehidupan.." SHARE kisah hidup anda hanya pada mereka yang layak.. anda cantik bila apa yang anda simpan.. anda perlihatkan pada mereka yang layak MELIHATNYA.
SAAT INI DI ERA YANG SANGAT MODERN INI HIJRAHNYA SEORANG MUSLIMAH SEKARANG  ADALAH BERHENTI MENGUPLOAD GAMBAR MEREKA DI SOSIAL MEDIA. JANGAN LUPA ANDA SEKALIAN KAMU HAWA BAHWA KITA ADALAH PENDUDUK TERBANYAK KELAK DI NERAKA. SAAT INI TIDAK BISA DIPUNGKIRI BAHWA KITA ADALAH MASALAH. JIKA WANITANYA BAIK MAKA BAIKLAH NEGARA ITU NAMUN JIKA WANITANYA RUSAK MAKA RUSAKLAH SUATU NEGERI ITU.
sumber penulis: 

-andims 


Wednesday, March 1, 2017

Blog Ini Bukan Untuk Sekadar Menulis Tetapi Untuk Berbagi Kebaikan

Apa tujuang blogmu?

“Blog hanya curhat”

Begitulah yang ada dalam pikiran saya ketika saya membuat blog pertama kalinya, yakni tahun 2008 lewat platform Blogspot.
Itu berarti saya sudah mengenal blog sejak 9 tahun lalu.
Ketika itu saya masih selalu digalaukan oleh sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting (maklum lagi remaja). Menulis puisi, menulis cerita keresahan, dan menulis suara hati.
Mirip seperti buku diary.
Lima tahun kemudian, saya mengenal blog bukan sebagai tempat diary. Saya mengenal blog sebagai tempat menuangkan pikiran, tempat berkarya.
Sekitar awal tahun 2010, saya pun membuat blog ini sebagai tempat renungan saya. Tempat saya berbagi pikiran, baik cerpen, maupun tulisan resensi terhadap suatu film.
Masih tidak terlalu produktif karena waktu itu saya hanya menulis ketika saya ingin saja. Saya pun hanya bisa menulis puisi, cerpen, dan review film.Tapi, kemudian saya fokuskan kepada review film dan sesekali menulis review buku.. dan Dakwah. 
Membosankan? Tidak, sedikit pembaca, sedikit komentar, semuanya seperti kebaikan. Blog saya pun tampak bernyawa.
Sedikit memikirkan bahwa mungkin memang tulisan tidak terlalu berguna. Atau terlalu kaku untuk dibaca. Perasaan-perasaan itu yang membuat saya seolah tak mau melanjutkan buat ngeblog.

Menemukan Tujuan Ngeblog



Tahun 2011, barulah semuanya berubah. Mengenal orang-orang yang aktif sebagai blogger, mengenal blog-blog lain (blogwalking), dan bertemu komunitas baru semacam Blogger Makassar dan Warung Blogger membuat saya kembali bergairah menulis blog.
Tidak seproduktif yang lain memang tapi lebih produktif dibandingkan sebelumnya..
Tahun 2011 saya kemudian membuat mengubah pikiran tentang kegiatan blogging.
Yang tadinya hanya sebagai tempat curhat, yang tadinya hanya sebagai tempat berkarya, kini berubah sebagai sebuah tempat untuk menuliskan apapun yang dialami oleh saya.. Dan Meperkanalkan Islam yang sebenarnya di mata Sahabat Pembaca.
Saya tidak pernah terpikirkan bawah kegiatan kecil pun ternyata bisa menjadi sebuah tulisan menarik dan bisa mengispirasi para sahabat pembaca
Sebuah pemikiran yang mengubah saya dari yang tadinya hanya membuat blog sebagai tempat cerita saja.
Bahkan, saya sempat berpikir bahwa blog hanya dikuasai oleh tulisan tips dari ibu-ibu muda perkotaan atau macam emak gaoel,anak gaoel yang menuliskan lifestyle sekeliling mereka.
Maklum, waktu itu saya jalan-jalan ke blog lain, lebih banyak perempuan yang menulis dibandingkan laki-laki.
Perubahan inilah yang kemudian membuat saya lebih menyenangkan ketika menulis di blog
Yang ingin saya bangun adalah sebuah blog yang memang penuh dengan cerita saya yang bisa bermanfaat terhadap banyak orang.
Dukungan Aplikasi Buat Ngeblog
Saya yakin, dengan konsep yang saya usung bersama blog saya ini, saya bisa berbagi banyak hal. Berbagai banyak pengalaman
Apalagi semua itu bisa saya lakukan dengan mudah berkat adanya aplikasi-aplikasi pendukung di perangkat mobile.
Beberapa aplikasi yang membantu saya diantaranya adalah Evernote dan Writer yang memudahkan saya menulis catatan atau menulis ide yang terlintas di kepala yang dapat menginspirasi kebaikan untuk Sahabat Pembaca..





