Friday, February 4, 2011

Surat Cinta Tuk Jiwa


Surat ini kutujukan untuk diriku

sendiri serta sahabat-sahabat

tercintaku yang insyaAllah tetap

mencintai Allah dan RasulNya di atas

segalanya, kerana hanya

cinta itu yang dapat mengalahkan

segalanya, cinta hakiki yang membuat

manusia melihat segalanya dari sudut

pandangan yang berbeda, lebih bermakna

dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan

hati sahabat-sahabat tercintaku yang

kerap kali terisi oleh cinta selain

dariNya, yang mudah sekali terlena

oleh indahnya dunia, yang terkadang

melakukan segalanya bukan keranaNya,

lalu di ruang hatinya

yang kelam merasa senang jika dilihat

dan dipuji orang, entah di mana

keikhlasannya. Maka saat merasakan

kekecewaan dan kelelahan kerana

perkara yang dilakukan tidak

sepenuhnya berlandaskan keikhlasan,

padahal Allah tidak pernah menanyakan

hasil. Dia akan melihat kesungguhan

dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku

serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku

yang mulai lelah menapaki jalanNya

ketika seringkali mengeluh, merasa

dibebani bahkan terpaksa untuk

menjalankan tugas yang sangat mulia.

Padahal tiada kesakitan, kelelahan

serta kepayahan yang dirasakan oleh

seorang hamba melainkan Allah akan

mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan

ruh sahabat-sahabat tercintaku yang

mulai terkikis oleh dunia yang menipu,

serta membiarkan fitrahnya tertutup

oleh maksiat yang dinikmati, lalu di

manakah kejujuran diletakkan? Dan kini

terabailah sudah nurani yang bersih,

saat ibadah hanyalah sebagai rutin

belaka, saat jasmani dan fikiran

disibukkan oleh dunia, saat wajah

menampakkan kebahagiaan yang penuh

kepalsuan. Coba lihat disana! Hatimu

menangis dan meranakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan

diri sahabat-sahabat tercintaku yang

sombong, yang terkadang bangga pada

dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun

yang membuat kita lebih di hadapanNya

selain ketakwaan. Padahal kita

menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan

merasakan mati, namun kita masih

bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan

hati sahabat-sahabat tercintaku yang

mulai mati, saat tiada getar ketika

asma Allah disebut, saat tiada sesal

ketika kebaikan berlalu begitu sahaja,

saat tiada rasa takut padaNya ketika

maksiat dilakukan, dan tiada merasa

berdosa ketika menzalimi diri sendiri

dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk

jiwa yang masih memiliki cahaya

meskipun sedikit, jangan biarkan

cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan

cahaya itu hingga ia dapat menerangi

wajah-wajah di sekeliling, memberikan

keindahan Islam yang sesungguhnya

hanya dengan kekuatan dariNya "

Ya..Allah yang maha membolak-balikkan

hati, tetapkan hati ini pada agamaMU,

pada taat kepadaMu dan dakwah di

jalanMu "

Wallahualam bisshawab

Semoga dapat membangkitkan iman yang

sedang mati atau jalan di tempat,

berdiam diri tanpa ada sesuatu

amalanpun yang dapat dikerjakan.

Kembalikan semangat itu sahabat-

sahabat tercintaku.. ... Ada Allah dan

orang-orang beriman yang selalu

menemani di kala hati "lelah".

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More