Sunday, July 10, 2011
Perempuan dan Laki-Laki
Ya, perempuan yang tengah berada masa konflik berperang dengan tentara yang bernama esterogen dan progesterone.
Itu sama saja dengan menekan jiwa hingga berujung pada pembalikan jiwa.
Pembalikan jiwa yang ku kira mengubahku tak ubahnya seperti lelaki.
Dan aku juga menjadi lelaki selama seminggu ini.
Nah, aku? Sudah seminggu ini aku lebih baik merasakan diam dan lebih mempercayai kata hatiku untuk terus berbicara.
Normalnya menjadi perempuan akan mencari media yang mampu untuk menampung ekspresinya.
Nah, aku? Sudah seminggu ini aku sendiri, dengan pikiran dan hatiku.
Normalnya menjadi perempuan setiap ekspresi akan terkuak walau berusaha untuk ditutupi.
Nah, aku? Kepintaranku dalam bermain lakon sepertinya terus berhasil, tidak ada yang tahu akan perubahanku. Jika pun tahu, tak akan ada yang tahu mengapa dan karena apa.
Mengapa dengan kalian laki-laki? Takutkah kalian karena aku berkata seperti itu?
Haha.. tenang saja.. aku tetap wanita. Ingat, aku tetap wanita walaupun penampilanku tak seutuhnya mencerminkan wanita yang feminim.
Tenanglah, aku tetap menjadi wanita yang masih diberikan perasaan sebagai pemilih dominan dalam sebuah tindakan.
Ya walaupun untuk seminggu ini, kadarnya lebih sering membuatku muak.
Tidak kurang, tidak lebih apalagi overdosis.
Untuk itu ketahuilah, walaupun aku mempunyai sifat seperti lelaki, aku masih punya hati yang tanpa ku minta pun kadarnya memang diciptakan lebih untuk sebuah ciptaan yang bernama “perasaan”.
Jadi, pahamilah…

Multitalking?? Oh No!!





Semoga tulisan ini bermanfaat, dan selamat mencoba
Teruntuk pada kita semua ^
Aku dapat artikel ini dari temanku. Kebetulan cukup detail membahas aurat perempuan, yang garis besarnya pernah aku tulis di sini. Artikel ini aku kupipes dan sedikit diedit, insya ALLOH tidak mengurangi makna yang terkandung. Aku bagi menjadi 2 bagian, agar tidak terlalu panjang. Semoga bermanfaat. :)
10/13/2001 - Arsip Fiqh
Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Wanita-wanita yang digambarkan Rasul dalam hadis di atas sekarang banyak sekali kita lihat. Bahkan itu sudah menjadi sesuatu yang mentradisi dan dianggap lumrah. Mereka adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tapi telanjang. Sebab pakaian yang mereka kenakan tak dapat menutupi apa yang ALLOH SWT perintahkan untuk ditutupi.
Budaya barat adalah penyebab fenomena ini. Sebab pakaian yang “tak layak” tersebut bukanlah merupakan budaya masyarakat Islam dan tidak pula dikenal dalam tradisi masyarakat kita. Namun itu adalah hal baru yang lantas diterima tanpa dikritisi. Tidak pula itu diuji dengan pertanyaan, bolehkah ini menurut agama, atau baikkah ini bagi kita dan pertanyaan lain yang senada. Boleh jadi karena perasaan rendah diri yang akut dan silau terhadap kemajuan barat dalam beberapa hal akhirnya banyak di antara kita yang menerima budaya barat dengan mata tertutup (atau sengaja menutup mata).
Namun di sana kita juga melihat fajar yang mulai terbit. Kesadaran untuk kembali kepada budaya kita sendiri (baca: budaya berpakaian islami) mulai tumbuh. Betapa sekarang kita banyak melihat indahnya kibaran jilbab di mana-mana. Di kampus, di sekolah, di pasar dan bahkan di terminal-terminal. Malah di beberapa negara barat (Inggris dan Jerman misalnya) muslimah-muslimah pemakai jilbab tak lagi sulit ditemukan. (tambahan dariku) Meski di Perancis malah terjadi sebaliknya, ada pelarangan penggunaan jilbab walau sudah tidak terlalu banyak perdebatan lagi.
