Thursday, July 21, 2011

Sisa Malam

Hai sisa malam...,

masih enggan aku meninggalkanmu dengan lelapku...

karena seonggok haru biru rindu

masih jua tak kunjung mau  sirna...

memaksa jemari angan menguak kembali halaman cerita silam...

 

Hai Bintang...

yang menjadi tokoh dalam kisah semu ciptaanku...

Pulanglah kepada tiada...

Esok kita bercumbu kembali...,

merajut lagi cerita dibalik pejaman mata...,

 

Hai rembulan separuh...sisa purnama kemarin,

merangkak pulang menjemput pagi...

seiring gulirmu menuju peraduan..

tolong sampaikan kepadanya...,

Aku Merindunya semenjak lusa...

Apa Arti Semua ini

Adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
Apakah salah hati ini

ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti…
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadari hanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
Dari kesucian cinta Ilahi....

Allah SeLalu ada rencana indah Untuk Kita

Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi

Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia
beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati

Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya...

Sahabatku

Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

Selalu Setia

Tetes hujan yang melambai di kaca jendela ia mencari alamat sungai.
Aku mencari alamat hatimu. Kutemukan telaga: sebuah genangan sunyi,
tanpa ombak tanpa nyanyi, lalu kutenggelam dalam bening puisi. Itulah
yang istimewa tentang dirimu, ketika segayung hujan membasuh telapak
tanganmu, aku terhanyut di situ, lautan teduh dekapanmu. Maka aku
menyamar hujan, memelukmu deras, mencium parasmu dengan kecup rintik
yang tak pernah tuntas.

Di telapak tanganmu aku mengembara tanpa berhenti, menyusuri
garisgaris sungai keberuntunganku. Setiap garis adalah makna.
Membawaku pada muara bernama cinta. Aku di situ melukis sawahsawah
yang menguning dengan jejak hidupku. Rerumputan, ilalang, kenangan,
dan bunga-bunga rindu. Airmata dan semesta. Hujan dan doa.
Membentangkan tenda cahaya tempat kita menghabiskan waktu dan bara.
Setiap bintang adalah karunia. Setiap titik waktu yang aku petik
untukmu.

Aku ingin menulis seperti sebaris embun yang kauselipkan pada seliris
kuntum di bibirmu. Cukup manis walau hanya sebait senyum. Kutahu,
puisi tak selalu tercipta dari kata. Tetapi hanya dengan kata kumampu
menceritakan puisi ini padamu.

Duhai Senyuman Mu

Tersungging manis senyummu duhai juwita hatiku....
Sejukkan pandangan saat ku menatap fotomu....
Akankah dapat ketemui senyummu selamanya di dalam hidupku....
Yang mampu mencairkan bekunya hatiku cuma kamu...

Juwita oh juwita hatiku....
Apakan aku akan selalu ada dihatimu?...
Seiring sejalan hanya bersamaku....
Jadikan aku sebagai pendamping hidupmu....

Duhai juwita hati pujaan hatiku...
Tersenyumlah yang manis seikhlas hatimu....
Jadikan senyum itu hanyalah buatku....
Karena ku sangat menyayangi dan mencintaimu....

Cinta

Lagi lagi Cinta...
Cinta... Yah Cinta....

Cinta...
Cinta membuat diri menjadi gila
Memenjarakan akal tak berdaya
Membutakan mata …..Menulikan telinga
Membungkam mulut tak bersuara
Namun dalam kegilaan
Jiwa menemukan penyucian dan penyatuan keabadian
Sedang dalam ketakberdayaan
Hati memeluk keindahan diantara perasaan dan harapan
Dan dalam dimensi sebuah cinta
Sesunguhnya mata dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya
Telinga mampu mendengar sebentuk bisikan dari lorong jiwa
Lalu mulut tak henti-hentinya menyanyikan musik dari surga 

hihihi......bicara tentang cinta ..,, cinta... cinta... cinta...



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More