Sunday, July 10, 2011

Seulayang


ku berpikir mungkin kehidupan seperti layangan.
Layangan yang tampak indah, diterbangkan tinggi dengan untaian tali yang panjang.
Aku mengibaratkan itu seperti pengharapan tinggi dari setiap orang.
Aku yakin, seburuk atau sebodoh apapun seseorang, dalam dirinya pasti memiliki ekspektasi yang tinggi.
Tergantung kembali, apakah itu menurut realita ataupun hanya sekedar angan di siang hari.
Ketika layangan sampai di atas langit yang membiru.
Saangaat cantikk…
Ya cantik dan dikagumi oleh banyak mata yang memandang.
Tapi itu ketika dia sedang berada di atas sana Kawan!
Layangan di kala senja
Hmm, tak pernah ada yang tahu.
Apa yang sesungguhnya terjadi di atas sana?
Layangan itu sendiri.
Dia hanya berusaha kuat dari tekanan angin yang datang dari berbagai arah.
Hanya ada tali pengontrolnya, tapi tak selamanya bisa begitu.
Layangan harus berhadapan dengan angin dan cuaca yang menekannya selama ini.
Hanya ada dua pilihan.
Jika ia tak mampu bertahan, dia akan jatuh, robek bahkan terputus.
Berusaha sendiri, menahan sendiri, dan mengalaminya sendiri.
Toh, angin dan cuaca itu hanya mampu menjadi tekanan kan??
Hanya hadir sesuai dengan keinginan mereka.
Jika mereka baik, di situ layangan akan naik.
Jika mereka sedang “ngambek” bisa-bisa layangan pun hancur dibuatnya.
Hanya hal bodoh jika berharap bahwa angin dan cuaca akan mengerti layangan, ahaha… 
Apalagi jika petir datang, rimba layangan pun seperti hilang kelam.
Ketika layangan berada di atas awan
Apakah ada layangan yang berada di tempat tertinggi tanpa putus dari talinya?
Seulayang… kasihan dirimu..
Kalaupun ada, hanya akan ada satu atau dua saja.
Selebihnya mungkin hanya terbang rendah.
Jatuh itu pasti sakit, apalagi ketika jatuh tanpa tahu akan jatuh dari ketinggian berapa, ataupun di mana akan terjatuh.
Saat ini, siapa yang akan peduli terhadap layangan yang akan jatuh?
Tidak ada…
Ribuan mata yang memandang tadi menghilang dan berganti ke arah layangan yang lain.
Cemaskah mereka ke mana layangan itu jatuh?
Sepasang mata yang melihat ke arah layangan yang tinggi
Hanya ada sepasang mata kesedihan dan cemas melihat ke mana rimbanya layangannya akan terjatuh.
Dia hanya berusaha untuk mengejar agar layangan itu dapat kembali untuknya.
Yang lainnya mungkin mengejar.
Tetapi lebih sebagai permainan siapa yang duluan mendapatkan layangan itu.
Ya hanya sebagai permainan.
Layangan itu hanya perlu dilepas sejenak, ketika angin baik dan hari mulai kembali cerah.
Dia tidak ingin terbang terlalu tinggi.
Cukup tinggi saja.
Tidak perlu hingga membuat hati si empunya menjadi cemas karena kejatuhannya, atau kejatuhan itu malah menyakiti diri sendiri.
Asalkan bisa memberikan senyuman ketenangan dan kebahagiaan bagi pemiliknya, itu saja sudah cukup.
Karena, itulah kebahagiaan, bagaimanapun kondisi yang engkau terima, ketika suatu kondisi itu tetap kau syukuri tanpa harus kau kesal karena tertahan dengan tekanan di dalamnya hanya untuk menjadi tinggi. Itu tidak perlu.
Jadilah diri yang membuatmu bahagia.
Karena akan ada cerita lain yang muncul, ketika kau tidak bahagia.
Hidup hanya sekali, jadi berbahagialah, Kawan ! 
Layangan bebas :)