Friday, December 20, 2013

''Peran Wanita Sebagi Ibu, Dalam pandangan Islam''


ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

Salah satu institusi sosial yang paling penting adalah keluarga. Keluarga memikul sejumlah tanggung jawab penting seperti mendidik generasi masa depan dan menyalurkan kasih sayang antar sesama anggota. Oleh karena itu, institusi keluarga perlu menyusun sebuah program yang bisa menjamin pemenuhan kebutuhan material dan spiritual anggota serta menciptakan keseimbangan di tengah masyarakat. Di antara buah penting perkawinan adalah melahirkan keturunan di dunia. Sekarang, pertanyaannya adalah siapakah sosok yang paling layak untuk membesarkan dan mendidik anak-anak?

Dalam perspektif agama Islam, pendidikan anak merupakan sebuah tugas berat dan sosok yang paling tepat untuk menunaikan tanggung jawab ini adalah perempuan. Dalam masalah ini, peran perempuan tampak lebih penting dari laki-laki. Jelas bahwa salah satu prioritas seorang perempuan adalah menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Agama Islam memiliki pandangan yang luas dan mendalam terhadap peran ibu bagi seorang perempuan, sebab Islam menilai masa depan masyarakat ada di tangan para ibu. Mereka dianggap sebagai unsur utama pertumbuhan dan kemajuan manusia di masyarakat.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Harga diri, kehormatan, kelembutan fitrah, dan kegiatan perempuan sebagai kelebihan yang ada pada perspektif Islam dalam masalah perempuan. Allah Swt telah menciptakan perempuan sedemikian rupa sehingga sebagian urusan emosi, pendidikan, dan bahkan manajemen di dalam rumah tangga hanya bisa ditangani dengan kelembutan jiwa perempuan."

Menurut Ayatullah Khamenei, penguatan pondasi rumah tangga dan penghormatan kepada perempuan di lingkungan rumah sebagai dua hal penting yang sangat mendesak dan diperlukan oleh masyarakat. Beliau menambahkan, "Seluruh anggota keluarga harus memperlakukan perempuan dengan hormat dan penuh penghargaan. Lingkungan keluarga harus dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak mencium tangan ibu mereka. Jika budaya menghormati perempuan sudah mengakar kuat, maka banyak persoalan di tengah masyarakat akan teratasi dan perempuan tidak lagi menjadi korban penindasan."

Kata ibu biasanya mengisyaratkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, pemenuhan kebutuhan material dan emosional, dan rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas itu. Faktor utama yang membuat perempuan memikul peran sebagai seorang ibu adalah kodrat dan karakteristik fisik mereka. Menurut pandangan Islam, dari sisi penciptaan, masing-masing dari laki-laki dan perempuan memiliki kelebihan yang khusus. Tapi, persepsi yang benar dalam masalah perempuan adalah dengan memandangnya sesuai dengan kodratnya sebagai perempuan dan mengenal nilai-nilai mulia yang bisa meninggikan derajatnya.

Perempuan dari segi biologis memiliki potensi untuk mengandung dan menjaga janin sampai melahirkan dan kemudian memberi asupan gizi kepada bayi setelah ia lahir. Ibu tidak hanya membesarkan fisik seorang bayi, tapi juga membentuk jiwa dan psikisnya. Kondisi dan perilaku ibu pada masa-masa itu sangat berpengaruh pada karakter anak di masa sekarang dan di masa depan. Tujuan utama Islam adalah mendidik umat manusia, sementara tugas utama perempuan adalah berperan sebagai seorang ibu dan mendidik anak-anak sebelum melakukan kegiatan lain. Imam Khomeini ra mengatakan, "Tahapan pertama pendidikan adalah mendidik anak di pangkuan seorang ibu agar cinta seorang anak terhadap ibunya melebihi dari kecintaan kepada yang lain dan tidak ada cinta yang lebih tinggi dari cinta di antara keduanya."

Ibu adalah sumber yang memberi kekuatan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Seorang perempuan diciptakan memiliki karakter yang siap untuk menerima tanggung jawab mendidik anak. Motivasi keibuan yang merupakan motivasi paling lembut dan sekaligus kuat hanya diletakkan dalam diri perempuan. Itulah mengapa perempuan menjadi simbol kelembutan, kesenangan, perhatian dan, cinta bagi anak. Ibu adalah pribadi yang mewarnai kepribadian anaknya, bahkan ia pembuatnya. Perbuatan seorang ibu begitu indah sekaligus sensitif. Dengan tangannya, ia mengelus sang anak dan dengan hatinya yang penuh kasih sayang, ia menciptakan pertumbuhan dan revolusi dalam hati sang anak.

