Friday, November 18, 2011

Dalam Hijab dan Jilbab, Larangan Jilbab Serta Busana Yang Tidak Mengikuti Syari’at Islamiyah Dalam Kemajuan Zaman Dan Trend Fashion Pakaian Wanita Muslimah


http://tausyah.wordpress.com/pakaian-muslimah
Pakaian Muslimah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan dari sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Jelas sekali diterangkan rasulullah bahwa wanita yang seperti itu tidak akan masuk syurga dan mencium baunya pun tidak. Maka ini peringatan bagi kita muslimah untuk bermusahabah diri.
2. Fashion Jilbab Menyerupai Biarawati Kristian
Orang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di ‘Umdatut Tafsir, 1/152)
Sangat dilarang umat islam untuk menyerupai suatu kaum. Nah disini dibahas fashion yang menyerupai biarawati kristian, yang seperti apa itu? Fashion para biarawati yaitu menggunakan penutup seperti jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya. Mungkin masih sering kita jumpai para muslimah yang mengenakan jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya. Itu merukan hal yang dilarang karena meyerupai kaum kristiani.
Baik telah di jelaskan diatas tentang cara berjilbab yang mungkin masih banyak atau sedang ngetren-ngetren nya di kalangan muslimah apalagi remaja, tetapi sayangnya dilarang.
Renungkanlah, masuk kategori manakah kita…?
Tetapi…
Masih ada yang masih mengikuti syar’iat cara berjilbab berbusananya.
Mari kita bahas lebih serius..
Di tengah-tengah asyiknya para wanita dengan mode busana ala barat, disaat para wanita lelap dimanjakan oleh kemajuan zaman, disana Sekelompok wanita sholihah dengan anggun dan sopan mengenakan mahkota mereka yaitu jilbab muslimah tanpa peduli cemoohan, ejekan, dan hinaan masyarakatnya, karena mereka tahu betul hadits Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat populer dan akrab di telinga kita semua :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam ini pada awalnya datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing lagi. Maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing (HR. Muslim)
Dalam satu sisi, kita patut bersyukur karena di zaman kita sekarang dan di negeri kita yang mayoritas muslim ini, kesadaran mengenakan busana muslimah cukup lumayan, bahkan kian hari bertambah meningkat. Namun di sisi lain ternyata banyak saudari kita yang salah faham dengan hakekat jilbab muslimah, mereka menyangka jilbab hanya sekedar kerudung saja. Akhirnya, seperti kita lihat sekarang ini, banyak wanita berkerudung tapi bercelana jeans, berkaos ketat, berpakaian tembus pandang, memakai pakaian diatas lutut dan lain sebagainya. Seakan-akan kerudung tak ubahnya hanya sebagai asesoris belaka seperti yang diterangkan di atas.
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin  “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha pengampun lagi maha penyayang.” (al Ahzab:59)

FIKRUL ISLAM [Bunga Rampai Pemikiran Islam]


FIKRUL ISLAM [Bunga Rampai Pemikiran Islam]

Penulis: Muhammad Ismail
Editor: KH.Drs. Hafidz Abdurr...ahman, MM
Penerbit: Al-Azharpress
ISBN; 979311897-0
Harga Rp. 40.000,-

Al Fikru Al-Islam, secara harfiah berarti pemikiran Islam. Pemikiran Islam adalah hukum terhadap fakta berdasarkan persefkit Islam. Fakta yang dimaksud bisa dalam bentuk aktivitas hati (a'mal al-qalb), seperti hukum syara'; dan bisa dalam bentuk benda (asyya') yang menjadi obyek dari perbuatan fisik. fakta-fakta ini dihukumi dengan perseftif Islam. Outputnya disebut pemikiran Islam (al -fikr al-Islam).

karena itu, pembahasan buku ini mencakup keseluruhan hukum tentang fakta-fakta di atas. Hanya saja, keistimewaan buku ini tidak hanya memberikan gambaran hukum tentang fakta-fakta tersebut, tetapi yang lebih penting dari semuanya itu adalah buku ini memberikan kerangka berpikir (mindfream). kerangka yang sangat berguna bagi setiap Muslim untuk berpikir dan mengambil langkah dan tindakan.