Manusia


anusia hidup, ga akan pernah lepas dengan manusia yang lain.
Manusia memang punya Tuhan yang satu, yang menciptakan bumi satu untuk semua manusia.
Gitu juga dengan kehidupan, kita ga bisa memaksakan diri kita untuk hanya menjadi diri sendiri, semau kita, tanpa memperhatikan sikap yang lain yang ada di sekeliling kita.
Tapi, aku menemukan satu kata yang paling sering manusia ucapkan tapi paling sering lupa untuk diterapkan. Ya, kata-kata “menghargai”. Telingaku bosan untuk mendengarkan kata-kata ini dari setiap mulut orang-orang yang berbeda jenisnya. Dari seorang yang kecewa karena orang yang dicintai ternyata tidak pernah bisa untuk menghargai dirinya. Dari seorang anak yang kecewa dengan sikap orang tua yang tidak bisa menghargai apa yang diinginkan oleh anaknya. Dari rakyat yang kecewa terhadap pemimpin karena pemimpin tidak pernah bisa menghargai apa yang diinginkan rakyat. Jadi, apa guna negara ini menerapkan pelajaran moral pancasila dan aqidah akhlak yang diajarkan dari TK dengan tema“Saling menghargai”. Saya bisa jamin, kalau pun di negeri ini dilakukan penelitian presentase orang yang bisa saling menghargai satu sama lain, itu ga akan melebihi dari setengah jumlah populasi manusia.
from banjarkuumaibungasnya.blogspot.com
Manusia, punya satu sifat “ingin dihargai”. Mungkin, karena ia berpikir, ia adalah ciptaan yang diciptakan lebih sedikit “unggul” dibandingkan dengan makhluk yang lain. Ya, karena ada “pikiran” yang membuat manusia bisa menjadi manusia yang rendah hati atau bisa jadi sombong setengah mati, ataupun menjadi manusia yang mengerti untuk berbagi atau bisa jadi egois hanya untuk “diri sendiri”. Dan menjadi manusia, kebanyakan hanya “ingin dihargai” tanpa adanya sikap kooperatif untuk bisa menghargai. Jadi wajar saja jika sekarang banyak kekecewaan yang terjadi. Kau pasti tau lah, kau kan manusia juga. Jadi jika kau tidak pernah bisa menghargai orang lain yang ada di sekitarmu, jangan pernah berharap untuk bisa dihargai. Di situlah efek kekecewaan akan banyak muncul, karena kecewa kebanyakan berasal dari tidak dihargainya seseorang terhadap orang lain.
from ragnafox.name
Aku yakin, jumlah manusia yang kurang dari setengah populasi manusia itu, yang selalu berusaha untuk bisa memahami dan menghargai orang lain, selalu mendapatkan lebih banyak tantangan dibandingkan orang yang hanya ingin dihargai. Betapa tidak, mereka harus bertarung dengan diri mereka sendiri untuk bisa menepis jika ada keinginan mereka untuk bisa dihargai walaupun sedikit saja untuk saat ini. Mereka berusaha untuk menekan ego mereka, hanya untuk bisa belajar menghargai orang lain. Mereka siap jika untuk saat ini harus tertekan lebih dulu karena sikap di sekitar yang memang tidak banyak yang ingin seperti mereka. Mereka adalah manusia yang masih percaya dengan kata-kata “ jika aku bisa menghargai orang lain, orang lain pun akan bisa menghargai aku”. Bukankah apa yang kita lakukan di dunia, juga akan berbalas di dunia? Jika pun tidak, di akhirat juga tidak akan sia-sia.
from b2w-indonesia.or.id.
Terlalu banyak tuntutan di dunia ini, Kawan! Ya tuntutan yang diberikan hanya kepada orang lain, dan bukan tuntutan yang diberikan kepada diri sendiri terlebih dahulu. Bodohnya manusia, walaupun diberikan pikiran. Untuk penempatan kehidupan, masih saja sering salah. Ya, karena manusia sering lupa, Tuhan itu ga ciptain manusia hanya dengan pikiran, tapi juga dengan hati. Lantas, mengapa selama manusia hidup jarang sekali ada yang dapat menyelaraskan keduanya? Yang harus diingat, mungkin manusia memang diciptakan lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain. Tetapi tetap saja, karena manusia berbentuk ciptaan, manusia juga tidak akan menjadi makhluk yang sempurna. Saat ini, jika memang ingin dihargai, maka berusahalah dahulu untuk bisa menghargai orang lain. Dimulai dari saat ini, dan dimulai dari diri sendiri. Hanya kepada Tuhan kau tak akan pernah kecewa, karena Tuhan selalu menghargai segala apapun yang telah kau lakukan. Termasuk usaha untuk terus bisa memahami orang lain, Tuhan tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha yang telah kau lakukan itu. Karena Tuhan tidak akan pernah amnesia terhadap hamba-Nya, walaupun hamba-Nya sering amnesia kepada-Nya, hehe.. 
from buderball.blogspot.com.