Allah Swt telah menanamkan sedikit pancaran sifat rahman dan rahim-Nya di dalam hati seorang ibu. Dengan sepercik kasih sayang itulah berbagai keajaiban terjadi. Sifat keibuan ini tercermin dalam perilaku kasih sayang dan penuh perhatian seorang ibu kepada anak dan keluarganya. Setelah melahirkan seorang anak dan menjadi seorang ibu, perempuan otomatis langsung memiliki kepedulian dan sangat memperhatikan bayinya yang baru lahir. Menurut para peneliti dari Rockefeller University di New York, nampaknya ada sebuah gen yang bertanggung jawab memotivasi para ibu untuk melindungi, memberi makan, dan membesarkan bayi yang telah dikandungnya. Gen ini disebut gen ibu atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan ER alpha atau estrogen receptor alpha.

Pada dasarnya, proses pemberian ASI kepada bayi merupakan sebuah bentuk interaksi mesra dan penuh kasih sayang antara ibu dan anak. Perilaku dan sifat-sifat ibu akan tertular secara intensif kepada anak melalui cara ini. Oleh karena itu, Rasul Saw bersabda, "Tidak ada susu yang lebih baik bagi anak dari susu ibu." Dalam pendidikan akhlak, Islam memberi kedudukan istimewa kepada ibu dan mengingatkan manusia tentang jerih payah yang mereka tanggung sepanjang hidupnya. Surat Luqman ayat 14 berbunyi, "Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusuinya), dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

Kasih sayang dan kehangatan tak terbatas untuk seorang bayi bersumber dari ibu. Seorang bayi senantiasa membutuhkan sebuah sumber kekuatan agar ia merasa aman, nyaman, dan kuat. Sumber itu terutama hingga tiga tahun usia balita adalah ibu. Kebanyakan pakar psikologi percaya bahwa masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang anak di kemudian hari kembali pada masa-masa sebelum usia tiga tahun, khususnya jika ia hidup terpisah dari ibunya. Sebagian dari gangguan fisik dan mental anak-anak seperti, perasaan minder, penakut, dan suka menyendiri, sebenarnya berhubungan dengan ketidakamanan yang dirasakan tempo dulu. Oleh sebab itu, ibu memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian seimbang anak.

Peran penting lain seorang ibu adalah mentransfer nilai-nilai dan moralitas. Sebagian besar proses pengajaran anak terjadi dengan meniru perilaku kedua orang tuanya, terutama ibu. Orang-orang yang memiliki interaksi dengan anak, mereka akan menjadi teladan bagi anak tersebut. Anak-anak akan menyesuaikan perilakunya dengan orang-orang di sekitar mereka. Untuk itulah, kehadiran seorang ibu mendampingi anaknya akan membantu mereka untuk meraih cita-citanya di masa depan.

Pendidikan manusia sedemikian penting dalam Islam sehingga memilih seorang ibu sebagai pemain kunci dalam pendidikan itu. Islam juga memberikan kedudukan istimewa kepada kaum ibu atas segala dedikasi mereka dalam membangun sebuah masyarakat yang sehat. Ada tiga macam kepayahan yang dipikul oleh seorang ibu, pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadis, "Seseorang datang kepada Rasulullah Saw dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi menjawab, ‘Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?' Nabi menjawab, ‘Ibumu!' Orang itu bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, ‘Ibumu.' Orang tersebut masih juga bertanya,
‘Kemudian siapa lagi,' Nabi menjawab, ‘Kemudian ayahmu...

''Peran Wanita Sebagi Ibu, Dalam pandangan Islam''

"Hadits Riwayat Imam Ahmad, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Surga itu terletak di bawah telapak kaki "ibu".

Pernikahan bagi kaum "wanita" tidak sekedar mengubah status dari gadis menjadi nyonya. Namun dia dituntut tanggung jawab berat dan memerlukan persiapan dan pengalaman. Persyaratan umur merupakan kesiapan fisik. dan persyaratan pengalaman dan ilmu merupakan kematangan psykhologis. Kematangan biologis menentukan pula kuat dan sehatnya keturunan, sedangkan pengetahuan agama mempersiapkan terhadap hakekat tanggung jawab. Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai 21 tahun harus mendapat ijin orang tua.

"Wanita" sebagai makhluk yang dikodratkan sebagai perantara lahirnya manusia di bumi ini. "Wanita" sanggup mengandung, melahirkan, memelihara calon manusia dan mendidiknya.

