Sunday, July 10, 2011

Seulayang


ku berpikir mungkin kehidupan seperti layangan.
Layangan yang tampak indah, diterbangkan tinggi dengan untaian tali yang panjang.
Aku mengibaratkan itu seperti pengharapan tinggi dari setiap orang.
Aku yakin, seburuk atau sebodoh apapun seseorang, dalam dirinya pasti memiliki ekspektasi yang tinggi.
Tergantung kembali, apakah itu menurut realita ataupun hanya sekedar angan di siang hari.
Ketika layangan sampai di atas langit yang membiru.
Saangaat cantikk…
Ya cantik dan dikagumi oleh banyak mata yang memandang.
Tapi itu ketika dia sedang berada di atas sana Kawan!
Layangan di kala senja
Hmm, tak pernah ada yang tahu.
Apa yang sesungguhnya terjadi di atas sana?
Layangan itu sendiri.
Dia hanya berusaha kuat dari tekanan angin yang datang dari berbagai arah.
Hanya ada tali pengontrolnya, tapi tak selamanya bisa begitu.
Layangan harus berhadapan dengan angin dan cuaca yang menekannya selama ini.
Hanya ada dua pilihan.
Jika ia tak mampu bertahan, dia akan jatuh, robek bahkan terputus.
Berusaha sendiri, menahan sendiri, dan mengalaminya sendiri.
Toh, angin dan cuaca itu hanya mampu menjadi tekanan kan??
Hanya hadir sesuai dengan keinginan mereka.
Jika mereka baik, di situ layangan akan naik.
Jika mereka sedang “ngambek” bisa-bisa layangan pun hancur dibuatnya.
Hanya hal bodoh jika berharap bahwa angin dan cuaca akan mengerti layangan, ahaha… 
Apalagi jika petir datang, rimba layangan pun seperti hilang kelam.
Ketika layangan berada di atas awan
Apakah ada layangan yang berada di tempat tertinggi tanpa putus dari talinya?
Seulayang… kasihan dirimu..
Kalaupun ada, hanya akan ada satu atau dua saja.
Selebihnya mungkin hanya terbang rendah.
Jatuh itu pasti sakit, apalagi ketika jatuh tanpa tahu akan jatuh dari ketinggian berapa, ataupun di mana akan terjatuh.
Saat ini, siapa yang akan peduli terhadap layangan yang akan jatuh?
Tidak ada…
Ribuan mata yang memandang tadi menghilang dan berganti ke arah layangan yang lain.
Cemaskah mereka ke mana layangan itu jatuh?
Sepasang mata yang melihat ke arah layangan yang tinggi
Hanya ada sepasang mata kesedihan dan cemas melihat ke mana rimbanya layangannya akan terjatuh.
Dia hanya berusaha untuk mengejar agar layangan itu dapat kembali untuknya.
Yang lainnya mungkin mengejar.
Tetapi lebih sebagai permainan siapa yang duluan mendapatkan layangan itu.
Ya hanya sebagai permainan.
Layangan itu hanya perlu dilepas sejenak, ketika angin baik dan hari mulai kembali cerah.
Dia tidak ingin terbang terlalu tinggi.
Cukup tinggi saja.
Tidak perlu hingga membuat hati si empunya menjadi cemas karena kejatuhannya, atau kejatuhan itu malah menyakiti diri sendiri.
Asalkan bisa memberikan senyuman ketenangan dan kebahagiaan bagi pemiliknya, itu saja sudah cukup.
Karena, itulah kebahagiaan, bagaimanapun kondisi yang engkau terima, ketika suatu kondisi itu tetap kau syukuri tanpa harus kau kesal karena tertahan dengan tekanan di dalamnya hanya untuk menjadi tinggi. Itu tidak perlu.
Jadilah diri yang membuatmu bahagia.
Karena akan ada cerita lain yang muncul, ketika kau tidak bahagia.
Hidup hanya sekali, jadi berbahagialah, Kawan ! 
Layangan bebas :)

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More