Teruntuk kalian yang pernah hadir di hidupku


da yang sudah berubah tapi tak bisa aku ungkapkan lagi.
Aku tak tahu sejak kapan ini mulai lain, tetapi tetap saja aku tak dapat mengungkapkannya.
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Mungkin aku, mungkin mereka.
Tetapi, aku hanya berpikir, mungkin Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk kali ini.
Ya karena aku yakin, untuk masalah ini, Tuhan sepertinya selalu membuat aku untuk menunggu.
Tapi Tuhan, aku hanya pinta padamu.
Aku tahu Kau membuat aku untuk bersabar, aku tahu Kau memberiku hikmah di balik ini.
Tapi apakah aku belum cukup disadarkan oleh laman hitam yang pernah ada di hidupku?
Atau aku adalah manusia keras kepala sehingga Kau harus menyadarkanku berulang.
Aku memang bodoh, Tuhan…
Tuhan, Kau tetap satu-satunya Tuhanku yang tidak pernah mengecewakanku, walaupun terkadang aku masih sering mengecewakan-Mu.
Tuhan, kali ini aku hanya meminta satu. Walau aku tahu, jika ku minta waktu untuk berulang, itu tidak akan pernah mungkin terjadi.
Aku hanya ingin semuanya seperti dulu…
Aku yang seperti dulu, dan mereka yang seperti dulu.
Itu saja, Tuhan…
Teruntuk kalian yang pernah hadir di hidupku
Aku ingin membahagiakan kalian, dengan cara yang aku bisa.
Teruntuk kalian yang pernah hadir di hidupku.
Aku merindukan kalian dan aku menyayangi kalian 
Aku hanya tidak ingin ada sisi yang hilang di antara kita, hingga sisi itu tidak lagi bertautan satu sama lain 

Pertama dan Terakhir


Menjadi yang pertama tidak selamanya bagus.
Menjadi yang pertama, ya mungkin kau akan menjadi yang pertama dalam sebuah pengalaman.
Pengalaman yang baik atau burukkah itu.
Menjadi yang pertama, kau akan mengecap segala rasa kehidupan, yang belum tentu orang akan merasakannya lebih dulu.
Tetapi yang harus kau ingat, menjadi yang pertama belum tentu menjadi yang terbaik.
Terkadang ketika kau menjadi yang pertama, kau akan dianggap sebagai contoh.
Jika kau menjadi contoh yang baik, maka orang akan memuja dan mengikutimu.
Menjadi contoh yang tidak baik, kau hanya dikenang sebagai sesuatu yang buruk.
Menjadi yang pertama tak ubahnya sebagai bahan eksperimen, bahan coba-coba.
Tetapi berbanggalah menjadi yang pertama.
Tanpa ada yang pertama…
Mustahil akan ada manusia di dunia ini, mustahil adanya awal kehidupan di bumi ini.
Mustahil kau akan mengenal kakakmu yang bisa menjadi sandaran untuk keluh kesahmu.
Mustahil kau mengetahui awal rasanya cinta, rasanya bahagia pertama sekali, rasanya disakiti lebih dulu, dan sebagainya.
Mustahil kau mempunyai guru yang bernama pengalaman.

from andy-oyex.co.cc
Tetapi menjadi yang terakhir….
Bukanlah sesuatu yang buruk.
Menjadi yang terakhir tidak selamanya tidak mendapatkan apapun lagi.
Berbanggalah menjadi yang terakhir.
Yang terakhir seringkali menjadi hasil dari suatu proses.
Yang terakhir seringkali menjadi yang terbaik.
Yang terakhir selalu menjadi pencapaian yang dinanti.
Tanpa yang terakhir…
Pasti tidak akan ada Nabi Muhammad SAW di dunia ini.
Tidak akan ada Al-Quran ataupun Islam.
Dan jika tiada langkah yang terakhir dalam mencoba, mungkin kau tak kan pernah mengenal kata “berhasil”.
Kesemuanya hasil yang baik, bukan?
Untuk beberapa sisi kehidupan, aku menginginkan menjadi yang pertama atau yang terakhir.
Mungkin untuk tanggal 5 sebagai tanggal kelahiranku, aku x sering mendapat kejutan karena tanggal itu adalah bulan ganjil hehe 
Menjadi anak yang pertama, kaka kuw menjadi anak yang lebih dulu mendapat pengalaman hidup dan akan menjadi pengganti ayah dan ibuku di keluarga.
Menjadi yang pertama di kelas, banyak yang akan salut padamu.
Dan masih banyak hal indah ketika kau menjadi yang pertama.
Tapi untuk beberapa sisi, aku berharap aku bisa menjadi yang terakhir, terutama untuk masalah hati.
Mungkin karena sampai saat ini aku sering dijadikan sebagai yang pertama.
Senangnya menjadi yang pertama, karena kau akan mendapatkan cinta lebih awal dibanding yang lainnya.
Jarang sekali kau akan mendengar kata cemburu, karena kau adalah orang pertama di hati mereka.
Tetapi, menjadi yang pertama itu tidak enak.
Kau akan dijadikan sebagai pengalaman ketika mereka meninggalkanmu dan mencari hati yang lain.
Lagi-lagi kau akan dijadikan bahan eksperimen.
Kau hanya akan menjadi orang yang mendapatkan manis di awal dan pahit di akhir.
Kau hanya akan dijadikan sejarah di awal kehidupan mereka mengenal cinta.
Menjadi yang terakhir, ini yang diharapkan oleh semua orang, bukan hanya aku.
Menjadi yang terakhir untuk dicintai seseorang, menjadi yang terakhir yang dipilih seseorang untuk hidup bersama dan menghabiskan sisa hidup mereka bersama-sama.
Menjadi yang terakhir, mungkin kau akan sedikit lebih banyak cemburu, karena banyak pengalaman sebelumnya mengenai hati yang mendahului datangnya hatimu.
Kau harus bangga menjadi yang terakhir, karena kau menjadi pilihan terakhir dalam hidup seseorang.
Menjadi sesuatu yang ditunggu kedatangannya oleh hati yang selalu menunggu dengan kesabaran.