Apabila kita membahas tentang tugas kaum "ibu", sungguh suatu tugas yang tidak ringan. Allah SWT telah menentukan kodrat "wanita" yang berat itu, kadang kala kaum Adam kurang mau memahami. Secara fisik dan rohani memang "wanita" dipersiapkan memiliki kesanggupan.

"Wanita" sebagai "ibu" adalah pendidik paling primer bagi manusia. Kaum "ibu" yang ideal tidak sekedar dapat bobot (hamil), namun "ibu" harus berbobot (berkualitas). Anak-anak mereka tidak cukup dijamin kebutuhan jasmaninya, namun rohaninya juga lebih penting.

Peran "ibu" apabila diserahkan kepada pembantu rumah tangga dengan mutlak, akan berakibat fatal bagi anak. Sampai dimana idealisme seorang pembantu?

Sebagai seorang "ibu" --- Peranan apa yang harus tidak boleh diabaikan dan apa akibatnya apabila peran itu diabaikan?

Di tangan kaum "ibu" berhasil tidaknya membuat apa yang di atas bumi ini lebih berharga dari pada apa yang ada di dalam bumi. Manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah lebih berharga dari pada emas dan mutiara yang dikandung bumi. MAnusia-manusia kufur dan durhaka, lebih rendah harganya dari pada gas belirang dan batu bara. Atau mungkin wujud manusia, namun nilainya seperti magma dalam tanah.

Disinilah letak peranan "wanita" sebagai "ibu", cukup berat menuntut rasa tanggung jawab yang tidak ringan. Berhasil tidaknya generasi yang ideal di tangan kaum "wanita". Tidaklah berlebihan apabila Rasulullah SAW memberi penghargaan terhadap kaum "ibu", sebagaimana dalam Hadits Riwayat Imam Ahmad, bahwa Rasulullah bersabda: "Surga itu berada di bawah telapak kaki para "ibu".

"Ibu" seperti apa yang berhasil membuat anak-anaknya dapat mencapai surga? Beberapa langkah yang dapat mengarah kesana antara lain:

1. Dorongan "Ibu" yang bertanggung jawab

Hadits Riwayat Bazzar, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang "wanita" ("ibu") sudah menjalankan sholat lima kali, puasa bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya (kesucian dirinya) dan lagi taat kepada suaminya, maka masuklah ia ke surga."

2. Mendidik anaknya mulai masih dalam kandungan

Menurut ajaran Islam hakekat hayat sebenarnya sejak usia 120 hari dalam kandungan. Bagaimana mendidik anak dalam kandungan? Yaitu dengan perilaku yang utama, taat kepada Allah, ikhlas dan banyak membaca Al-Qur'an. Sebaiknya kaum "ibu" yang sedang hamil menghindarkan diri dari dosa, akhlak yang hina dan tidak berharga.

Do'a yang sebaiknya diucapkan setiap saat yaitu sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ali 'Imran Ayat 38, yang artinya:

"Disanalah Zakariya mendo'a kepada Tuhannya seraya berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do'a."

Dan Surat Ibrahim Ayat 40, yang artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Allah, kabulkanlah do'aku."

3. Mendidik sopan santun agar menjadi anak yang mulia

Waktu anak sudah lahir, maka wajib diberikan pendidikan yang lebih konkrit lagi. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Jadikanlah anak-anakmu orang yang mulia, dan jadikanlah sopan santun mereka menjadi baik."

Urutan mendidik anak, antara lain sebagai berikut:

a. Mendidik membiasakan bersyukur kepada Allah SWT, misalnya ucapan hamdalah stiap selesai makan, minum, ibadah dan sebagainya.

b. Menanamkan tauhid dan dijauhkan supaya jangan sampai menjadi orang musyrik.

c. Disadarkan jerih payah "ibu" bapaknya, supaya timbul rasa terima kasih, hormat dan taat.

d. Dikenalkan dengan sanksi moral bahwa kita manusia berbuat apappun, dimanapun kapanpun selalu dalam pengawasan Allah SWT. Sanksi moral ini cukup bermanfaat bagi masa depan dalam mengarungi gelombang ujian kehidupan.

e. Dididik untuk menegakkan shalat; Hal ini sebagaimana dijelaskan Hadits Riwayat Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Suruhlah kanak-kanak itu agar shalat apabila ia sudah berumur 7 tahun dan apabila ia sudah berumur 10 tahun, maka hendaklah kamu pukul jika mereka meninggalkan shalat."

f. Dibiasakan suka amar ma'ruf dan nahi munkar, dan tidak bersikap sinis dan sombong.

