Saturday, January 22, 2011

Sekularisme Dalam Sorotan




HTI Press. Pada hari Ahad, 9 januari 2011, Muslimah HTI DPD II Banyumas menyelenggarakan seminar Ke-Islaman, mengambil tema ” Sekularisme dalam Sorotan“. Bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, seminar ini dihadiri oleh Mubalighot, para Nyai Pondok Pesantren, Guru dan Pengawas `Agama, penggerak majlis ta’lim dan Ustadzat. Pemateri yang dihadirkan, Ustadzah Ning Muhibbin (Mubalighoh Banyumas), ustadzah Hj Asih Sari Umiatun (Muslimah HTI Banyumas), dan Ustadzah Siti Muslikhati, M.Si (Muslimah HTI DPD I Yogyakarta).

Walaupun di awal persiapan Muslimah HTI Banyumas harus berhadapan dengan pihak Kemenag Banyumas yang kurang open hanya karena menganggap HTI merupakan gerakan transnasional, namun tidak menyurutkan langkah panitia untuk tetap terus menyakinkan bahwa HTI berjuang agar Indonesia lebih baik. Terbukti dengan peserta yang hadir cukup banyak dan antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai.

Dalam pemaparannya, ketiga pemateri bersemangat mengungkap fakta dan bahaya sekularisme serta mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Islam sebagai mabda/idiologi yang mengatur seluruh tatanan kehidupan.Di sela acara juga ditampilkan tayangan Bisyarah Khilafah, bukti bahwa janji dan pertolongan Alloh akan diberikan kepada kaum muslimin yang gigih dan ikhlas memperjuangan kemuliaan umat dalam naungan syariah dan khilafah.(MHTI DPD II Banyumas)

BY:MUSLIMAH hIZBUT TAHRIR INDONESIA

MHTI Jateng Kritisi Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan



HTI Press. Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan digadang-gadang pemerintah akan mampu menyelesaikan permasalahan KDRT dan kemiskinan yang menimpa perempuan saat ini. Berbagai asumsi dilempar untuk meng-golkan program ini. Nyatanya bukanlah kesejahteraan perempuan yang didapatkan namun justru kerusakan bertubi-tubi yang diperoleh. Ketika perempuan dan ibu berlomba untuk beraksi di ranah publik, tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga menjadi terabaikan. Perhatian kepada anak dan suami diberikan disertai rasa lelah karena sibuk beraktivitas “produktif” di luar rumah.

Untuk mengkritisi Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Muslimah HTI DPD I Jawa Tengah dan DPD 2 Kota Semarang melakukan serangkaian kegiatan.

1. Roadshow Media

Media sebagai salah satu pilar demokrasi merupakan salah satu corong yang digunakan untuk propaganda program PEP. Media dengan opini yang dibawakan akan mudah untuk menggiring Ibu dan perempuan mengikuti berbagai program PEP. Untuk itu Muslimah HTI DPD I Jateng melakukan kunjungan ke media yang ada di Kota Semarang, yakni ke TVKU pada Selasa, 14 Desember 2010 pukul 09.30 dan Cakra SemarangTV pada Rabu, 15 Desember pukul 13.30. Pada kedua media elektronik tersebut, delegasi yang dipimpin oleh Ketua MHTI DPD I Jateng, Ustadzah Ratih Respatiyani mengungkapkan kesalahan asumsi yang dibangun untuk penetapan program PEP. Asumsi bahwa perempuan yang tidak memiliki penghasilan sendiri akan mudah terkena KDRT, ternyata yang terjadi kemudian setelah perempuan memiliki penghasilan sendiri, angka gugat cerai justru semakin meningkat di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Dan diungkapkan pula bahwa program PEP ini tidak akan bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang terjadi pad bangsa ini.

2. Aksi Ibu Peduli generasi

Bertepatan dengan peringatan hari ibu tanggal 22 Desember 2010, Muslimah HTI DPD 2 Kota Semarang melaksanakan Aksi Ibu Peduli Generasi: Ibu Indonesia Tolak Kapitalisme dengan Syariah dan Khilafah. Aksi longmarch dilaksanakan mulai pukul 09.00 dari pelataran masjid Baiturrahman kawasan Simpang Lima menuju Videotron Jl.Pahlawan. Dalam orasi yang disampaikan di hadapan peserta aksi , Ustadzah Sri Endah Abdullah (Lajnah Faaliyah MHTI) menggambarkan tipu daya kapitalisme untuk mengentaskan kemiskinan perempuan melalui program pemberdayaan ekonomi perempuan dan sebutan TKW sebagai pahlawan devisa. Usaha itu bukanlah solusi bagi masalah kemiskinan perempuan namun justru semakin menyengsarakan perempuan. Selanjutnya, Ustadzah Indra Lestari (MHTI Kota Semarang) mengambil tema “Kembalikan Ibu pada fitrahnya”. Kapitalisme telah mengoyak fitrah ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga dan menarik para ibu untuk berkiprah di ruang publik hingga mengabaikan peran pentingnya mendidik generasi bangsa ini. akibatnya keretakan rumah tangga, gugat cerai dan kenakalan anak dan remaja bukanlah hal yang asing di era kapitalisme ini. Orator terakhir Ustadzah Ratih Respatiyani (Ketua MHTI DPD I Jateng) menyampaikan bahwa “Khilafah Menjamin kesejahteraan masyarakat”, sistem ekonomi kapitalisme yang telah terbukti nyata menyengsaraan dan memiskinkan masyarakat harus diganti segera dengan sistem ekonomi islam dalam bingkai penegakan Khilafah Islamiyah. Sistem inilah yang akan mampu menjamin kebutuhan pokok masyarakat, dan pemenuhan kebutuhan perempuan akan diatur dengan mekanisme yang jelas yakni wali, keluarga, masyarakat dan negara. Perempuan secara khusus dan masyarakat secara umum akan hidup aman dan sejahtera di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