from alinsarticle.blogspot.com
Tetapi, untuk masalah hati ada yang lebih berbahagia daripada sekedar menjadi yang pertama atau yang terakhir.
Ya, dialah yang menjadi yang pertama dan terakhir, bukan “atau” tapi “dan”.
Berbahagialah engkau yang telah dipilih untuk itu.
Sangat jarang manusia di bumi mendapatkan pilihan ini.
Baik untuk dicintai maupun mencintai.
Hmm.. Tapi, Kawan…
Tetaplah bersyukur dengan keadaanmu sekarang
Siapapun engkau,berbahagialah telah menjadi dirimu saat ini.
Karena siapapun engkau, akan tetap merasakan menjadi yang pertama dalam hidup seseorang dan menjadi yang terakhir bagi hidup seseorang.
Bersabarlah untuk waktu dan segalanya 

Perempuan dan Laki-Laki


udah seminggu ini, aku menjadi perempuan…
Ya, perempuan yang tengah berada masa konflik berperang dengan tentara yang bernama esterogen dan progesterone.
Bagaimana aku bisa menyeimbangkan emosi di diriku sedangkan aku harus berperang dengan si pembentuk emosi?
Itu sama saja dengan menekan jiwa hingga berujung pada pembalikan jiwa.
Pembalikan jiwa yang ku kira mengubahku tak ubahnya seperti lelaki.
Dan aku juga menjadi lelaki selama seminggu ini.
Normalnya setiap perempuan, setiap harinya akan selalu mengeluarkan kata-kata dari lingualnya sebanyak di atas ratusan ribu kata.
Nah, aku? Sudah seminggu ini aku lebih baik merasakan diam dan lebih mempercayai kata hatiku untuk terus berbicara.
Normalnya menjadi perempuan akan mencari media yang mampu untuk menampung ekspresinya.
Nah, aku? Sudah seminggu ini aku sendiri, dengan pikiran dan hatiku.
Normalnya menjadi perempuan setiap ekspresi akan terkuak walau berusaha untuk ditutupi.
Nah, aku? Kepintaranku dalam bermain lakon sepertinya terus berhasil, tidak ada yang tahu akan perubahanku. Jika pun tahu, tak akan ada yang tahu mengapa dan karena apa.
Aku berpikir, bermain dengan pikiran sendiri untuk beberapa waktu ternyata mengasyikkan sekaligus menyakitkan, hahah 
Tapi selama seminggu ini, walaupun secara fisik aku perempuan, tetapi tak ku pungkiri sebagian pikiranku menjadi lelaki.
Mengapa dengan kalian laki-laki? Takutkah kalian karena aku berkata seperti itu?
Haha.. tenang saja.. aku tetap wanita. Ingat, aku tetap wanita walaupun penampilanku tak seutuhnya mencerminkan wanita yang feminim.
Tenanglah, aku tetap menjadi wanita yang masih diberikan perasaan sebagai pemilih dominan dalam sebuah tindakan.
Ya walaupun untuk seminggu ini, kadarnya lebih sering membuatku muak.
Kalau boleh jujur, aku hanya menginginkan presentase yang wajar di antara logika dan perasaan.
Tidak kurang, tidak lebih apalagi overdosis.
Tetapi, tetap saja, aku diciptakan sebagai perempuan.
Untuk itu ketahuilah, walaupun aku mempunyai sifat seperti lelaki, aku masih punya hati yang tanpa ku minta pun kadarnya memang diciptakan lebih untuk sebuah ciptaan yang bernama “perasaan”.
Jadi, pahamilah…
from: loveisti.blogspot.com

Multitalking?? Oh No!!