g. Menanamkan cinta kepada Nabi dan kepada Al-Qur'anul Karim. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Dailami dari Ali, bahwa Rasulullah pernah bersabda:

"Tanamkan kepada anak-anakmu tentang 3 hal, yaitu:
1). Mencintai Nabimu.
2). Mencintai keluarga Nabi.
3). Mencintai untuk membaca Al-Qur'an."

h. Menanamkan himmatulaliyah.
Sejak kecil anak kita bimbing akal dan budinya, sehingga tumbuh jiwa yang tinggi dan mempunyai cita-cita yang luhur. Berikan cerita-cerita orang besar supaya timbul dan terbuka akalnya.

i. Membiasakan disiplin.
Tidak kecil artinya kebiasaan disiplin ini, sebab apa yang pernah dilakukan sejak kanak-kanak, akan menjadi kesatuan pribadi. Apabila setiap anak yang lahir mendapatkan pendidikan dan pengarahan yang serupa ini, niscaya generasi muda yang ideal, bertanggung jawab dan berjiwa besar akan segera terwujud.

4. Peranan "Ibu" dalam pembangunan

Selain menyiapkan anak yang berkualitas, kaum "ibu" masih mempunyai tugas yang sangat penting yang meliputi:

a. Pengendalian Kependudukan.

Masalah pertumbuhan penduduk bukanlah masalah kecil, bahkan masalah internasional yang dirasa sangat mendesak.

Kita sadar bahwa manusia ditetapkan menempati planet bumi, dimana arealnya hanya sekitar 500.000.000 km persegi. berdasarkan garis tengah 12.742 km. Padahal tempat yang secara gratis dapat kita tempati hingga saat ini hanyalah bumi. Kalau bumi seluas ini terdiri dari lautan dua pertiganya, maka berarti daratan yang menjadi tempat tinggal kita hanyalah 150.000.000 km persegi.

Angka kepadatan secara kasar bumi kita saat ini mencapai 27 orang, namun di kota-kota besar di tanah air kita sudah mencapai 550 - 650 orang tiap km persegi.

Masalah kepadatan penduduk ini menjadi perhatian kita bersama. Bagi kaum "ibu" perlu menyadari, apakah tugas kodratnya hanya melahirkan? Bukankah melahirkan itu tidak wajib? Karena tidak ada satu ayatpun yang mengharuskan kaum "wanita" wajib beranak. Dalam ajaran Islam, yang ada yaitu perintah supaya anak menjadi manusia utama yang bernilai anak shaleh. Tidaklah bijaksana kalau kita tetap berorientasi pada jumlah anak, bukan kualitasnya. Jadi disini titik berat yang menjadi kopetensi kaum "wanita" sekaligus sebagai "ibu" adalah mengatur kelahiran.

Apabila terdapat seorang "ibu" sering sekali melahirkan, fisiknya akan menjadi lemah, perawatan anak kurang tertib dan sekaligus kewajiban menjalankan ibadah banyak terganggu. Perlu dipertimbangkan bahwa dengan seringnya kelahiran membuahkan keturunan yang lemah, baik fisik, rohani, akal dan kemampuan keuangan. Mempunyai keturunan yang lemah, telah diperingatkan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa' Ayat 9:

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Berkaitan dengan perencanaan masalah kelahiran, berdasarkan beberapa alasan baik pertimbangan kemaslahatan maupun ayat Al-Qur'an, maka bagi pasangan usia subur (PUS) sebagai sasaran program Keluarga Berencana (KB). Jadi KB niatnya adalah untuk kemaslahatan "ibu" dan kesejahteraan keturunan kita.

b. Lahirnya Generasi Bangsa Yang Bertaqwa Kepada Tuhan Yamg Maha Esa.

Mengingat semua manusia mengalami masa kanak-kanak, di mana peran "ibu" sangat menentukan. Tidaklah berlebihan apabila baik buruknya anak tergantung kepada kedua orang tuanya, padahal "ibu"lah yang paling dekat.

Untuk menciptakan generasi bangsa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, di samping langkah-langkah yang telah dijelaskan tadi, maka perlu usaha-usaha antara lain adalah:

1). Berusaha menjauhi makanan yang haram.

Daging yang tumbuh bagi si pemakan itu sendiri, apabila dari makanan haram berakibat:
a). Mengotori jiwa sehingga ketenangan batin sulit diwujudkan.
b). Beratnya tubuh untuk beribadah.
c). Kotornya hati, sebab salah satu fungsinya ialah menyimpan darah. Kalau yang disimpan darah kotor berarti endapan penyakit.
d). Melahirkan anak yang kadang-kadang sulit diatur.
e). Hati sulit menerima iman, dapat dikatakan hatinya berpenyakit.