Namun, untuk sampai ke sana, pertama-tama siapapun yang mengkaji buku ini harus sampai pada tingkat mengimani pemikiran yang harus diimani, atau paling tidak sampai pada tingkat ghalabat ad-dhan terhadap pemikiran yang memang level-nya hanya pada tingkat ghalabat ad-dhan. hingga sampai pada ikhtiar sungguh-sungguh untuk mendalami dan menerapkannya dalam kehidupan. hanya dengan cara itulah, pemikiran Islam ini akan mampu mengubah hidup kita, dan lebih jauh mengubah dunia.

KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MM
ketua Lajnah Tsaqafiyyah Hizbut Tahrir Indonesia


Info dan Pemesanan Keagaenan Hub. 081380409009 / 08176694030


Pembayaran :
Transfer Via
BCA 1810219447
BSM 0797040016
BRI 009201001929533
a.n Sandi Nopiandi/Noviandi

Biaya Hantar Ditanggung Pembeli

Saturday, November 12, 2011


Saturday, November 5, 2011

Nota hati seorang perempuan bertudung labuh

Salam to all readers~ =) (Please press ctrl+c to copy and sharing to the others, I have to disable right click for some reason but it does not mean that it can't be copy and shared, thank you.)










Testimonal;


[AsiyahWaheed]


"Bertudung labuh itu tetap menjadi pilihan saya kerana apabila menyarungnya akan membuatkan saya cukup selesa."




[AieeenieAhmad]


"Tudung labuh menjadi pilihan hati kerana ia memberi perlindungan kepada diri saya."




[FateenSafyqa]


"Ianya menutup aurat, itu paling penting. Fesyen itu ertinya bukan bagaimana cara kita attract people tapi sebenarnya bagaimana kita menunjukkan diri kita dalam fesyen itu."




Berikut adalah suara-suara testimonal oleh pemakai tudung labuh.


Hidup menuntut kita untuk membuat pilihan.


Anda ada dua pilihan. Hidup juga menuntut kita untuk membuat pilihan.



Memilih jam mahal diletak di dalam balang berkaca di show room. Indah dipandang tetapi harganya mahal. Tersangat mahal sehingga kita yang bergaji biasa, berelaun biasa, berduit sederhana tidak mampu untuk membelinya. Kita hanya mampu memandang meskipun dari jauh, padahal kita sangat ingin sekali memilikinya. Kita jadi sedar diri, tentang hakikat diri kita, tidak punya wang yang banyak, tidak hidup mewah untuk membeli jam yang tersangatlah mahal itu. Hanya orang yang benar-benar punya wang yang banyak yang mampu membelinya.




Terkadang longgokan jam murah di pasar malam itu, sangat menggoda kita untuk membelinya. Murah,. Mudah untuk dilihat, tidak diletak di balang-balang kaca. Kita dengan seenaknya memegangnya. Jika mahu, beli, jika tidak mahu, kembali meletakkannya. Entah sudah berapa tangan yang telah menyentuh jam tersebut. Ia bisa ditatap seenaknya, disentuh semudahnya. Kita mampu membelinya bila-bila masa.




Jauh di sudut hati, pasti kita menginginkan jam yang mahal tersebut.




Yang tertutup itu indah, dan tidak semua mampu untuk memilikinya. Walhal keinginan untuk memiliknya membuak-buak tanpa mengetahui status diri.


Siapa soleh dapat solehah.



Semua orang punya impian untuk memiliki pasangan yang beriman, suami yang soleh dan isteri solehah. Supaya keturunan nanti baik-baik, zuriat yang dilahirkan diharap juga soleh solehah seperti ibu bapanya.




Bukan topik suami isteri yang saya hendak bincangkan, tapi ianya adalah sebuah gambaran akan datang dari sekecil-kecil perkara. Banyak kawan lelaki yang saya tanya, rata-rata mereka inginkan wanita solehah, yakni mereka perincikan lagi, seorang wanita yang bertudung labuh. Bagi mereka, wanita bertudung labuh ini sedap mata memandang, akhlak solehah, pandai menjaga diri, dan dipercayai. (jika ada kes yang terjadi berlawanan seperti apa yang dinyatakan itu kes terpencil)




Jadi, akhlak luaran telah menggambarkan dalaman. 