Apakah kalian tahu mengapa lelaki agak sedikit bising mendengar wanita terlalu multitalking? Ya, memang dari segi bentuk anatomis dan komposisi dari lapisan di otak laki-laki yang menyebabkan setiap omongan yang didengarkan tidak dapat langsung diterjemahkan dengan baik oleh mereka, butuh waktu yang lama untuk itu. Tetapi dari segi kebiasaan, barulah aku tahu mengapa rata-rata laki-laki sangat bosan ketika wanita berbicara, ini beberapa fakta yang tidak berhubungan langsung dengan perbedaan komposisi dan bentuk anatomis dari otak laki-laki dan perempuan:
1. Memang otak wanita diciptakan lebih banyak lokasi verbal sehingga dalam setiap harinya perempuan dapat menghabiskan sekitar beratus ribu kata untuk diucapkan. Tapi tahukah kalian hal apa yang membuat laki-laki menjadi bosan? Ya karena wanita terlalu banyak berbicara, sehingga mereka sulit untuk mendengar. Adalah kelemahan mereka untuk mendengar setiap perkataan dengan baik, mereka butuh waktu untuk mendengar lebih tinggi dibandingkan wanita yang hanya dengan bisik-bisik saja, tetapi bisa langsung mengerti tentang apa yang disampaikan. Yang harus kalian catat wahai wanita, telinga laki-laki itu nggak se-sensitif telinga kalian.

from freedesizn.co.cc
2. Wanita jika berbicara terlalu cepat. Setelah telinga yang tidak sensitive itu harus mendengarkan lagi wanita yang berbicara dengan intonasi yang sangat cepat, itu menimbulkan komplikasi yang double bagi laki-laki. Mengapa? Mereka sudah dikaruniai telinga yang pendengarannya kurang sensitif, harus ditambahkan lagi dengan intonasi nada bicaranya yang lebih cepat dari kecepatan kereta api. Itu membuat informasi yang nyampe ke telinga mereka semakin rumit. Rumit karena nyampenya telat dan rumit karena informasinya nggak jelas mereka terima.
Nah, akhirnya informasi yang “Complicated” masuk ke telinga laki-laki dan mau tidak mau harus mereka transferkan ke otak lewat kabel “saraf” yang ada di telinga. Dan tahukah apa yang terjadi setelah berita“Complicated” itu sampai ke otak mereka? Masalah mereka kini menjadi makin “trouble”. Otak mereka sulit untuk menerjemahkan secara langsung hasil “Complicated” tadi, dikarenakan informasi yang ada di otak harus melewati “jembatan penghubung” dengan bagian otak yang lain untuk proses penerjemahan berita.
Masalahnya adalah jembatan penghubung di otak mereka itu diciptakan sangat sempit, tidak seperti jembatan penghubung di otak wanita yang sangat luas dan panjang. Ini menyebabkan dalam proses transfer informasi harus sedikit demi sedikit melewati jembatan itu, sehingga dalam prosesnya penerjemahannya pun menjadi lama dan tidak sekalian. Bisa kalian bayangkan apa jadinya, jika berita“complicated” nan banyak berderet itu melewati jembatan penghubung secara berdesak-desakan. Ini membuat proses sampainya berita ke bagian otak yang lain dan penerjemahannya akan sangat terganggu. Makanya, tidak heran terkadang ada laki-laki yang sampai marah kepada wanita jika wanita tersebut berbicara sangat cepat dan panjaaaaang. Padahal sebelumnya laki-laki itu sudah meminta kepada wanita untuk berbicara lebih tenang dan tidak terburu-terburu seperti sedang dikejar maling.

from travisrobertson.com
Jadi untuk wanita, jika sedang berbicara dengan laki-laki, alangkah baiknya untuk tidak terlalu cepat. Ini demi menyelamatkan mereka dari tiga masalah yang terjadi di telinga dan otak mereka. Saya yakin, jika usaha ini dilakukan, apa yang kamu bicarakan kepada laki-laki akan lebih disimak dan kalian tidak akan pernah menggerutu dengan mengatakan “kamu dengar sih apa yang aku omongin tadi”, hoho 
3. Sudah banyak bicara, terus bicaranya cepat, ada lagi yang menjadi kebiasaan buruk wanita. Karena wanita diciptakan lebih sering ngomong dibandingkan laki-laki, dan karena jumlah kata yang diucapkan sangat banyak selama per hari, apakah para wanita menyadari bahwa mereka terkadang sering dan selalu mengulang perkataan yang sebelumnya sudah beberapa kali dikatakan padahal mereka berbicara masih dalam kurun waktu yang sama? Aku yakin, banyaknya kata dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Jepang ataupun semua negara yang ada di dunia ini, jika dibandingkan dengan jumlah perkataan yang dikeluarkan oleh satu orang wanita setiap hari, itu akan mengalahkan jumlah banyaknya kata yang ada di dunia ini. Dan tidak mustahil apa yang wanita bicarakan seringnya mengeluarkan kata-kata yang sama sampai kepada maksud yang sama setiap hari.