Jelasnya saat ini sudah tak ada lagi larangan untuk mengenakan busana dan pakaian yang menutup aurat. Permasalahannya, apakah jaminan kebebasan ini kemudian segera disambut oleh para muslimah kita dengan segera kembali mengenakan pakaian takwa itu atau tidak. Yang pasti alasan dilarang oleh si ini dan si itu kini tak berlaku lagi.
AURAT WANITA DAN HUKUM MENUTUPNYA
Aurat wanita yang tak boleh terlihat di hadapan laki-laki lain (selain suami dan mahramnya) adalah seluruh anggota badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Yang menjadi dasar hal ini adalah:
1. Al-Qur’an surat Annur(24):31
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’”
Keterangan :
Ayat ini menegaskan empat hal:
a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh ALLOH SWT.
b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.
c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak. Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkan anggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab jika perhiasannya saja dilarang untuk ditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Sekarang marilah kita perhatikan penafsiran para sahabat dan ulama terhadap kata “…kecuali yang biasa nampak…” dalam ayat tersebut. Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. Begitu pula menurut ‘Atho,’ Imam Auzai dan Ibnu Abbas RA. Hanya saja beliau (Ibnu Abbas) menambahkan cincin dalam golongan ini. Ibnu Mas’ud RA. mengatakan maksud kata tersebut adalah pakaian dan jilbab. Said bin Jubair RA. mengatakan maksudnya adalah pakaian dan wajah. Dari penafsiran para sahabat dan para ulama ini jelaslah bahwa yang boleh tampak dari tubuh seorang wanita adalah wajah dan kedua telapak tangan. Selebihnya hanyalah pakaian luarnya saja.
d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan jilbab pada kepala saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tapi ujung jilbab tersebut harus dibiarkan terjuntai menutupi dada.
2. Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
Keterangan :
Hadis ini menunjukkan dua hal:
a. Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.
b. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.
Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat solat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.
Selain kedua dalil di atas masih ada dalil-dalil lain yang menegaskan akan kewajiban menutup aurat ini:
1. Dari Al-Qur’an:
a. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu melakukan tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu…” (Qs. Al-Ahzab: 33).
Keterangan:
Tabarruj adalah perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yang wajib untuk ditutup. Fenomena mengumbar aurat ini adalah merupakan perilaku jahiliyyah. Bahkan diriwayatkan bahwa ritual haji pada zaman jahiliyyah mengharuskan seseorang thawaf mengelilingi ka’bah dalam keadaan bugil tanpa memandang apakah itu lelaki atau perempuan.
Konteks ayat di atas adalah ditujukan untuk istri-istri Rasululloh SAW. Namun keumuman ayat ini mencakup seluruh wanita muslimah. Kaidah ilmu ushul fiqh mengatakan: “Yang dijadikan pedoman adalah keumuman lafadz sebuah dalil dan bukan kekhususan sebab munculnya dalil tersebut (al ibratu bi umumil lafdzi la bikhususis sabab).
b. “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).
Keterangan:
Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.
2. Hadis Rasululloh SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Keterangan:
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh ALLOH SWT atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi (qishas, rajam, potong tangan dll) atau azab neraka adalah dosa besar.
koREKSI ^_^
Erm...
