Saturday, July 30, 2011

Notes Ana ( halaman 2 )

Setiap detail rapi berderet di layar,
singkirkan sejenak detak nyaring kerinduan,
menatap halaman yang telah penuh oleh coretan hati,
meraba satu per satu di mana gerangan tersembunyi muslihat cinta,
hening menyapa dentingkan peluit panjang.

Apik telah tertata dan tersusun,
deretan rasa yang dirindukan malam lalu,
kini terang sinarnya hampir hempaskan kesadaran,
apakah mimpi dan ilusi telah berpindah pada halaman di sini,
hening temani lamunan panjang agar segera terbangun.

Kosong pada lembar tanda tanya,
apakah tak ingin bertanya atau memang tak ada tanya,
hingga terlupa batu karang masih hampir kokoh,
terkikis perlahan walau tak ingin,
hening kirimkan berita untuk segera dibaca.

Mentari telah menyapa hari,
dan kini pun bulan menyapa malamnya,
apakah hendak bertaut keinginan dalam keniscayaan,
melangkah namun tak pernah bergerak,
hening kembali kosong dan tak ada.

Hening dan kembali hening hampir seperti malam-malam lalu,
tak harus terhentak namun cukup hempaskan kesadaran,,,,,,,,,

Inikah akhir dari perjalanan panjang dan pencarian, juga penantian?
Menutup seluruh katup dan rongga-rongga keping cinta.
Ataukah masih harus meniti penantian baru.
Namun terasa detak jantung memburu.
Sebuah belati cinta ‘tlah terhunus kini.
Yang tiada henti berlari mencari sarungnya.
Ataukah akan kembali pada satu lingkaran dan cahaya?
Hempaskan mimpi pada penantian dan titian baru beratapkan rindu.
Rinai hujan bagai percikan api dalam kasat mata warna.
Oleh cahaya di ufuk Timur berganti Barat.
Entahlah itu cahaya atau cinta.
Kelabu hampir hitam namun serasa putih.
Katub cinta hampir tak bertepi memanggil tepian malam.
Aku terpana menatap cahaya pada dini hari yang enggan usai ini.
Hampir melelahkan namun tak pernah ada lelah.
Hampir berupa keniscayaan namun makin nyata.
Masih ‘tuk Perempuan dan Lelaki di ujung senja.

Ketika dini hari menyapa,tak ada lagi senyum untuknya,hanya wajah-wajah penuh amarah,,AKU harus melupaknya agar tak ada lagi sisa nestapa di wajahnya, dan Hari Esok semua kembali tersenyum bahagia. Jika kukatakan padamu, aku tak lagi peduli?
Ya Allah kuatkan aku yang tiada berdaya.,
Ta Robbi Kuatkan Hati Dan Jiwaku.

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More