from flickr.com
Aku baru merasakannya , Teman. Saat ini aku mempunyai hasil rekaman 9 orang ahli yang aku wawancarai untuk hasil skripsiku, dan dari 9 orang ahli itu 2 orang nya adalah ahli wanita. Lantas apa yang membedakannya? Saat hasil wawancara aku catat kembali dengan mendengarkan hasil rekaman wawancara, aku merasakan perbedaan bahwa setiap pembicaraan yang disampaikan oleh ahli laki-laki selalu bersifat analistis, to do point, dan tidak berbelit-belit dalam omongan, sangat tepat dan langsung mengena tanpa harus diulang. Sementara ahli yang wanitanya, selama wawancara berlangsung mereka selalu menyampaikan hal yang sama dan terus mengulang-ulang perkataannya dan maksud perkataannya yang sudah diulang sekitar 10 kali sebelumnya, padahal pertanyaan yang aku ajukan sudah berbeda-beda. Ini membuat aku kesusahan dalam menyimpulkan hasil wawancara ke dalam bentuk tulisan, karena perkataan yang disampaikan itu-itu saja, walaupun untuk durasi waktu pembicaraan dengan ahli wanita lebih lama dibandingkan durasi waktu pada ahli yang laki-laki.

from liyut.com
Mungkin ini merupakan faktor yang menyebabkan mengapa laki-laki sangat bosan dengan wanita yang kalau bicara pasti panjang banget. Karena perkataan yang dikeluarkan itu-itu saja, walaupun durasi untuk berbicara sangat panjang. Laki-laki tidak menyukai hal yang bertele-tele, mereka diciptakan untuk suatu hal yang langsung to do point pada maksud yang dituju. Aku baru berpikir, jangankan laki-laki, aku dan wanita lainnya jika dihadapkan dengan seorang teman wanitamu yang kerjanya hanya bicara dan curhat terus tentang dirinya, sedangkan posisimu hanya sebagai pendengar, lama kelamaan kamu akan bosan juga. Karena apa yang disampaikan terus berulang-ulang dan tentang hal yang sama, padahal jika sekali saja dia ngomong tentang itu kamu udah mengerti. Sebab telinga wanita udah diciptakan lebih sensitif dan jembatan penghubung pada wanita lebih luas dan panjang. Terkadang pun, tanpa aku sadari, aku juga masih sering berperilaku seperti itu, tetapi setelah aku ketahui faktor ketiga ini dan aku rasakan sendiri, setidaknya aku menjadi sadar untuk bisa mengubah kebiasaan jelek ini, bahwa kebiasaan ketiga ini sangat tidak enak, tidak hanya bagi laki-laki. Tetapi juga wanita yang mendengarkan. Mungkin karena inilah si pelangi sering jutek, gara-gara aku sering banget ngeluarin kata-kata yang sama yang sebenarnya dia juga udah pernah dengar kata-kata itu sebelumnya dan udah ngerti apa maksudnya. Maafkan saya, Pelangi … 

from sender11typepad.com
Oke girls, kayaknya mulai berlaku sedikit lebih bijak dalam berbicara itu baik, mulai dari jangan terlalu overdosis dalam berbicara (karena terlalu banyak bicara juga tidak baik), mulai dengan bicara yang tidak terlalu cepat, dan mulai dengan bicara yang langsung to do point dan mengubah kebiasaan untuk tidak mengulang perkataan yang itu-itu saja, sepertinya akan lebih baik. Ya itu akan lebih baik dalam membina komunikasi kita dengan sesama wanita, ataupun komunikasi dengan laki-laki. Karena kamu juga akan kesal jika kamu berada pada sisi mereka yang hanya mendengarkan setiap harinya, hehe 
Semoga tulisan ini bermanfaat, dan selamat mencoba 

Nice Post :)


from: http://www.kaskus.us

Teruntuk pada kita semua ^

AURAT DAN JILBAB

Aku dapat artikel ini dari temanku. Kebetulan cukup detail membahas aurat perempuan, yang garis besarnya pernah aku tulis di sini. Artikel ini aku kupipes dan sedikit diedit, insya ALLOH tidak mengurangi makna yang terkandung. Aku bagi menjadi 2 bagian, agar tidak terlalu panjang. Semoga bermanfaat. :)

10/13/2001 - Arsip Fiqh
Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Wanita-wanita yang digambarkan Rasul dalam hadis di atas sekarang banyak sekali kita lihat. Bahkan itu sudah menjadi sesuatu yang mentradisi dan dianggap lumrah. Mereka adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tapi telanjang. Sebab pakaian yang mereka kenakan tak dapat menutupi apa yang ALLOH SWT perintahkan untuk ditutupi.

