Sunday, July 10, 2011

Multitalking?? Oh No!!


Apakah kalian tahu mengapa lelaki agak sedikit bising mendengar wanita terlalu multitalking? Ya, memang dari segi bentuk anatomis dan komposisi dari lapisan di otak laki-laki yang menyebabkan setiap omongan yang didengarkan tidak dapat langsung diterjemahkan dengan baik oleh mereka, butuh waktu yang lama untuk itu. Tetapi dari segi kebiasaan, barulah aku tahu mengapa rata-rata laki-laki sangat bosan ketika wanita berbicara, ini beberapa fakta yang tidak berhubungan langsung dengan perbedaan komposisi dan bentuk anatomis dari otak laki-laki dan perempuan:
1. Memang otak wanita diciptakan lebih banyak lokasi verbal sehingga dalam setiap harinya perempuan dapat menghabiskan sekitar beratus ribu kata untuk diucapkan. Tapi tahukah kalian hal apa yang membuat laki-laki menjadi bosan? Ya karena wanita terlalu banyak berbicara, sehingga mereka sulit untuk mendengar. Adalah kelemahan mereka untuk mendengar setiap perkataan dengan baik, mereka butuh waktu untuk mendengar lebih tinggi dibandingkan wanita yang hanya dengan bisik-bisik saja, tetapi bisa langsung mengerti tentang apa yang disampaikan. Yang harus kalian catat wahai wanita, telinga laki-laki itu nggak se-sensitif telinga kalian.

from freedesizn.co.cc
2. Wanita jika berbicara terlalu cepat. Setelah telinga yang tidak sensitive itu harus mendengarkan lagi wanita yang berbicara dengan intonasi yang sangat cepat, itu menimbulkan komplikasi yang double bagi laki-laki. Mengapa? Mereka sudah dikaruniai telinga yang pendengarannya kurang sensitif, harus ditambahkan lagi dengan intonasi nada bicaranya yang lebih cepat dari kecepatan kereta api. Itu membuat informasi yang nyampe ke telinga mereka semakin rumit. Rumit karena nyampenya telat dan rumit karena informasinya nggak jelas mereka terima.
Nah, akhirnya informasi yang “Complicated” masuk ke telinga laki-laki dan mau tidak mau harus mereka transferkan ke otak lewat kabel “saraf” yang ada di telinga. Dan tahukah apa yang terjadi setelah berita“Complicated” itu sampai ke otak mereka? Masalah mereka kini menjadi makin “trouble”. Otak mereka sulit untuk menerjemahkan secara langsung hasil “Complicated” tadi, dikarenakan informasi yang ada di otak harus melewati “jembatan penghubung” dengan bagian otak yang lain untuk proses penerjemahan berita.
Masalahnya adalah jembatan penghubung di otak mereka itu diciptakan sangat sempit, tidak seperti jembatan penghubung di otak wanita yang sangat luas dan panjang. Ini menyebabkan dalam proses transfer informasi harus sedikit demi sedikit melewati jembatan itu, sehingga dalam prosesnya penerjemahannya pun menjadi lama dan tidak sekalian. Bisa kalian bayangkan apa jadinya, jika berita“complicated” nan banyak berderet itu melewati jembatan penghubung secara berdesak-desakan. Ini membuat proses sampainya berita ke bagian otak yang lain dan penerjemahannya akan sangat terganggu. Makanya, tidak heran terkadang ada laki-laki yang sampai marah kepada wanita jika wanita tersebut berbicara sangat cepat dan panjaaaaang. Padahal sebelumnya laki-laki itu sudah meminta kepada wanita untuk berbicara lebih tenang dan tidak terburu-terburu seperti sedang dikejar maling.

from travisrobertson.com
Jadi untuk wanita, jika sedang berbicara dengan laki-laki, alangkah baiknya untuk tidak terlalu cepat. Ini demi menyelamatkan mereka dari tiga masalah yang terjadi di telinga dan otak mereka. Saya yakin, jika usaha ini dilakukan, apa yang kamu bicarakan kepada laki-laki akan lebih disimak dan kalian tidak akan pernah menggerutu dengan mengatakan “kamu dengar sih apa yang aku omongin tadi”, hoho 
3. Sudah banyak bicara, terus bicaranya cepat, ada lagi yang menjadi kebiasaan buruk wanita. Karena wanita diciptakan lebih sering ngomong dibandingkan laki-laki, dan karena jumlah kata yang diucapkan sangat banyak selama per hari, apakah para wanita menyadari bahwa mereka terkadang sering dan selalu mengulang perkataan yang sebelumnya sudah beberapa kali dikatakan padahal mereka berbicara masih dalam kurun waktu yang sama? Aku yakin, banyaknya kata dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Jepang ataupun semua negara yang ada di dunia ini, jika dibandingkan dengan jumlah perkataan yang dikeluarkan oleh satu orang wanita setiap hari, itu akan mengalahkan jumlah banyaknya kata yang ada di dunia ini. Dan tidak mustahil apa yang wanita bicarakan seringnya mengeluarkan kata-kata yang sama sampai kepada maksud yang sama setiap hari.