Bertudung labuh itu satu perlindungan

Bagi saya sendiri, bertudung labuh merupakan satu perlindungan. Perlindungan dari segala macam kejahatan luaran dan dalaman. Apabila memakai ‘perlindungan ini’, saya rasa lebih selamat. Maksudnya di sini, apabila kita bertudung labuh, yakni sedang melakukan perkara kebaikan, kita akan berusaha untuk menjaga tingkah laku.




‘Eh, aku pakai tudung labuh, mana boleh macam ni, macam ni’
‘Pakai tudung labuh ni, kena jaga akhlak, nanti orang tengok’






and so on. Pendek kata, kita akan lebih menjaga diri kita sendiri, kerana orang lain memandang. Owh, maksud saya bukan memakai tudung labuh adalah untuk menjaga cakap-cakap orang semata-mata, menunjukkan kita ni KONON baik, dan bukan semata-mata pakaian orang alim, ke apa, tapi sebenarnya lebih dari itu.




Ianya adalah perlindungan. Perlindungan kepada diri saya, dan saya pasti si pemakai tudung labuh juga akan turut merasa begitu. Kita akan berusaha untuk melakukan perkara mahmudah setiap masa, dan cuba untuk menepis mazmumah dalam diri. Nilai mahmudah ditambah-tambah dan nilai mazmumah dicarik pergi. Yang paling penting, adalah kita berusaha untuk memperbaiki diri dari sehari ke sehari.





Pernah masa zaman sekolah agama dulu, pergi outing dekat Kajang. Pergi jalan grouping, ramai-ramai. Depan group kami, budak sekolah lain, bertudung tiga segi biasa. Dan biasalah, bila di shopping complex akan ada lelaki melepak sana, melepak sini. Mereka akan phewwit phewwit dekat budak sekolah di hadapan kami, tapi bila kami pula yang lalu, mereka tak berani nak phewwit phewwit ke apa. Mereka takut untuk menegur. Mereka hanya melihat kami segerombolan budak-tudung-labuh. Apa yang saya nak sampaikan sebenarnya, apabila kita ada perlindungan semacam ini, kita akan lebih selamat daripada diganggu.








Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: 

“Wahai Nabi, katakan kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, ‘hendaklah mereka melabuhkan jilbab ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali sebagai wanita baik agar mereka tidak diganggu. (al-Ahzab:59)






Di sini, kita sudah memiliki perlindungan dengan memakai tudung labuh. Sebenarnya pemakaian tudung labuh hendaklah bukan dipaksa. Biar ikhlas dalam menutup bukan paksaan. Kerana bila melakukan sesuatu dengan paksaan ianya adalah sangat berat sebenarnya. Jiwa memberat dan memberontak.




Sewaktu saya bersekolah agama dulu, kena pakai tudung labuh, yelah masa tu mana nak biasa lagi pakai labuh-labuh segala ni. Dari form 1 sampai form 5, saya rasa saya pakai tudung labuh sebab peraturan semata. Saya anggap pemakaian tudung labuh tu tak lebih dari sehelai tudung yang labuh yang kena pakai untuk patuh kepada peraturan sekolah. Saya sendiri merasakan begitu.






Keadaan berterusan sehingga saya dapat tawaran belajar ke Kelantan, Akademi Pengajian Islam di Nilam Puri. Kena keluar bilik pun kena pakai tudung, I mean tudung labuh. Pergi kelas, kena pakai hand sock, stokin lengan or whatever lah nama dia. Saya tak berapa suka masa tu. Sebab bagi saya dah keluar sekolah agama, keluar jelah, tak perlu lagi nak sarung semua benda ni balik. Mungkin lebih tepat lagi, niat saya masa tu; saya memasang azam untuk tidak bertudung labuh lagi! Yelah, sebab masa sekolah, saya pakai tudung labuh hanya kerana peraturan. Muncul lah rasa rimas, memberontak, etc. etc. sebab kita sendiri masa tu rasa dah bebas, dan rasa MACAM boleh buat keputusan sendiri tanpa perlu ada peraturan semacam itu.