Budaya barat adalah penyebab fenomena ini. Sebab pakaian yang “tak layak” tersebut bukanlah merupakan budaya masyarakat Islam dan tidak pula dikenal dalam tradisi masyarakat kita. Namun itu adalah hal baru yang lantas diterima tanpa dikritisi. Tidak pula itu diuji dengan pertanyaan, bolehkah ini menurut agama, atau baikkah ini bagi kita dan pertanyaan lain yang senada. Boleh jadi karena perasaan rendah diri yang akut dan silau terhadap kemajuan barat dalam beberapa hal akhirnya banyak di antara kita yang menerima budaya barat dengan mata tertutup (atau sengaja menutup mata).

Namun di sana kita juga melihat fajar yang mulai terbit. Kesadaran untuk kembali kepada budaya kita sendiri (baca: budaya berpakaian islami) mulai tumbuh. Betapa sekarang kita banyak melihat indahnya kibaran jilbab di mana-mana. Di kampus, di sekolah, di pasar dan bahkan di terminal-terminal. Malah di beberapa negara barat (Inggris dan Jerman misalnya) muslimah-muslimah pemakai jilbab tak lagi sulit ditemukan. (tambahan dariku) Meski di Perancis malah terjadi sebaliknya, ada pelarangan penggunaan jilbab walau sudah tidak terlalu banyak perdebatan lagi.

Jelasnya saat ini sudah tak ada lagi larangan untuk mengenakan busana dan pakaian yang menutup aurat. Permasalahannya, apakah jaminan kebebasan ini kemudian segera disambut oleh para muslimah kita dengan segera kembali mengenakan pakaian takwa itu atau tidak. Yang pasti alasan dilarang oleh si ini dan si itu kini tak berlaku lagi.

AURAT WANITA DAN HUKUM MENUTUPNYA
Aurat wanita yang tak boleh terlihat di hadapan laki-laki lain (selain suami dan mahramnya) adalah seluruh anggota badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Yang menjadi dasar hal ini adalah:

1. Al-Qur’an surat Annur(24):31
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’”

Keterangan :
Ayat ini menegaskan empat hal:
a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh ALLOH SWT.

b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.

c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak. Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkan anggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab jika perhiasannya saja dilarang untuk ditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Sekarang marilah kita perhatikan penafsiran para sahabat dan ulama terhadap kata “…kecuali yang biasa nampak…” dalam ayat tersebut. Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. Begitu pula menurut ‘Atho,’ Imam Auzai dan Ibnu Abbas RA. Hanya saja beliau (Ibnu Abbas) menambahkan cincin dalam golongan ini. Ibnu Mas’ud RA. mengatakan maksud kata tersebut adalah pakaian dan jilbab. Said bin Jubair RA. mengatakan maksudnya adalah pakaian dan wajah. Dari penafsiran para sahabat dan para ulama ini jelaslah bahwa yang boleh tampak dari tubuh seorang wanita adalah wajah dan kedua telapak tangan. Selebihnya hanyalah pakaian luarnya saja.

d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan jilbab pada kepala saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tapi ujung jilbab tersebut harus dibiarkan terjuntai menutupi dada.

2. Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

Keterangan :
Hadis ini menunjukkan dua hal:
a. Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.
b. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.

Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat solat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.

Selain kedua dalil di atas masih ada dalil-dalil lain yang menegaskan akan kewajiban menutup aurat ini:
1. Dari Al-Qur’an:
a. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu melakukan tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu…” (Qs. Al-Ahzab: 33).

Keterangan:
Tabarruj adalah perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yang wajib untuk ditutup. Fenomena mengumbar aurat ini adalah merupakan perilaku jahiliyyah. Bahkan diriwayatkan bahwa ritual haji pada zaman jahiliyyah mengharuskan seseorang thawaf mengelilingi ka’bah dalam keadaan bugil tanpa memandang apakah itu lelaki atau perempuan.

Konteks ayat di atas adalah ditujukan untuk istri-istri Rasululloh SAW. Namun keumuman ayat ini mencakup seluruh wanita muslimah. Kaidah ilmu ushul fiqh mengatakan: “Yang dijadikan pedoman adalah keumuman lafadz sebuah dalil dan bukan kekhususan sebab munculnya dalil tersebut (al ibratu bi umumil lafdzi la bikhususis sabab).

b. “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Keterangan:
Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.