Annur 31 : Untuk di dalam rumah dan ketika sholat
Al-ahzab 59 : Untuk di luar ruamh yaitu seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki… muka, mata, telapak tangan dan anggota yg lain nya termasuk tubuh…. jadi wajib di tutup seluruh nya… bukan sekedar berjilbab… tetapi yg sebenar nya memakai cadar/mikof dan purdah… yang seperti ini baru di nama kan full hijab… untuk lebih jelas cari buku2 mengenai masalah HIJAB… semoga dapat menggugah hati anda… aamiin…
Wednesday, July 6, 2011
Enkau tahu bahwa kini di hati ini
tak terkecuali hati yang tak jua luput dari pengetahuanMu
baik rasa yang melintas ataupun yang mendendap
dan semua itu adalah keagungan takdirMu
Enkau tahu bahwa kini di hati ini
bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku
aku jatuh cinta pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku
ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari kekuasaanMu
Oh God … what can I do …
should I keep this love
to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah
Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan
bentangkan jalan pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku
labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga keridloaanMu
kembali pada cinta …
apakah ini hanya ada dalam hatiku saja
ataukah bunga cinta juga tumbuh di hatinya
jangan-jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan saja … menyedihkan
Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
I was in a confusion
cinta oh cinta
suatu waktu ketika aku memikirkanmu
mengumpulkan data atas mereka yang bahagia dan terluka karenamu
maka berdasarkan analisis hatiku aku menyimpulkan tentangmu
engkau hanyalah perspektif waktu
dan aku tak ingin terjebak dalam relativitasmu
yang meenggelamkanku dalam hubungan linier semu
karena adanya diferensiasi yang disembunyikan dalam hati
probabilitas kebalikan sifatmu kadang tak terduga
mampu memunculkan determinasi hatiku dan hati dia nantinya
ku tak ingin hal itu menggugurkan validitas cintaku
karena hubungan yang positif dan signifikan adalah pengharapanku
ya Allahu yaa Rohmaan
Inni Audzubika Minal Hammi Wal Hazan
ya Allahu yaa rohiim irhamna
wa Inni asalukal qolbun salimun salaman
Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan
karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu
begitu susah rasa ini aku palingkan
Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian
once again
Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
????????????
?
??
??????????????????????
Allah …
JIka suatu saat nanti telah terkumpul keberanian
sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya
Kumohon … Arahkanlah hatinya untuk menerimanya
hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna
Namun jika dia menolaknya
Lewat angin …Sampaikanlah bahwa dia tak layak untukku
dan Engkau telah menyiapkan bidadari terbaik untuk diriku
yang akan engkau turunkan diantara bintang dan rembulan
Dan andai nanti dia menerimanya
maka vibrasikanlah penerimaan itu terhadap keluarganya
karena aku tak ingin cinta yang tak direstui
yang akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan kawin lari
astaghfirullahal ‘adzim
Allah … sungguh tak ada yang tahu kehendakMu
Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya
namun tidak bagi wali yang mewakili dirinya
Jika itu terjadi … hancurkanlah cinta
hancurkan rasa itu sebagaimana kau hancurkan kaum-kaum yang telah mendustakanMu
karena telah kupaksakan hati untuk mencintaimmu di atas cinta selainMu
but …
a hope in my heart
I want to meet her
in one day one heart to be forever
Ya Allah perkenankan permohonan cintaku
Bila tlah kau catatkan dia akan jadi milikku
Satukanlah hatiku dan hatinya
Titipkanlah kepada kami bahagia yang abadi
Melayari hidup ini dengan ridlomu ilahi
Namun bila tlah kau takdirkan dia bukanlah milikku
Bawa jauh dia dari pandanganku.
Lenyapkanlah kebahagiaan saat dia disisihku
Dan pelihara diriku dari kecewa hatiku.
Tenangkanlah hatiku dengan lembut cintamu
Dengan kasih sayangmu.
Agar ku merasakan indahnya karuniamu
Yang kau anugerahkan untukku.
Janganlah kau biarkan aku hidup sendirian
Membawaku di kegelapan dunia.
Maka berikanlah diriku pasangan yang beriman
Agar aku dan dia dapat
Setia tuk menyembahmu.
Monday, March 21, 2011
Di atas Sejadah Cinta
Dalam Pandangan-ku
Terang Berderang Cahaya
Di Atas Sejadah Cinta ini
Tangisan sanubari pun telah terhenti
Kala suram surya memancar sinarnya
Pertemuan seindah bayangan firdausi
Menjadi dzikir kasih yang suci.
Lukisan dua jiwa menjadi satu
Terkenang detik bertemunya kau dan aku
Santun berhikmah mengingatkan diri
Hidup dan mati hanya untuk ILLAHI
Menggengam janji cinta ini
Bertemu kasih tanpa jasad
Bicara tanpa suara, hanya tulisan bahasa indah
Mengeratkan antara kita
Hinggalah ke akhirnya....