Dan apabila saya menjejakkan kaki ke institut perguruan dot dot dot, ya, hasrat saya memang tercapai untuk tidak memakai tudung labuh. Even saya ambil kos pengajian Islam, saya pakai tudung yang pendek tapi agak labuh (bukan tudung pendek bawal) tapi saya masih menjaga kelabuhan tudung (tudung silang-silang laa), pendek kata, saya tak pakai tudung labuh awal-awal sem masa masuk institut perguruan dot dot dot. Tapi, lama kelamaan rindu datang menerjah. Saya jadi rindu pada tudung labuh. Waktu tu, saya lansung tak pakai tudung labuh dah, so saya memang tak bawak tudung labuh dari rumah.






Berusaha mencipta ikhlas







Saya rinduuu sangat dengan tudung labuh, lebih tepat lagi perlindungan saya. Lama-kelamaan, saya jadi tewas dengan perasaan sendiri. saya buat tudung labuh (lebih tepat lagi suruh kawan buat T___T) Saya pakai pergi kelas, dan saya kurangkan pakai tudung silang-silang. Alhamdulillah, ikhlas datang secara slowly. Bila kita buat sesuatu secara ikhlas, insyaallah, amalan itu akan berterusan. Sebab ia datang dari niat hati sendiri dan bukan paksaan. Berusaha untuk mencipta ikhlas.





Apa yang selalu orang pandang, apa yang selalu orang nilai, bila bertudung labuh orang baik-baik, bila namanya ustazah mesti solehah, akhlak cemerlang (walaupun hakikatnya tak semua begitu-ini kes terpencil) tapi kita juga meyakini, bahawa kebanyakan mereka adalah yang terbaik dari segi akhlaknya. saya masih kekurangan sana sini lagi...




Saya ulang sekali lagi, yang tertutup itu indah. Anda mahu jam mahal dalam showroom ke atau jam yang dah dipegang-pegang oleh kebanyakan orang? Akal waras kita akan menjawab kita mahukan sesuatu yang sangat berharga. Yang mahal itu sukar didapati, dan yang murah itu sangat senang untuk kita dapat. Membeli jam mahal di showroom tidak semudah kita membeli jam yang di pasar malam. RM 10. Perlu diingatkan, untuk menjadi yang terbaik juga, perlukan pengorbanan.




Saya selalu melihat orang-orang baik di sekeliling saya, si pemakai tudung labuh, akhlak cemerlang, akademik terbilang, sahsiah terjaga. Dengan mudah saya simpulkan bahawa si pemakai tudung labuh ini sangat hebat orangnya.


Lambakan fesyen kini

[Appreciation]



Perkembangan fesyen semakin pesat dari sehari ke sehari, ada sahaja fesyen baru di pasaran. Lambakan pelbagai jenis tudung terkadang mengusik jiwa juga. Cuma, satu pesanan, bergaya itu boleh, tidak salah, Islam juga suka kepada keindahan dan kecantikan, bergayalah dengan ilmu. Ilmu yang kita pelajari harus diamalkan. Bukan hanya setakat TAHU, tapi berusahalah untuk mencetus MAHU mengamalkan ilmu di dada. Labuhkan sepertimana yang telah Allah perintahkan.




Jangan menganggap mereka ni kolot, tidak tahu berfesyen etc. etc. Jangan kata macam-macam dekat si pemakai tudung labuh. Ya, tudung labuh adalah bergantung kepada pemilihan hati bukan paksaan. Ingatlah, berkemungkinan perempuan yang kamu hina-hina, ejek-ejek itu lebih baik dari kamu.Tidak semua manusia mampu untuk menyarungkan tudung labuh ini, saya juga pada awalnya agak keberatan untuk memakainya, kerana pada masa itu, saya masih tidak mampu mengerti apa erti 'tudung labuh' sebenarnya. 


Firman Allah:


"Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu menghina (mencaci) suatu kaum yang lain kerana boleh jadi kaum yang dihina itu lebih baik dari kaum yang menghina." (Al- Hujurat: 11)








Jadi, jika ada yang berkeinginan nak pakai tudung labuh, teruskan niat baik anda. Jangan bertangguh, dan paling penting jangan dengar cakap-cakap negative orang. Sudah lumrah manusia, tidak sukakan perubahan baik orang lain. Dilable macam-macam. Perubahan jahat, disorak-sorai, ditepuk tangan. Manusia lebih senang mendengar keburukan orang lain berbanding kebaikan seseorang. Sebab tu berlaku kes dengki mendengki, fitnah-menfitnah, semuanya berpunca dari hati yang tidak sihat. Hati yang terlalu banyak titik hitam. Sangat berbahaya kepada diri sendiri dan orang lain.