Selain orasi, dalam aksi ini juga ada aksi teatrikal tentang penindasan yang dilakukan kepada perempuan dan gambaran kerusakan generasi saat ini. Kemudian aksi damai ditutup dengan dibacakan pernyataan sikap Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Mari Ibu Indonesia, Tolak Kapitalisme, Selamatkan Generasi Bangsa ini dari kehancuran dengan Syariah dan Khilafah.

3. Forum Muslimah untuk Peradaban

Puluhan tokoh muslimah dari berbagai kota di Jateng Utara (pantura) hadir di Rumah makan Padang Nusantara, Ahad, 19 Desember 2010 pukul 09.00 dalam acara Forum Muslimah untuk Peradaban: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan antara Harapan dan Kenyataan. Acara yang diselenggarakan Muslimah HTI DPD I Jateng ini menghadirkan Ustadzah Siti Maryam dari Muslimat NU Blora dan Ustadzah Hayyin Thohiro (DPP MHTI), keduanya menyampaikan gambaran perempuan dan kemiskinan yang terjadi saat ini. Ternyata kemiskinan tidak akan terselesaikan dengan berbondong-bondongnya perempuan mengambil peren akonomi di ranah publik. Bukannya menyelesaikan masalah akan tetapi justru mendatangkan masalah baru dalam keluarga dan pendidikan anak, dan tentu ini akan berbahaya bagi kelangsungan generasi yang mandiri dan berjiwa pemimpin bagi negeri ini.

Ustadzah Hayyin Thohiro memaparkan bahwa Islam memiliki mekanisme yang khas untuk menyelesaikan kemiskinan pada wanita yakni melalui penafkahan oleh suami, nafkah melalui jalur wali/kerabat kemudian peran serta masyarakat yang ditumbuhkan untuk melakukan sekedah, infaq dan zakat, dan tak kalah penting peran negara untuk mengentaskan kemiskinan.

4. Konferensi Pers

Seusai acara Forum Muslimah untuk Peradaban, MHTI DPD I Jateng mengadakan konferensi pers untuk kembali menjelaskan Kritisi atas Kebijakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan. Hadir dalam konferensi ini wartawati dari RRI Semarang, TVRI Jateng dan Radar Semarang. (FH/12)

Salah satu kegiatan yang di laksanakan Muslimah HTI







Muslima HTI indonesia di kota Purbalingga Gelar Diskusi Kritisi Program PEP

HTI Press. Hari Kamis, 30 Desember 2010 pukul 13.30 sampai dengan 16.00 bertempat di RM. Sidoroso Purbalingga, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Purbalingga menggelar Diskusi Muslimah dengan tema “Mungkinkah Perempuan Mengentaskan Kemiskinan Bangsa ? Telaah Kritis Atas Program PEP”.

Acara yang berlangsung santai namun serius ini, alhamdulilah dihadiri oleh sekitar 15 muslimah yang terdiri dari tokoh dan pengurus majlis taklim se-purbalingga dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu : ustdazah Lies Arifah, SP.d (MHTI Yogyakarta) dan ustadzah Muthi’ah, ST (Ketua MHTI purbalingga). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Tim PKK kabupaten yang juga istri dari Bupati Purbalingga Ibu Sudarli Heru Sujatmoko yang menjadi keynote speaker dan didampingi oleh ibu Erna, Pokja I bidang kemiskinan.

Acara ini di gelar bertujuan untuk memberi penjelasan tentang alasan mendasar dari program pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan dampak yang ditimbulkannya serta bagaimana solusi Islam dalam mengentaskan kemiskinan. (MHTI Purbalingga)

Pesantren Liburan Anak: Menjadi Generasi Pejuang


HTI Press. Libur tlah tiba..libur tlah tiba..horeee!! Masa liburan sekolah menjadi saat yang tepat untuk mengajak anak-anak menikmati liburan dengan cara yang berbeda. Tidak lagi dipenuhi dengan nonton tayangan khusus liburan, menghabiskan waktu untuk bermain atau keluar kota mengunjungi sanak keluarga.Muslimah HTI DPD 2 Kota Semarang, secara khusus mengajak puluhan anak dari usia 7 - 13 tahun untuk mengikuti Pesantren Liburan Anak. Acara ini diselenggarakan Senin, 20 Desember 2010 di Taman Bermain Mahardhika,Banyumanik Semarang.

