Friday, July 29, 2011

Notes ana ( Sebuah Catatan Kecil ana )

Bagaimana

Hari ini mendung semakin gelap dan tak ada cahaya,
semua membawa pergi cahaya yang kumiliki,
hingga hampir tak dapat lagi aku meraba ‘tuk sekedar melangkah,
tertatih dan semakin melelahkan,
bagaimana lagi harus menerangi hariku.

Ingin kutawarkan pemanis dan hiasan,
namun kau semakin menjauh dan menghilang,
membawa semua rasa yang hampir sirna dan hambar,
melegakan namun ada yang tersendat,
bagaimana aku harus memperbaiki.

Lalu datang bayangan lembut menyapa,
tawarkan segala rasa yang tlah tak ada lagi,
dan aku hanyut dalam buaiannya,
hingga dini hari menjelang dan bayangan pergi,
bagaimana aku menggapai bayangan itu.

Bagaimana mungkin kau tawarkan sesuatu yang tak ada.
Bagaimana mungkin aku terbang tanpa sayap.
Bagaimana mungkin aku bermimpi jika tak pernah tidur.
Bagaimana mungkin rindu ini seindah ini.
Dan bagaimana caranya kugapai bayanganmu,,,

Inikah akhir dari perjalanan panjang dan pencarian, juga penantian?
Menutup seluruh katup dan rongga-rongga keping cinta.
Ataukah masih harus meniti penantian baru.
Namun terasa detak jantung memburu.
Sebuah belati cinta ‘tlah terhunus kini.
Yang tiada henti berlari mencari sarungnya.
Ataukah akan kembali pada satu lingkaran dan cahaya?
Hempaskan mimpi pada penantian dan titian baru beratapkan rindu.
Rinai hujan bagai percikan api dalam kasat mata warna.
Oleh cahaya di ufuk Timur berganti Barat.
Entahlah itu cahaya atau cinta.
Kelabu hampir hitam namun serasa putih.
Katub cinta hampir tak bertepi memanggil tepian malam.
Aku terpana menatap cahaya pada dini hari yang enggan usai ini.
Hampir melelahkan namun tak pernah ada lelah.
Hampir berupa keniscayaan namun makin nyata.
Masih ‘tuk Perempuan dan Lelaki di ujung senja.

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More