Tidak menutup kemungkinan anak yang lahir dapat mempunyai tipe-tipe cenderung negatif; Yang menurut Psikology ada beberapa tipe manusia yang negatif, antara lain:

a). Kliptomania, orang yang mempunyai kecenderungan untuk mencuri.
b). Dipsomania, anak yang cenderung pada minuman keras, ganja. morphin dan lain-lain.
c). Pinomania, kecenderungan untuk merusak.
d). Dipresif, kecenderungan berbuat robot, amoral. asosial, freesex, sadis, suka bunuh diri, dan sebagainya.

Sebagai istri dari suami dan sekaligus sebagai "ibu" dituntut sifat hati-hati terhadap masalah ini. Korek dan waspada supaya suami tetap berhati-hati untuk memperoleh rezeki. Tidak senang karena uang banyak, namun dia senang secukupnya asal halal. Dalam Islam menjaga dari haram ini mendapat perhatian yang sangat serius, mengingat akibatnya sangat fatal.

2). "Ibu" Berkewajiban Mendidik Iman.

Islam mengajarkan bahwa setiap kelahiran masih dalam keadaan fitrah. Seorang anak manusia, aslinya condong dengan iman dan Islam. Seseorang menjadi tidak condong dengan agama Islam adalah akibat salah informasi sekaligus kesalahan primer pada "ibu" dan ayahnya. Hal ini sama dengan pendapat ahli pendidikan Inggris, John Lock, bahwa anak bagaikan kertas putih. Corak dan wujud tulisan tergantung penulisnya. Hal ini juga sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Bukhari Muslim, yang artinya: Dari Abi Hurairah ra berkatalah Nabi SAW, telah bersabda: "Tidak ada seorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka kedua orang tuanya yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana halnya binatang yang dilahirkan dengan sempurna."

3). "Ibu" Bertanggung Jawab Mendidik Supaya Anak Taat Kepada Allah.

Apabila sejak dini kaum "ibu" dipersiapkan sebagai "ibu" ideal, maka manusia berkepribadian dan bertaqwa dapat diwujudkan. Syarat keberkahan dan kemakmuran suatu bangsa adalah watak bangsa yang bertanggung jawab dan berjiwa taqwa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-A'raf Ayat 96:

"Jikalau sekiranya penduduk kota-kota beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."

Kaum "ibu" yang siap dan sanggup memikul amanat tadi, akan dapat menciptakan masyarakat yang damai, subur dan makmur di bawah ridha Allah SWT. Bagi kaum "wanita " yang berfungsi sebagai "ibu" seperti di atas, digembirakan oleh Rasulullah SAW sebagai jihad fisabilillah. Karena "ibu" yang ideal tadi dipandang dari segi kesejahteraan keluarga dan masyarakat merupakan faktor penentu. "Ibu" yang bijaksana mampu menciptakan kondisi rumah tangga yang damai serasi dan dicintai anak-anaknya.

Putra-putrinya enggan keluar rumah kecuali ada keperluan misalnya bekerja, belajar dan sebagainya. Pergi dari rumah tanpa tugas baginya tidak menarik. Program kesejahteraan keluarga dapat diwujudkan dan merupakan bagian pokok dari kesejahteraan masyarakat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Dailami, bahwa Rasulullah bersabda:

"Empat faktor kebahagiaan seseorang, ialah apabila seseorang:
a). Punya istri yang shalihah.
b). Punya anak-anak yang baik.
c). Punya pergaulan hidup orang-orang baik (shaleh).
d). Punya sumber penghidupan di dalam negerinya sendiri."

(Sumber: Peranan "Wanita" Dalam Pembangunan Bangsa Menurut Islam. Oleh Drs. H. Jumari Ismanto dkk.).

Begitu beratnya peran "wanita" sebagai seorang "ibu". Namun apabila peran itu dilakukan semata-mata untuk mendapat ridha dari Allah SWT, Insya'Allah akan terlaksana dengan berbagai kemudahan atas pertolongan dari Allah SWT.

Oleh karena itu, berbahagialah wahai kaum "wanita", karena kepadamulah telah dipercayakan tugas mulia oleh Sang Maha Pencipta, bahwa dari rahimmu yang subur akan lahir putra-putri generasi penerus. Karenanya menjadi kewajiban, tidak hanya mendidiknya sekedar dengan limpahan materi dan benda-benda kebutuhan hidup semata. Namun yang terpenting adalah berkatilah mereka, putra-putrimu dengan akhlak baik, budi pekerti, iman dan ketakwaan.

