Sunday, July 10, 2011

Ini mengenai kejujuran, Kawan!


Jujur, apakah kau yakin di dunia ini masih ada orang yang bisa jujur?
Aku yakin, di antaranya masih banyak orang yang bisa jujur.
Setidaknya jujur dengan hati kecilnya sendiri.
Yaitu aplikasi bentuk dari jujur terhadap dirinya sendiri.
Jarang aku bisa menemukan itu
Oleh sebab inilah, kenapa Tuhan tidak pernah memberikan kelebihan kepada manusia untuk bisa mengetahui isi orang lain.
Karena kalau semua orang bisa jujur di dunia ini, mungkin tidak akan ada lagi “hukum” di dunia ini.
Kan hukum dibuat bagi mereka yang melanggar? Bukankah mereka melanggar karena mereka tidak jujur?“, begitu sahut pelangi.
Seperti melukai diri sendiri dan mengobatinya sendiri.
Itu yang kurasakan setiap aku dengan mudahnya (mungkin) menangkap ketidakjujuran yang diselayangkan lewat wajah ataupun tingkah laku yang berusaha seambigu mungkin dengan hati.
Walau berpura-pura tidak tahu.
Tetapi hati tetap tidak bisa dibohongi.
Begitupun aku selalu menghargai jika seseorang, siapapun itu bisa jujur, apalagi dengan hatinya sendiri.
Akupun sebenarnya bukan makhluk yang suci, Kawan!
Aku cuma manusia biasa yang selalu berusaha untuk terus jujur.
Aku juga mungkin di masa lalu pernah tidak jujur.
Tapi sekali lagi, karena aku tahu bagaimana rasanya efek dari sesuatu ketidak jujuran itu.
Akhirnya aku memutuskan mulai belajar untuk terus jujur.
Hingga ini bisa menjadi kebiasaanku terus menerus.
Efek itu, Kawan!
Efek itu yang membuatku tak berani untuk tidak jujur.
Ketika sekali kau berbohong.
Kau akan kehilangan kepercayaan yang diberikan orang lain kepadamu.
Kepercayaan…
Sekali kau kehilangan itu, kau tidak akan pernah mendapatkannya lagi.
Sama saja jika keadaannya kau yang kehilangan kepercayaan dari seseorang, ataupun seseorang yang membuatmu kehilangan kepercayaan itu.
Tidak ada istilah “berkurangnya kepercayaan”.
Karena walaupun berkurang, itu berarti sama saja dengan kau tidak percaya lagi. Walaupun tidak sepenuhnya.
Karena bagiku sekali sudah tidak percaya, maka untuk dapat percaya lagi… itu sulit.
Tapi, kau harus bisa menghargai orang yang bisa mempercayai kejujuranmu.
Karena sekarang tak semudah itu, Kawan!
Terkadang dari mereka tidak bisa membedakan mana yang jujur atau tidak.
Terlalu tipis perbedaan di antara keduanya.
Hanya dengan mengikuti kata hati kau akan merasakan apakah itu sebuah kejujuran atau tidak.
Betapa sakit rasanya jika kau ternyata sudah jujur, tapi malah mereka mengatakan bahwa kau belum jujur.
Apakah jujur itu membutuhkan suatu aura, seperti rasa simpatik yang langsung bisa membuat orang percaya dengan kondisi yang mungkin itu hanya sebuah kamuflase sikap? Siapa yang bisa benar-benar tahu tentang hal itu? Kecuali Tuhan dan hatinya sendiri?
Untuk itu teman makanya kukatakan. kau harus mengapresiasi orang-orang yang menghargai kejujuranmu.
Jarang-jarang di dunia ini kau akan mendapatkan orang yang seperti itu.
Hidup itu penuh dengan keseimbangan bukan?
termasuk kejujuran, untuk memberi dan menerima 

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More