Sunday, July 10, 2011

Cerita 3 perahu


Bisa kau lihat tiga perahu kecil dalam gelap MALAM yang tak bertuan itu.
Dua perahu merah jambu yang sama persis dan satu perahu ungu.
Karena kedua perahu kecil merah jambu itu sama, maka aku menyebutkan dua nama berbeda.
Perahu sisi kanan dan perahu sisi kiri.
Nama itu kuberikan berdasarkan posisi dari perahu ungu itu berada
Kau lihat perahu ungu yang berada di antara dua perahu merah jambu itu?
Hanya dia yang tidak tersentuh oleh serpihan air hujan.
Mungkin dari jarak dan waktu posisinya akan lebih dekat dengan perahu sisi kirinya daripada perahu pada sisi kanan itu.
Tapi tahukah engkau….
Walaupun dia jauh dari sisi perahu ungu, perahu sisi kanan itu adalah perahu yang sudah banyak berkorban.
Sangat banyak jatuhan air hujan yang menimpa dirinya.
Tidakkah kau lihat, kehadiran perahu sisi kanan walapun jauh dari segi jarak dan waktu, tapi dia telah banyak menolong dan melindungi si perahu ungu dari percikan air hujan yang jatuh ke bumi.
Mungkin saja jika si perahu sisi kanan itu tidak hadir di sana, perahu ungu itu akan hancur.
Memang perahu sisi kiri juga sebagai pelindung bagi si perahu ungu, walaupun dalam kapasitasnya tidak seberat apa yang dilakukan oleh perahu sisi kanan itu.
Jika diharuskan memilih dalam suatu keadaan yang mendesak, dikarenakan badai laut yang akan segera datang.
Hingga mengharuskan dua dari tiga perahu itu harus ada yang berlayar bersamaan, pilihan tercepat yang digunakan oleh sang nahkoda perahu ungu adalah berlayar bersama dengan perahu sisi kiri dan meninggalkan perahu sisi kanan itu.
Dan aku yakin para awak perahu juga akan menyetujuinya.
Ya langkah itu diambil dengan menimbang bahwa perahu sisi kiri lebih dekat dengannya dari segi jarak dan waktu daripada perahu sisi kanan yang lumayan jauh darinya.
Karena jarak dan waktu yang jauh, itu membuat nahkoda perahu ungu sulit untuk memahami apa yang diinginkan ataupun dipikirkan oleh perahu sisi kanan.
Atau bisa saja kedua perahu merah jambu itu akan berlayar sesuai dengan jalur lintasan masing-masing dan meninggalkan perahu ungu sendiri, sehingga perahu ungu pun berlayar dengan lintasannya sendiri dan mencari kembali perahu yang ingin berlayar bersamanya sesuai dengan takdir kehidupan yang membawanya.
Kemungkinan yang sangat kecil terjadi jika perahu ungu akan berlayar bersama dengan perahu sisi kanan. Kau tahu mengapa? Lagi-lagi hanya karena masalah jarak dan waktu yang jauh di antara mereka.
Walaupun pada awalnya si perahu ungu sangat menginginkan itu. Karena perahu ungu tahu jika selama ini perahu sisi kanan selalu menolongnya dalam keadaan apapun dengan sangat ikhlas.
Mungkin jika badai datang lebih telat dari jangka waktu pencapaian jarak di antara mereka, mereka bisa berlayar bersama.
Tapi lagi-lagi, mencoba dan berharap agar badai datang dalam jangka waktu yang lebih lama itu hanya lah kekuasaan Tuhan yang bisa mengubah ketetapan yang sebenarnya.
Dan tidak ada alasan lain untuk itu.

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More