Kepada pemakai tudung labuh, istiqamahlah dalam pemakaian ‘perlindungan ini’. Tidak semua manusia terpilih oleh Allah untuk menyarungkan tudung labuh, tidak semua manusia punya kekuatan seperti kamu,dan tidak semua manusia setabah kamu untuk terus menyarungkan tudung labuh yang kadang orang pandang sangat kolot.

Surat untuk kamu yang tidak aku ketahui siapa Part III

[Apresiasi] untukmu

Kepada kamu yang tidak aku ketahui siapa;


Ke hadrat Allah ku panjatkan doa, mohon seluruh jasad dan imanku dipelihara-Nya dan ku mahu kau juga dilindungi-Nya. Apa khabar imanmu? Apa khabar akhlakmu? Ada lagi yang ingin ku khabarkan kepadamu. Aku akan tetap terus menulis kepada kamu walaupun aku tidak mengetahui siapa kamu dan akan tetap terus bercerita. Harap kamu sabar menunggu dan tetap terus membaca perkhabaran dariku.=)



Aku diuji dengan kaummu. Aku ingin tetap berlari jauh dari semua ini. Lalu, aku berjalan terus ke hadapan tanpa menoleh lagi namun dia tetap mengejar. Maka aku menoleh kembali ke belakang mohon dijauhkan dari dirinya tetapi dia sentiasa berusaha menjejak ku. Kemudian aku meniti perjalanan di sebelah kanan tiba-tiba aku melihat dia menyambutku dengan senyuman lalu perjalanan di sebelah kiri yang aku lalui. Ternyata aku tidak mampu berlari jauh lagi darinya. Lalu, ke mana lagi aku harus pergi? Sekelilingku ada dia, suasanaku seakan tidak selamat lagi. Aku kaget. Rimas. Tiada lagi ruang untuk ku bernafas. Ujian apakah ini?

[Apresiasi] Mereka ada

Sebenarnya, aku tidak rela memberikan seluruh cintaku ini kepada sesiapa pun, apatah dalam masa terdekat ini. Itu yang sudah ku bicarakan tentang perihal nafsu. Perihal keseorangan dan bersendirian. Perihal menjaga hati. Moga Allah mengampuniku seluruhnya. Aku bukanlah insan terbaik untukmu. Terima kasih andai engkau sudi menungguku. Jika engkau memikirkan kesempurnaan dariku, usah lah engkau berharap lebih. Kerana aku hanyalah seorang wanita akhir zaman yang punya secebis harapan untuk mencintai kamu, suamiku.



Semalam dan hari ini aku diuji dengan kesakitan lagi. Mungkin sebagai kifarah dosa. Alhamdulillah, Allah telah menyembuhkanku walau bukan sepenuhnya lagi. Tekak masih perit untuk menelan tapi aku cuba untuk gagahi. Aku akan menantimu kelak, apabila aku kesakitan begini, pasti engkau akan menjagaku. Di sini, aku masih punya sahabat yang menjagaku dan pastinya aku sendiri yang akan menjagaku sendiri. 



Kesibukan itu sering berlegar-legar di sekelilingku. Aku harap di dalam kesibukanku ini, aku tidak melupakan-Nya. Aku harap engkau juga begitu. Baru-baru ini, aku merasakan percutian yang kulalui ibarat menjadi percutian rohani juga. Alangkah ruginya aku. Sering aku merasakan kekuatan ku yang sebenar adalah semasa aku dikelilingi oleh sahabat handai yang soleh solehah. Maafkan aku andai ikhtilatku tidak terjaga, maafkan aku andai aku terlalai seketika dalam perjuangan melawan nafsu. Maafkan aku. Aku masih berharap kekuatan untuk itu.