Kau kusanjung karena Perjuangan.. pengorbananmu
Bagai putri di khayangan
Ketika ku lesu hadapi hidup
Kau hembuskan nafas semangat
Penawar hati... Tenangkan Jiwa...
Di atas Sejadah Cinta
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Sebuah Puisi indah dari ana, untukmu ya ukhti Fillah...
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang Sedang Galau...
--------------------------------
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..
✿ Prinsip ABC ✿
✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru
Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
FOR DA'WAH...,,,...,,, ^^
^_senyum_^
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Saturday, March 19, 2011

hati...
relakanlah segala derita ini
tempuhilah segala onak ini
andai kau yakini kan bersatu
hati...
...sungguh pun aku tewas
kerena engkaulah aku masih bertahan
kau bisikkan padaku...
inilah kebahagiaanku
inilah kehidupanku
inilah jua perjuanganku
kau sematkan kesabaran
kau kukuhkan keimanan
tatkala jiwaku dilanda kehampaan
hati...
yakinkanlah
cinta ini utk dimiliki
walau jasad ku tiada abadi
harumnya tetap hakiki.
ya ALLAH ya RABB..
walau seberat mane pn UJIAN yg hendak kau beri,
aku mohon pertolongan dr mu untuk kau kuat kn imanku,
sabarkn hati ku...
kerana aku tahu UJIAN yg dtg hanya untuk menguji
...dan balasan atas DOSA2 yg pernah aku lakukan dulu..
jika mmg salah ku,
aku bersujud pd mu memohon keampunan,
cuma jgn kau beri balasan itu pd ank2 ku atas kjahilan diri ku,
kerana mereka tdk brsalah....
mungkin dulu aku terlalu mncintainya sehingga aku lupa akan kau pmilik nyawaku,
tapi kini aku sedar..
kau telah mmbuka mata hati ku bahawa die x selamanya milik ku,
kau yg maha kekal..
ya ALLAH ya RABB..
kau berikan lah pngajaran pd MEREKA2 yg MENGANIAYA DAN MNZALIMI KU,
kerana sesungguhnya aku tiada tmpt mngadu,
hanya pd mu..
KERANA HANYA KAU MAHA MENGETAHUI APA YG ADA D DLM HATI KU...
amin...
DOA UTK MNDAPAT SUAMI YG SOLEH INSYAALAH ;)
Bismillahirrahmanirrahim..allahumma sa'khirli zaujan solihan,
yakhtibuni wayatazau wajubi,
wayakunu sahibanli,
fiddunya waljannah..
...(YA ALLAH,KAU KURNIAKNLAH AKU SORG SUAMI YG SOLEH,YG MMPU MMBIMBING KLUARGA KAMI MNUJU JANNAHMU.KAU LNDUNGILAH DIA SBAIK2NYA.KPD MU JUA AKU BSERH DN KPD MU AKU MMOHON PTUNJUK DN KEREDHAAN..AMIN YARABBAL ALAMIN)
walau seberat mane pn UJIAN yg hendak kau beri,
aku mohon pertolongan dr mu untuk kau kuat kn imanku,
sabarkn hati ku...
kerana aku tahu UJIAN yg dtg hanya untuk menguji
...dan balasan atas DOSA2 yg pernah aku lakukan dulu..
jika mmg salah ku,
aku bersujud pd mu memohon keampunan,
cuma jgn kau beri balasan itu pd ank2 ku atas kjahilan diri ku,
kerana mereka tdk brsalah....
mungkin dulu aku terlalu mncintainya sehingga aku lupa akan kau pmilik nyawaku,
tapi kini aku sedar..
kau telah mmbuka mata hati ku bahawa die x selamanya milik ku,
kau yg maha kekal..
ya ALLAH ya RABB..
kau berikan lah pngajaran pd MEREKA2 yg MENGANIAYA DAN MNZALIMI KU,
kerana sesungguhnya aku tiada tmpt mngadu,
hanya pd mu..