Start awal dari Pesantren Liburan Anak ini adalah senam pagi, senam dulu biar sehat dan fresh pemikirannya. Ustdzah Dimi dan Ustadzah Dewi memandu dengan peserta dengan penuh semangat, dan tentu dengan penuh keceriaan anak-anak mengikutinya dengan tak kalah semangat.

Usai senam, peserta diajak bernyanyi dengan gembira oleh Ustadzah Dewi, tentu lagu dan tepuk yang membakar semangat mereka untuk meyakini akan adanya Allah swt, semakin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah swt. Perkenalanpun dilakukan, tak kenal maka tak sayang, keceriaan yang muncul dari anak-anak menjadikan perkenalan semakin asyik dan rasa sayangpun tak sulit untuk segera ditumbuhkan. Bravo! Perkenalanpun tak semata perkenalan, bagi-bagi kelompok juga. Anak-anak diajak mengenal Khalafaur Rasyidin, siapa yang bisa menebak, maka itu menjadi nama kelompoknya. So,kelompok Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib pun terbentuk. Alhamdulillah, pengetahuan jadi bertambah.

Setelah kenalan dan nyanyi-nyanyi, shalat dhuha dulu yuk. Jamaah dhuha pesantren liburan anak dipimpin oleh Mas Umar, Subhanallah sudah berani jadi imam, tentu dengan modal yang mumpuni dong. Dan makmum pun dengan tertib mengikuti gerakan imam, tidak ada canda, semuanya khusyuk mengharap ridho Allah swt di pagi ceria itu.

Sesi pertama ada games yang dipandu Ustadzah Nanik “Sembunyikan Hartamu”, perburuan harta karun pun dilakukan peserta di sepanjang area Taman Mahardhika, memanjat, menelusuri semak-semak dilakukan untuk menemukannya. Finally, terkumpul semua, ternyata setelah digabungkan harta karun itu bertuliskan A L L A H. Dari games ini, peserta diajak mengenal siapa Allah swt, dan diperkenalkan bahwa Allah itu Maha Tahu, “jadi adek-adek melakukan perbuatan apapun, Allah tahu tidak? ” Tahuuuu…” kompak peserta menjawab. Jadi, sejak kecil wajib menjaga amal perbuatan agar berpahala, meski sembunyi-sembunyi dan berbohong, Allah tetap tahu lho adek-adek. Siap!

Selanjutnya, mewarnnai dan bercerita “Semua ciptaaan Allah”, wah pada semangat sekali mewarnainya, ada buah, sayur, ikan, gajah, pokoknya semua ciptaan Allah swt. Sesi ini dipandu Ustadzah Depy. Setelah mewarnai, break makan siang, nyam nyam, sambil makan nonton Tupi dan Ping-ping, berpetualang deh. Sesi istirahat ini dilanjutkan dengan bermain bebas, asyiik main ayunan dan main bola. Setelah itu shalat dhuhur, jamaah lagi dengan Mas Umar sebagai imamnya.

Sesi terakhir ni, “Cerita Bunda” yang dipandu Ustadzah Fitri. Peserta diajak memahami bagaimana perasaan, harapan dan kasih sayang Bunda mereka. Ustadzah Fitri membacakan cerita harapan dari bunda salah satu peserta. Sangat menyentuh, ternyata Bunda, Ibu, Umi, Mama senantiasa menginginkanyang terbaik bagi putra-putrinya. Pemandu juga meminta anak-anak untuk mengemukakan perasaan dan usahanya untuk menjadi anak yang dibanggakan orang tuanya. Ingat nak, ridho Allah tergantung pada ridho orang tua, jadilah anak-anak yang dibanggakan orang tua kalian, jadilah anak-anak yang sehat, cerdas, bertakwa, siap menjadi pemimpin dan berani berbeda untuk menyerukan islam.

Doa penutup pun dipanjatkan, semoga menjadi anak-anak sholeh yang senantiasa menjadikan ridho Allah swt sebagai tujuan. Dan sampai ketemu lagi di kajian intensif anak. Tak sabar menunggu kalian belajar islam, mengamalkan, dan menyebarkan kepada teman-teman kalian. Allahu Akbar! (FH/12b)

senam pagi dulu biar sehaT













Salah Satu akhwat memasangkan Nama












semangad mengikuti materi pertama












harapan Ummi untuk kalian..












shalat dhuhur berjamaah













BY: Muslimah Hizbut tAhrir Indonesia

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More