[Apresiasi] Semuanya termasuk aku

Aku melihat orang-orang yang soleh memperjuangkan kata-katanya, baik di kuliah-kuliah, baik juga dalam ceramah-ceramahnya atau juga tazkirahnya. Tetapi mereka sendiri diuji dengan apa yang mereka dakwahkan. Aku mengetahui cinta itu satu fitrah, tetapi kenapa mereka sendiri mencalarkannya. Aku bimbang aku juga akan melakukannya tanpa sedar. Aku melihat akhlak mereka adalah yang terbaik (ya, aku tidak tahu apa yang tersirat dalam hati mereka) luarannya sempurna, namun perkhabaran yang ku terima, mereka sedang dalam jerat dan permainan syaitan. Bagaimana untuk aku mempercayai mereka lagi? Kata-kata mereka? Kuliah-kuliah mereka? Siapa lagi yang bakal untuk ku jadikan teladan? Itu orang yang soleh apatah lagi aku yang biasa-biasa ini saja. Bila-bila masa Allah akan mengujiku kembali. Doakan kekuatan buatku untuk terus menjaga hati.
[Apresiasi] mujahadah daie'



Tercipta engkau dari rusuk lelaki
Bukan dari kaki untuk dialasi
Bukan dari kepala untuk dijunjung
Tapi dekat dibahu untuk dilindung
Dekat jua di hati untuk dikasihi
Engkaulah wanita hiasan duniawi



Terngiang-ngiang lagu wanita yang dinyanyikan oleh dehearty. Pasti aku terharu jika engkau tujukan lagu ini buatku kelak. Aku akan menunggu. Doakan aku. Aku mohon. Doakan aku kuat. Doakan aku setia denganmu. Doakan aku tetap cinta denganmu. Doakan aku mencintai Dia lebih dari segalanya. Doakan aku tabah dalam segalanya. Doakan aku ceria sentiasa. Doakan aku supaya aku terpelihara. Doakan aku cepat sembuh. Doakan agar aku sentiasa dalam rahmat-Nya dan redha-Nya. Dan doakan agar aku sentiasa terpelihara dalam hidayah-Nya. 

[Apresiasi] Wanita


Kau digelar sebagai penyeri dunia
Hadirmu melengkap hubungan manusia
Bukan saja dirindui yang biasa
Malah Adam turut sunyi tanpa Hawa


Terima kasih buatmu~ =')

Ikhtilat: jangan buat saya jatuh hati pada awak sbb Saat ini Saya Hanya Punya Satu Cinta (Allah)


“Tell the believing men to lower their gaze and be modest. That is purer for them. Allah is Aware of what they do. And tell the believing women to lower their gaze and be modest.” (An-Nur: 30-31)


Allah dah bagi peringatan supaya kita menjaga perhubungan sesama lawan jenis. Hmm, tapi susah kita nak faham (termasuklah orang yang menulis ni)


(Saya mohon kebenaran untuk sebarkan poster ni yep-approve pun dak lagi ni)  Bila mana kita tidak menjaga pandangan, kelakuan pun tidak akan berjaga. Yes, benda yang kita nampak remeh temeh je pon, but impact sangat besar. Mempengaruhi seluruh kehidupan. Penjagaan hati itu penting.


Bukannya apa, kadang-kadang orang tu layan kita sama je macam kawan dia yang lain. tapi disebabkan hati perempuan ni mudah tersentuh, kita pun dah start sayang and etc etc pada kawan tu. Tapi sebenarnya dia biasa-biasa je. So girls, beware. The heart is fragile, so handle with care. =)



Sekali lagi saya ingatkan, bukan niat saya untuk berat sebelah untuk memenangi kaum wanita, tapi saya cuma berkongsi cerita tentang kebenaran yang sering berlegar-legar di sekeliling saya. Sekadar peringatan bersama. Waallahu'alam~ =)


p/s: penjagaan bersama mensucikan hati~ =)

Tuesday, November 1, 2011

Ukhti.!!

Sebuah pesan masuk dalam Inbox Fecebookku.

“ Ukhti, aku hanya ingin mengenlamu, apakah aku sehina itu sampai kamu tak mau mengenalku “
Ku delet pesan itu tanpa ku balas.
Pesan ke dua dari orang yang sama.
“ Ukhti, apakah ikhwan seperti aku tak bisa menjalin ukhuwah denganmu “
Tak tega rasanya, apalagi ini untuk masalah ukhuwah. Baiklah aku balas.
“ Afwan akhi, baiklah kalo memang untuk menjalin sebuah ukhuwah “

===================================

Kena deh.. !!!
Sebuah alasan klasik, “ Ukhuwah “ mampu meluluh lantahkan hati wanita yang sedang mempertahankan harga dirinya, biar enggak kena rayuan dari “ Ikhwit “ ( ikhwan genit ). Namun apa daya, apa harus di sangka. Dengan sebuah kata Ukhuwah menjadikannya terjerat nafsu syetan.