Hanya dengan kasih sayang, perhatian, pengertian dan kesabaran yang luar biasa, maka kaum "wanita" dapat turut mewujudkan cita-cita bangsanya, yaitu manusia Indonesia seutuhnya, lahir batin, berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Andil "wanita" jualah kelak yang akan membuktikan: Apakah generasi mendatang dapat mempertahankan perdamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Atau sebaliknya, menciptakan kehancuran dan menimbulkan keserakahan untuk menguasai dunia.

Kemuliaan Seorang "IBU"

Kitab Suci Al-Qur'an memberikan kemuliaan kepada kedua orang tua kita ("Ibu" dan Bapak). Dalam Surat Bani Israil ayat 23, dijelaskan bahwasanya menghormati dan memuliakan kedua orang tua ("Ibu" dan Bapak), terletak sesudah ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Namun pada Surat Al-Luqman dalam menghormati orang tua ditekankan, betapa susah "ibu" mengandung, sehingga kedudukan "ibu" sesungguhnya mempunyai tempat yang amat istimewa dalam kehisupan umat manusia.

Kemuliaan, keikhlasan dan kesabarannya yang luar biasa dalam mengandung bayinya, serta mempertaruhkan nyawa pada saat melahirkan anak belahan jantungnya, tentu tidak dapat dibandingkan dan dinilai dengan apapun. Selanjutnya, harus diakui bahwa tiada cinta, sepenuh kasih sayang "ibu" sepanjang masa.

Di dunia ini pula, tidak ada perhitungan apalagi untuk meminta imbalan balasan jasa, tanpa pamrih. Pendek kata--- murni dan tulus. Wajarlah apabila do'a serta kutukan dari seorang "ibu" terhadap anaknya dianggap sangat manjur, karena sering dikabulkan oleh Allah SWT.

Tuntunan hadits, menyebutkan bahwasanya prioritas bakti, diutamakan dan ditujukan pertama kepada "ibu". Seperti sabda Rasulullah SAW sendiri yang memberikan jawaban sampai tiga kali berturut-turut; "Ibu"mu!, ketika beliau ditanya manakah yang harus lebih dahulu diberikan bakti. Baru pada jawaban keempat, beliau menjawab ayahmu!

Menurut sebuah hadits yang disarikan oleh Thalak bin Mu'awiyah As Sulaimy yang datang kepada Rasulullah SAW, ia ingin turut pergi berjihad fisabilillah bersama Rasulullah. Maka ditanyakan oleh beliau, apakah "ibu"mu masih hidup? Dia menjawab 'masih'. Maka Rasulullah bersabda: 'Duduklah terus di jujurannya, disitulah terletak surga'.

Begitulah kedudukan "ibu", dalam ajaran dan pandangan Islam. Dituntun oleh sabda Illahi sendiri, di dalam Al-Qur'an. Diiringi keterangan yang diberikan oleh Rasulullah SAW. Maka benarlah bahwa surga, sesungguhnya berada di bawah telapak kaki "ibu". Adakah gerangan, penghargaan dan kemuliaan yang diberikan kepada "ibu", melebihi dari pada ini semua

Peranan seorang seorang wanita Dalam perjuangan ISLAM begitu besar
??Jika bukan kita siapa Lagi
 Kitalah yang akan melahirkan GENERASI PEJUANG ISLAM
In Sha Allah ... amen allahhumma amen..
Allahuakbar..Allahuakbar...

Wednesday, October 30, 2013

Your smile make me happy



Smile HAPPY ^__^

your smile make me happy .
when laugh together .
i feel happy when we share the pain .

sometimes i feel sad because u make me heard .


 I LOVE U ALL 

SAHABAT PEMBACA 



Dear God,~~


Dear God,
I am sorry not to take the path You made
My forgiveness to obey the spoke You whisper
My apologized to ignore Your prohibition
I am sorry to travel alone without Your guide
Dear God,
Maybe I am to proud to myself
My confidence to choose all my path alone
This greed that wanting more than I need
Now I am lost in the middle of nowhere
Stand between the dark cold scary valley
This darkness makes me loose my sight
The fog does not allowed me to see the light
Dear God,
Slowly my conscious turn to madness
This eyes getting blurry and shaded
The sound of nature fading away I can not hear
My body is numb I can not even stand
Dear God,
I know I just a sinner
Disgrace my self with all my sins
Throw away your blessing grace
Now I just turn into something I am not
Dear God,
Please take my soul away
To take Your undying conviction
I do not deserve to live this life no more

WHERE CAN I LIFE


I runway from my life
Hope that i can find the paradise
But i think it so hard
I am going to the hell

Maybe i take a wrong way
But no way back to star again
My distination still so far
And too fast if i think to going home

I just wanna do
Work for life not life for work
just wanna find the new place 
Where can i life
All i wanna want
Where I can get the better life
For anything that i do
I wanna make it true

Sometime i feel so alone
And no one here to tell
I am finally now believe the feel
Couse it so hard
Couse it's so far

Friday, September 20, 2013

Peringatan Hari Hijab Internasional : Hijab Is My Right, My Choice, My Life



Mungkin masih banyak diantara kita yang masih asing dengan kata ini. But, tidak ada ruginya untuk mengetahui, dari pada tidak sama sekali, terutama buat kamu yang ngaku sebagai muslimah.