from flickr.com
Aku baru merasakannya , Teman. Saat ini aku mempunyai hasil rekaman 9 orang ahli yang aku wawancarai untuk hasil skripsiku, dan dari 9 orang ahli itu 2 orang nya adalah ahli wanita. Lantas apa yang membedakannya? Saat hasil wawancara aku catat kembali dengan mendengarkan hasil rekaman wawancara, aku merasakan perbedaan bahwa setiap pembicaraan yang disampaikan oleh ahli laki-laki selalu bersifat analistis, to do point, dan tidak berbelit-belit dalam omongan, sangat tepat dan langsung mengena tanpa harus diulang. Sementara ahli yang wanitanya, selama wawancara berlangsung mereka selalu menyampaikan hal yang sama dan terus mengulang-ulang perkataannya dan maksud perkataannya yang sudah diulang sekitar 10 kali sebelumnya, padahal pertanyaan yang aku ajukan sudah berbeda-beda. Ini membuat aku kesusahan dalam menyimpulkan hasil wawancara ke dalam bentuk tulisan, karena perkataan yang disampaikan itu-itu saja, walaupun untuk durasi waktu pembicaraan dengan ahli wanita lebih lama dibandingkan durasi waktu pada ahli yang laki-laki.

from liyut.com
Mungkin ini merupakan faktor yang menyebabkan mengapa laki-laki sangat bosan dengan wanita yang kalau bicara pasti panjang banget. Karena perkataan yang dikeluarkan itu-itu saja, walaupun durasi untuk berbicara sangat panjang. Laki-laki tidak menyukai hal yang bertele-tele, mereka diciptakan untuk suatu hal yang langsung to do point pada maksud yang dituju. Aku baru berpikir, jangankan laki-laki, aku dan wanita lainnya jika dihadapkan dengan seorang teman wanitamu yang kerjanya hanya bicara dan curhat terus tentang dirinya, sedangkan posisimu hanya sebagai pendengar, lama kelamaan kamu akan bosan juga. Karena apa yang disampaikan terus berulang-ulang dan tentang hal yang sama, padahal jika sekali saja dia ngomong tentang itu kamu udah mengerti. Sebab telinga wanita udah diciptakan lebih sensitif dan jembatan penghubung pada wanita lebih luas dan panjang. Terkadang pun, tanpa aku sadari, aku juga masih sering berperilaku seperti itu, tetapi setelah aku ketahui faktor ketiga ini dan aku rasakan sendiri, setidaknya aku menjadi sadar untuk bisa mengubah kebiasaan jelek ini, bahwa kebiasaan ketiga ini sangat tidak enak, tidak hanya bagi laki-laki. Tetapi juga wanita yang mendengarkan. Mungkin karena inilah si pelangi sering jutek, gara-gara aku sering banget ngeluarin kata-kata yang sama yang sebenarnya dia juga udah pernah dengar kata-kata itu sebelumnya dan udah ngerti apa maksudnya. Maafkan saya, Pelangi … 

from sender11typepad.com
Oke girls, kayaknya mulai berlaku sedikit lebih bijak dalam berbicara itu baik, mulai dari jangan terlalu overdosis dalam berbicara (karena terlalu banyak bicara juga tidak baik), mulai dengan bicara yang tidak terlalu cepat, dan mulai dengan bicara yang langsung to do point dan mengubah kebiasaan untuk tidak mengulang perkataan yang itu-itu saja, sepertinya akan lebih baik. Ya itu akan lebih baik dalam membina komunikasi kita dengan sesama wanita, ataupun komunikasi dengan laki-laki. Karena kamu juga akan kesal jika kamu berada pada sisi mereka yang hanya mendengarkan setiap harinya, hehe 
Semoga tulisan ini bermanfaat, dan selamat mencoba 

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More