Wanita memang mudah terjerat kata – kata, apalagi yang membuatnya enggak enak sama kamu. Dia pasti langsung ngerespon. Karna firahnya wanita terlalu lemah dengan perasaannya.
Bila seorang akhwat enggak mau membalas chat privat atau membalas inboxmu, kamu akan menganggap dia sombong bahkan kamu akan menulis di statusmu “ Aku memang ikhwan hina yang enggak pantes berteman dengan akhwat semulia dirimu “. Berharap si akhwat melihat dan meresponmu. Hmm ..yang kayak gini nih, memanfaatkan kelemahan wanita.

Bila seorang akhwat dengan mudah meresponmu membalas setiap inboxmu, membalas setiap chat privatmu. Maka kamu dengan bangganya menulis di statusmu “ Ukhti, ijinkan aku mengenalmu lebih dalam “. Aduh.. bener-bener deh ingin memanfaatkan perasaan akhwat yang hanya ingin menjalin sebuah ukhuwah.

Ukhti..
Ijinkanlah kami tahu apa yang kamu inginkan. Bila kau ingin menjaga kehormatanmu, tegaslah pada kami. Jangan kau asingkan kami tanpa kepastian, sehingga kami berprasangka buruk padamu. Jika kau mempertegas kami, kami akan undur diri untuk menjaga perasaan dan kehormatanmu.

Janganlah kau menjebak kami dengan kata-kata manis, seolah kau pun suka dengan rayuan kami. Sungguh ukhti, kami pun lemah. Lemah akan syetan yang terus menggoda kami. Lemah dengan syetan yang selalu menghampiriku untuk mengenalmu di balik jilbabmu. Lemah dengan syetan yang selalu membawamu dalam pikiranku.

Wahai Ukhti, tegaskanlah syetan yang ada dalam jiwa kami. Agar kami pun bisa lepas dari nafsu yang kuat mengikat kami. Hindarkanlah kami dari kelemah lembutanmu pada kami, karna kami tak mau menghancurkan harga diri dan iffah mu.

Akhi..
Ijinkanlah kami mempertegas keluhamu. Bukannya kami ingin menjauhimu apalagi ingin merusak ukhuwah. Kau bilang kami sombong karna tak mau mengenalmu, tapi kami bilang, kami takut akan perasaan kami. Kami lemah akan kata-kata manis, kami lemah akan kata-kat sempurnamu yang menghujam hati kami. Mengertilah bahwa kami tak mampu membendung nafsu bila kami terjebak di dalamnya.

Kau bilang, kami terlalu mulia untuk berteman dengan ikhwan sepertimu. Justru kau terlalu mulia, jika kami datang padamu untuk menghancurkan benteng pertahanan imanmu. Tak sadar kah kau,bahwa di seluruh badan kami banyak syetan yang bersemayam. Bila kau sampai tergoda oleh syetan yang ada pada kami, maka kemuliaanmu dan kemulian kami akan sirna.
Jangan kau dekati kami hanya karna kau ingin menunjukkan bahwa kau seorang lelaki sejati. Lelaki sejati tak akan menjebak kami dalam rayuan bahkan mengolah kata-kata manis untuk menjebak kami dalam kehendak syetan yang ada di antara kita.

Wahai akhi..kau ancam kami dengan kata manis, kau suruh kami men’delet’ mu bila kami tak ingin berteman denganmu. Kami akan melakukan itu bila itu kehendakmu namun bilakah kau ingin men’delet’ kami dari pertemananmu karna kau anggap kami terlalu merendahkanmu. Deletlah kami bukan hanya dari situs pertemananmu, tapi juga dari hatimu sampai kau benar-benar mendatangi kami, untuk meminta halal pada orang tua kami. Maka kau lah yang terpilih untuk menjadi Pangeran hatiku.

Mengertilah dan maafkan kami !!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More