KERANA HANYA KAU MAHA MENGETAHUI APA YG ADA D DLM HATI KU...
amin...
DOA UTK MNDAPAT SUAMI YG SOLEH INSYAALAH ;)
Bismillahirrahmanirrahim..allahumma sa'khirli zaujan solihan,
yakhtibuni wayatazau wajubi,
wayakunu sahibanli,
fiddunya waljannah..
...(YA ALLAH,KAU KURNIAKNLAH AKU SORG SUAMI YG SOLEH,YG MMPU MMBIMBING KLUARGA KAMI MNUJU JANNAHMU.KAU LNDUNGILAH DIA SBAIK2NYA.KPD MU JUA AKU BSERH DN KPD MU AKU MMOHON PTUNJUK DN KEREDHAAN..AMIN YARABBAL ALAMIN)
yakhtibuni wayatazau wajubi,
wayakunu sahibanli,
fiddunya waljannah..
Sunday, March 13, 2011
Ku Lepaskan Kau Dengan Senyuman

Di mana,,,
Hai-mu padaku kala itu,
saat mawar hitam terjuntai di ruangmu.
Ke mana,,,
Hai-mu malam itu,
saat kau bawa puing cintaku.
Bagaimana,,,
Senandung merdu dari dalam rasa,
yang kau titipkan pada senjakala cinta.
Dari mana,,,
Rasa ini ada, lalu kembali tiada,
kau genggam gelas kristalku tanpa rasa,
hingga segala yang tertuang di sana menjadi hampa.
Kata tanya, apakah selalu untuk bertanya?
Jika tak ada rasa, mengapa masih bertanya?
Jika rasa itu ada, kenapa juga selalu bertanya?
Sampai kapan, hidup penuh dengan tanda tanya?
mana,
kau simpan ini,
rasa galau yang milikku,
rindu dan penantian yang lalu.
Di
mana,
tersimpan itu,
wajah yang lama kucari,
dalam perjalanan dan penantian,
panjang seolah tak bertepi dan berdinding.
Di
mana,
mimpi dan rindu,
terselip dari antara hariku,
selalu menemani dalam tiap heningku,
berikan indahnya mencinta dan merindu padaku,
berikan hampir rasa aman pada tiap kelopak mawar hitamku.
Berjalan hampir tak pasti. Bersama rindu dan penantian. Menggenggam indah dan pedihnya perjalanan dan pencarian panjang
Wahai Penantianku Jangan Kau Persulitkan Aku
Kerana Di Saat Hari Itu Tiba
Usailah Penantianku Untukmu
Kerana Engkau Bukan Untukku`
~Aku Akhiri Engkau Dengan Senyuman~
Bahagiakan Dirimu Dengan Satu Isteri ~
On 25/06/2008, in BUKU: Bercinta Sampai ke Syurga, by Abu Saif
“Wah, anta dah jadi ‘Ustaz Cinta’ sekarang ini ya”, sampuk teman saya tatkala melihat poster Seminar Manual Cinta Haraki di Ipoh baru-baru ini.
Saya tersenyum.
Agak janggal dan kekok dengan title ‘Ustaz Cinta’, apatah lagi melihat banner dan bunting wajah saya seiringan dengan kalimah ‘Cinta’ di tepi-tepi jalan.
PASCA AKU TERIMA NIKAHNYA
Semenjak terbitnya buku AKU TERIMA NIKAHNYA, saya semakin dikaitkan dengan title ‘Ustaz Cinta’. Nyatanya gelaran itu tidak pernah ada di dalam bayangan dan perancangan hidup saya. Apatah lagi saya mula bercinta pada usia yang agak lewat berbanding biasa. Hanya setelah berjabat tangan di majlis nikah, cinta saya bermula. Lewat lima malah mungkin sepuluh tahun berbanding amalan biasa hari ini.
Buku Aku Terima Nikahnya itu bukan buku cinta. Ia buku tentang kehidupan. Tetapi cinta adalah manfaat dari menghayati makna kehidupan. Cinta dijadikan tema buku ini kerana kita sentiasa duduk dalam lingkungannya. Lingkungan cinta, antara ibu bapa dan anak, suami dan isteri, malah hubungan kita dengan Baginda Rasulullah SAW juga diungkap sebagai cinta. Semua itu digarap di dalam buku Aku Terima Nikahnya, bahawa ia memaksudkan sebuah kehidupan.