History of International Hijab Solidarity Day (IHSD) dilatar belakangi oleh Keputusan pemerintah London yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol – simbol keagamaan, sehingga banyak kaum muslimin yang memprotes keputusan ini. Hal ini merugikan wanita, khususnya muslimah yang harus menutupi diri dengan hijab yang longgar, oleh karena itu lahirlah KONFERENSI London pada tanggal 4 september 2004 yang di hadiri oleh :

- Syeikh Yusuf Al – Qardawi
- Prof Tariq R , dan
- Di hadiri oleh 300 delegasi dari 102 Organisasi Inggris dan Internasional.

Hasil dari Konferensi London adalah:
1. Menetapakan Dukungan terhadap jilbab
2. Penetapan 4 September sebagai Hari solidaritas jilbab Internasional(IHSD)
3. Rencana Aksi Untuk Tetap Membela hak wanita Muslim mempertahankan busana taqwa mereka.

Konferensi Pro-Hijab yang berlangsung di ibukota Inggris, London, berakhir dengan sebuah petisi dukungan terhadap jilbab. Seluruh peserta konferensi juga sepakat menetapkan hari solidaritas jilbab internasional, dan rencana aksi untuk tetap membela hak wanita Muslim mempertahankan busana taqwa mereka.

Karena para mahasiswa/pelajar Muslim di seluruh Eropa akan kembali ke sekolah pada saat itu. Para peserta juga bersumpah akan tetap berjuang membela para gadis muda Muslim yang mendapat perlakuan diskriminatif masyarakat barat hanya lantaran jilbab mereka.

Selanjutnya konferensi mencetuskan rencana aksi untuk mengokohkan rekomendasi konferensi pro-hijab London tersebut. Di antaranya dengan menyerukan para kaum terpelajar tentang pentingnya hijab bagi wanita Muslim, melalui seminar-seminar dan publikasi media-media massa.

Koordinator Pro-Hijab, Abeer Pharaoh, mengungkapkan pada IslamOnline.net (IOL), bahwa seluruh peserta konferensi telah membahas soal larangan hijab, implikasi dan dampaknya terhadap masyarakat Eropa.

Mereka juga bersepakat akan mengorganisir upaya-upaya individu dan organisasi-organisasi di Eropa, serta di seluruh dunia, untuk mempertahankan hak berjilbab bagi wanita Muslim.

Abeer juga menggarisbawahi, bahwa majelis hijab telah menerima dukungan banyak organisasi-organisasi Muslim maupun non-Muslim dari berbagai keyakinan dan komunitas yang berbeda. Dukungan, lanjutnya, juga mengalir dari sejumlah anggota parlemen Inggris dan parlemen Eropa. Kampanye ini bukan hanya untuk wanita Muslim semata.


Konferensi yang dibuka walikota London, Ken Livingstone itu, diikuti 300 delegasi, mewakili 102 organisasi-organisasi Inggris dan internasional. Dia menegaskan, bahwa yang mengambil keuntungan dari larangan berjilbab, hanyalah kelompok ekstrimis kanan dan kaum fasis. Sebelumnya, lanjut Livingstone, target serangan kelompok itu adalah orang-orang hitam (Negro), Yahudi, dan komunis. Ini bukan yang pertama kali Livingstone menjadi tuan rumah Konferensi Hijab, yang telah menjadi isu sentral di Eropa belakangan ini. Februari silam, dia membela dengan gigih hak-hak wanita Muslim mengenakan jilbab, dengan mengirimkan isyarat baik ke negara-negara Dalam surat itu Livingstone menggarisbawahi, bahwa bentuk diskriminasi apapun terhadap kebebasan beragama Muslim akan berdampak negatif pada mereka. Selama berlangsung konferensi Pro-Hijab, Livingstone bersumpah, bahwa penempatan tenaga kerja di London, tidak akan didasari pada latar belakang etnis maupun agama.Eropa, khususnya Perancis. Livingstone mengirim sepucuk surat pada PM Perancis, Jean Pierre Raffarin.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More