2. Hadis Rasululloh SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Keterangan:
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh ALLOH SWT atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi (qishas, rajam, potong tangan dll) atau azab neraka adalah dosa besar.

koREKSI ^_^
Erm...

Annur 31 : Untuk di dalam rumah dan ketika sholat
Al-ahzab 59 : Untuk di luar ruamh yaitu seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki… muka, mata, telapak tangan dan anggota yg lain nya termasuk tubuh…. jadi wajib di tutup seluruh nya… bukan sekedar berjilbab… tetapi yg sebenar nya memakai cadar/mikof dan purdah… yang seperti ini baru di nama kan full hijab… untuk lebih jelas cari buku2 mengenai masalah HIJAB… semoga dapat menggugah hati anda… aamiin… 




Memurnikan aqidah menebarkan sunnah ... Bila di amalkan  Mestilah Cantik Lagi ^_^


Wednesday, July 6, 2011

Enkau tahu bahwa kini di hati ini

Allah Enkau maha mengetahui
tak terkecuali hati yang tak jua luput dari pengetahuanMu
baik rasa yang melintas ataupun yang mendendap
dan semua itu adalah keagungan takdirMu
Enkau tahu bahwa kini di hati ini
bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku
aku jatuh cinta pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku
ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari kekuasaanMu
Oh God … what can I do …
should I keep this love
to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah
Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan
bentangkan jalan pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku
labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga keridloaanMu
kembali pada cinta …
apakah ini hanya ada dalam hatiku saja
ataukah bunga cinta juga tumbuh di hatinya
jangan-jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan saja … menyedihkan
Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
I was in a confusion
cinta oh cinta
suatu waktu ketika aku memikirkanmu
mengumpulkan data atas mereka yang bahagia dan terluka karenamu
maka berdasarkan analisis hatiku aku menyimpulkan tentangmu
engkau hanyalah perspektif waktu
dan aku tak ingin terjebak dalam relativitasmu
yang meenggelamkanku dalam hubungan linier semu
karena adanya diferensiasi yang disembunyikan dalam hati
probabilitas kebalikan sifatmu kadang tak terduga
mampu memunculkan determinasi hatiku dan hati dia nantinya
ku tak ingin hal itu menggugurkan validitas cintaku
karena hubungan yang positif dan signifikan adalah pengharapanku
ya Allahu yaa Rohmaan
Inni Audzubika Minal Hammi Wal Hazan
ya Allahu yaa rohiim irhamna
wa Inni asalukal qolbun salimun salaman
Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan
karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu
begitu susah rasa ini aku palingkan
Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian
once again
Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
????????????
?
??
??????????????????????
Allah …
JIka suatu saat nanti telah terkumpul keberanian
sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya
Kumohon … Arahkanlah hatinya untuk menerimanya
hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna
Namun jika dia menolaknya
Lewat angin …Sampaikanlah bahwa dia tak layak untukku
dan Engkau telah menyiapkan bidadari terbaik untuk diriku
yang akan engkau turunkan diantara bintang dan rembulan
Dan andai nanti dia menerimanya
maka vibrasikanlah penerimaan itu terhadap keluarganya
karena aku tak ingin cinta yang tak direstui
yang akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan kawin lari
astaghfirullahal ‘adzim
Allah … sungguh tak ada yang tahu kehendakMu
Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya
namun tidak bagi wali yang mewakili dirinya
Jika itu terjadi … hancurkanlah cinta
hancurkan rasa itu sebagaimana kau hancurkan kaum-kaum yang telah mendustakanMu
karena telah kupaksakan hati untuk mencintaimmu di atas cinta selainMu
but …
a hope in my heart
I want to meet her
in one day one heart to be forever
Ya Allah perkenankan permohonan cintaku

Bila tlah kau catatkan dia akan jadi milikku
Satukanlah hatiku dan hatinya
Titipkanlah kepada kami bahagia yang abadi
Melayari hidup ini dengan ridlomu ilahi
Namun bila tlah kau takdirkan dia bukanlah milikku
Bawa jauh dia dari pandanganku.
Lenyapkanlah kebahagiaan saat dia disisihku
Dan pelihara diriku dari kecewa hatiku.
Tenangkanlah hatiku dengan lembut cintamu
Dengan kasih sayangmu.
Agar ku merasakan indahnya karuniamu
Yang kau anugerahkan untukku.
Janganlah kau biarkan aku hidup sendirian
Membawaku di kegelapan dunia.
Maka berikanlah diriku pasangan yang beriman
Agar aku dan dia dapat
Setia tuk menyembahmu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More