“Saya ada masalah dengan suami saya”, kata seorang penghantar email.
“Kami mahu bertunang, tetapi itu pun ibu bapa kami halang. Macam mana ustaz?”, rungut seorang lagi.
“Tunang saya kata, dia memang bercita-cita semenjak di Tingkatan Lima lagi mahu berpoligami. Pening kepala saya ustaz!”, luah satu lagi email yang saya terima.
Ya, semenjak penerbitan buku AKU TERIMA NIKAHNYA, kotak email saya dihujani sekurang-kurangnya dua atau tiga email sehari, khusus bertanya tentang cinta. Hingga saya tenggelam punca dan memperuntukkan sekali sebulan untuk membalas…andai ada upaya.
KESAN YANG MEMEDIHKAN
Penangan buku AKU TERIMA NIKAHNYA juga menyebabkan saya dan isteri terpaksa menyesuaikan diri dengan keadaan. Paling utama, saya berasa sungguh tidak selesa apabila berjalan di kedai, dan kemudian disapa oleh seorang perempuan. Peminat katanya.
Lebih memburukkan keadaan, apabila saya perkenalkan Ummu Saif di sebelah saya, ‘peminat’ itu sekadar senyum dan kembali mahu berbicara dengan saya. Dia seolah-olah memberitahu bahawa, “saya peminat Abu Saif, bukan Ummu Saif”.
Beberapa kali kejadian seumpama ini berlaku, ia benar-benar menjadi tamparan kepada saya dan isteri. Syukurlah dengan persefahaman yang ada, saya dan Ummu Saif selalu belajar berterus terang meluahkan apa yang terbuku di hati, agar tiada jarum patah yang tersimpan di dalam peti. Sikap sedemikian bukan sahaja tidak adil kepada Ummu Saif dan melukakan hatinya sebagai insan paling utama dalam hidup saya, malah tidak layak dengan nilai ‘malu’ yang seharusnya menjadi perhiasan kaum muslimah.
Terkini, seorang pengunjung menawarkan dirinya menjadi isteri kedua saya melalui shoutbox! Agama apakah yang adab susilanya untuk seorang perempuan berkelakuan begitu?
Justeru saya akur, bahawa cinta itu krisis besar dalam masyarakat hari ini. Sama ada ia racun yang menggilakan kewarasan, atau ubat kepada si gila untuk kembali waras.
Setinggi mana intelek seseorang, serendah mana taraf hidup seorang yang lain, kita berdepan dengan krisis yang satu ini. Lantas mungkin kerana itu, sekali saya menulis tentang cinta, saya terperangkap di dalamnya hingga terpaksa memikul stem di dahi sebagai ‘Ustaz Cinta’.
KE INDONESIA
Bila bercakap tentang Islam dan cinta, kita tidak dapat lari dari menjenguk literature berkaitan dari negara jiran sebelah. Indonesia jauh terkehadapan dalam menggarap isu Islam dan cinta melalui penghasilan buku, novel, drama, filem, lagu dan nyatakan apa sahaja.
Tetapi ada yang satu ini menambat hati saya.
Sekira-kiranya saya mahu menumpang bahu, mencari model dari negara seberang untuk check and balance saya yang dihadapkan dengan label ‘Ustaz Cinta’ ini. Syukur, kerana saya bertemu dengan seorang tokoh yang nampaknya menghampar dan melalui jalan yang banyak persamaan dengan saya, biar pun senioriti dan kedudukannya di dalam masyarakat amat jauh berbeza dari saya.
CAHYADI TAKARIAWAN
Itulah Ustadz Cahyadi Takariawan atau juga dikenali dengan nama Pak Cah.
Beliau itu ‘Ustadz Cinta’ dari negara seberang.
Bukan calang-calang orang kerana Ustadz Cahyadi adalah salah seorang daripada anggota Majlis Syura Partai Keadilan Sejahtera Indonesia (PKS). Tetapi beliau seorang yang sangat prolifik khususnya di dalam menghasilkan makalah dan buku. Tulisannya pelbagai khususnya membabitkan soal peraturan dakwah harakiyyah dan yang berkaitan dengannya.
Namun akhirnya, beliau makin terserlah dengan buku-buku, makalah dan ceramah yang berkaitan dengan CINTA.
Saya sempat membaca tentang beliau dan memasang azam untuk bertemu dengannya ketika saya ke Yogyakarta baru-baru ini. Malang sedikit, kunjungan saya ke kantor PKS Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah diatur lebih awal, tidak mendapat izin dari Allah untuk menemukan saya dengan Ustadz Cahyadi Takariawan. Beliau ada urusan yang tidak dapat dielakkan di luar kota Jogja.
Namun saya tetap bersyukur malah gembira sekali berpeluang bertemu, berbincang dan berwacana dengan rakan-rakan aktivis PKS Yogyakarta yang lain. Mereka itu kaya dengan pengalaman dan buah fikiran. Perbincangan kami banyak membantu memahamkan gerak kerja amal Islami di kedua-dua negara yang satu cita-cita ini.
DI JALAN DAKWAH AKU MENIKAH
Buku Ustadz Cahyadi Takariawan yang saya kira paling menarik berkaitan dengan cinta, malah seakan-akan buku AKU TERIMA NIKAHNYA versi Indonesia, ialah buku DI JALAN DAKWAH AKU MENIKAH.
Buku setebal 223 mukasurat ini sangat kaya dengan saranan, pesanan dan panduan berkaitan cinta dan perkahwinan, khususnya di kalangan aktivis dakwah. Bahasanya ringan dan santai, banyak diselang selikan dengan cerita untuk menyuntik unsur realiti di sisi teori dan ringkasnya, saya jatuh hati dengan keunikan buku ini. Terima kasih kepada rakan IMAN di Bandung yang telah menghadiahkan saya buku ini.
BUKU KONTROVERSI
Akan tetapi, buku yang saya cari-cari namun sukar sekali menemuinya adalah sebuah buku yang telah menggegarkan Indonesia dengan skala yang sama dengan kisah poligami Aa Gym. Buku yang saya maksudkan itu adalah buku Ustadz Cahyadi Takariawan bertajuk BAHAGIAKAN DIRIMU DENGAN SATU ISTRI!
Ya, membaca tajuknya sudah memberi indikasi yang jelas kepada kita. Ustadz Cahyadi tidak enak dengan POLIGAMI.
Buku ini telah mencetuskan kontroversi di Indonesia, khususnya di kalangan aktivis PKS sendiri, memandangkan ia ditulis oleh salah seorang pemimpin utama yang disegani. Apatah lagi amalan berpoligami itu agak biasa berlaku di kalangan aktivis PKS.
Terima kasih kepada rakan di Yogyakarta yang mengirimkan buku ini kepada saya. Setelah selesai membaca pusingan satu, saya amat berpuas hati dengan isi kandungannya.
Ternyata, Pak Cah tidak sama sekali menentang prinsip poligami. Keharusannya di dalam Islam adalah termaktub jelas dengan hikmah yang besar dan pelbagai. Lihat sahaja kematian ramai pria di Ambon, bagaimana nasib wanita dan anak-anak yang ditinggalkan? Islam merealisasikan ajarannya yang sangat fitrah dan cocok sebagai solusi ummah melalui poligami.
Tetapi bukan semua masalah secara mudah harus diselesaikan dengan memilih poligami. Inilah yang cuba diketengahkan oleh Pak Cah di dalam buku ini. Pada saya buku BAHAGIAKAN DIRIMU DENGAN SATU ISTRI ini adalah buku yang ditulis secara fenomenologi, iaitu buku yang membicarakan tentang pengalaman praktis dan bukannya idea-idea teori di dalam kitab Fiqh.
Ustadz Cahyadi menilai sirah, betapa Nabi SAW pada kebanyakan jangka usianya baginda itu tidak berpoligami. Cinta pertama baginda SAW bersama Khadijah kekal hingga ke akhir hayat tanpa menambah isteri. Poligami berlaku di fasa kemudian dalam jangkamasa hanya kira-kira sedekad sahaja dari usia Baginda SAW.
Buku ini mengupas dengan terpeinci fungsi, manfaat dan logik mengapa poligami itu mesti dipertahankan sebagai solusi yang ada di dalam Islam. Akan tetapi buku ini juga mendedahkan dengan sopan tetapi berani, bahawa jarang sekali seorang lelaki menikahi isteri kedua, ketiga atau keempatnya atas fungsi, manfaat dan logik yang ada.
SALAH GUNA POLIGAMI
Saya hanya mampu mengangguk.
Di satu sudut, poligami itu boleh menjadi sesuatu yang negatif apabila disalah guna. Seorang suami yang meletakkan poligami sebagai satu option yang sedia diguna pakainya pada bila-bila masa, tidak akan bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah yang berlaku di antara dirinya dengan isteri yang ada. Cepat sahaja pergi kepada quick fix yang ada iaitu dengan berpoligami. Seandainya masalah yang dihadapinya itu berpunca dari diri sang suami, maka beliau bukan menyelesaikan masalah dengan poligami, sebaliknya mencambahkannya pula.
Pandangan-pandangan Ustadz Cahyadi Takariawan ini sangat meributkan keadaan hingga timbul usul untuk mengharamkan buku ini malah memecatnya dari PKS! Walhal buku itu sendiri telah dihias dengan kata-kata aluan isteri pertama presiden PKS iaitu Sri Rahayu Tifatul Sembiring. Dalam erti kata yang lain, buku ini tidak bermaksud mahu melukakan hati mana-mana lelaki atau perempuan yang terlibat di dalam poligami. Tetapi Ustadz Cahyadi mahu menganalisa dan membetulkan persepsi-persepsi yang salah tentang poligami. Ketika mana poligami itu disyaratkan dengan ‘BERLAKU ADIL’, itu jugalah syarat yang paling kerap terabai hingga ramai sekali perempuan dan anak-anak yang menjadi mangsa poligami yang tidak cukup syarat ini.
Bagi seorang lelaki bertaraf Nabi, yang banyak diberi kelebihan oleh Allah, sudah cukup payah untuk mengelola perasaan dan menghadapi isteri-isterinya Baginda. Apalagi untuk lelaki biasa. Ustadz Cahyadi pun membuat konklusi bahawa, “karena kita bukan Nabi, istri kita pun bukan Aisyah, maka jangan coba-coba berpoligami” (halaman 238).
MENGAPA TIDAK BERPOLIGAMI
Tatkala poligami itu menjadi kebiasaan dalam amalan warga aktivis dakwah, Ustadz Cahyadi ketika ditanya mengapa beliau tidak berpoligami, telah menjawab:
”Jagalah istri, jangan kau sakiti. Sayangi istri, amanah Ilahi. Bila diri kian bersih, satu istri terasa lebih. Bila bisa jaga diri, tidak perlu menikah lagi. Bila suami berpoligami, dakwah akan terbebani. Demarketing menjadi-jadi, dakwah bisa dibenci….’ ‘
Teringat saya kepada cerita arwah abah tentang Nyang (moyang saya) yang berpoligami. Kerana mahu berlaku adil kepada kedua-dua isterinya, Nyang terus meminta dirinya dihantar ke rumah setiap isterinya mengikut giliran biar pun beliau ketika itu sudah amat uzur. Akhirnya Nyang menghembuskan nafasnya yang terakhir di atas kereta kuda di tengah-tengah perjalanan di antara rumah kedua-dua isteri beliau dan disempurnakan jenazahnya di kawasan berkenaan.
Mampukah saya seadil itu?
Saya tidak perlu menjawabnya kerana SAYA SUDAH BAHAGIA DAN SEMPURNA DENGAN SATU ISTERI.
Di Kutib Oleh
By : Ustadz ABU SAIF
56000 Kuala Lumpur
Sebuah renungan untuk Kita Semua..






















