Tuesday, January 11, 2011

MaNusia

Manusia hidup ibarat layang - layang..
Kadang - kadang arahnya ke kanan...
Kadang - kadang arahnya ke kiri...
Kadang - kadang ia menggila...
Berpusing - pusing kerana kencangnya angin..
Hilang arah..hilang tujuan...
Kadang - kadang ia tetap di atas awan...
Kadang - kadang ia jatuh menyembah bumi..
Kadang - kadang putus talinya
Tersangkut si layang - layang entah ke mana....
Ada manusia yang hidup huru - hara..
Berserabut..berselirat dan berkabut...
Ada manusia yang hidup aman..
Tenang...damai dan nyaman...
Tidak kira apa jua situasi kehidupan manusia...
Semua tidak terlepas daripada diduga...
Manusia dan arah...
Manusia dan destinasi...
Adalah satu lumrah...
Ada tersalah arah dari mula perjalanan...
Ada sesat di tengah - tengah..
Hilang matlamat dan tumpuan...
Ada yang dipermudahkan laluan...
Dari permulaan hingga ke pengakhiran...
Setiap manusia arah pencariannya berbeza...
Tetapi ...persamaannya tetap ada...dan pasti..
Masing - masing mahu sampai ke destinasi..
Ada yang tiba tepat mengikut perancangannya...
Ada yang tersilap perhitungan di mana destinasinya..
Ada yang tercicir akibat kesuntukan masa...
Ada yang langsung tidak kunjung tiba....
Arah dan destinasi bergantung kepada diri manusia...Cara mana...bagaimana...adalah perancangan kita..
Bila..di mana...makbul atau tidak..ketentuan dariNya..
Namun begitu..setiap perancangan..
Setiap lorong...setiap laluan...
Tidak pernah sepi daripada dugaan...
Yang pasti..
Yang telah dijanji...
Dugaan yang diberikan olehNya..
Tidak akan lebih daripada kemampuan umatNya...
Dia menduga kita dengan harta...
Harta dunia yang dikumpul..
Dihimpun setinggi gunung...
Bisa hilang dan lenyap...Hingga manusia duduk termenung...
Terduduk dan tertunduk...
Apa silap..apa yang salah...
Menangis ...meraung bukan penyudah..
Dia menduga kita dengan kesihatan...Yang ceria dan sihat...
Yang tidak pernah makan ubat...
Yang tidak pernah sakit kuat...
Yang tidak pernah makan beringat - ingat..
Yang lupa dengan nikmat...
Diduga sakit bagai hendak tercabut tulang belikat...
Terlantar sepi...menahan sakit berteman keringat...
Dia menduga kita dengan kelapangan...
Hidup yang tiada permasalahan...
Hidup yang tiada kesibukan..
Bersenang - senang dengan masa lapang yang diberikan..
Faedah ditinggalkan..lagha jadi teman...
Namun siapa sangka..
Tiba - tiba kesempitan datang menziarah...
Hidup tunggang terbalik tak tentu arah..Sempit situasi dan sempit masa...
Berhambat di sini tercicir di sana...
Dia menduga kita dengan kemudaan...
Kekuatan dan kudrat jadi kelebihan...Baginya tiada apa yang tidak boleh ditawan..
Baginya tiada apa yang tidak boleh dikalahkan..
Baginya tiada apa yang boleh jadi halangan..
Baginya muda waktu gembira waktu bersuka..Tidak perlu kisah dosa pahala..Perkiraan di minda..itu semua dicari pabila sudah tuADarah panas..darah muda..
Ikut hati mati..ikut rasa binasa...Tapi apabila ketuaan menjengah...
Umur semakin singkat..diri semakin mengah..
Penyesalan tiada sudah..
Dia menduga kita dengan kehidupan...Diciptakan manusia sebaik - baik kejadian..
Diberi akal dan fikiran..
Itulah beza kita si khalifah dengan haiwan...
Carilah harta...carilah kejayaan...agar tidak hidup bersusah-susah..
Jangan dilupa fardhu ain kala leka dengan kifayah.Di atas dunia kita miliki..Di akhirat nanti kita nikmati...Pabila khalifah pergi bersama syahadah..
Telah terputus darinya hubungan dengan dunia..
Bekalan yang dibawa bukan saham ataupun harta..Bukan kereta mewah...mahupun yang kata - kata manis yang tercinta..
Hanya amal ibadat yang menjadi peneman setia...
Di kala Munkar dan Nankir datang menziarah dan bertanya...Itulah kayu pengukur lapangnya rumah kedua..
Itulah bayaran bercahaya atau gelap kediaman di sana...
Jangan dipersalahkan dugaan yang datang..
Bukan kita tidak diberi peringatan...
Terpulang pada kita mahu tahu atau masih dalam kelupaan..
Ingatlah lima sebelum lima..
Tua sebelum muda..
Kaya sebelum miskin..Sihat sebelum sakit..Lapang sebelum sempit...
Hidup sebelum mati...
Itulah tujuan diberi dugaan...
Supaya manusia berpijak di bumi yang nyata..
Supaya kita melihat dan menerima kejelikan kitaSupaya kita bersyukur dengan apa yang ada...Supaya kita tidak lupa...
Kita ada PENCIPTA...
Dia menduga atas dasar sebab dan hikmah...Dia menduga atas dasar kasih dan cinta...
Dia menduga atas dasar leka dan lupa..
Dia menduga atas dasar dosa dan pahala..Yang sabar dan redha..janjiNya mewah..
Yang baran dan celupar..janjiNya musibah...
Bila Dia menduga dalam apa jua cara..
Manusia harus bermula dengan satu perkara..Menerima kenyataan..hakikat..qada' dan qadar..
Melihat..dan menghadap realiti sebenar..
Jangan manusia hidup dalam penafian.Kerana di situ bermula kita menyalahkan..
Siapa sahaja mahupun Tuhan..
Wahai manusia jangan tersilap perhitungan..
Jika ini kamu jadikan sandaran..Jangan dihebah kamu beriman...Jangan kita berada dalam kelupaan..
Percaya pada Qada dan Qadar..salah satu rukun iman.
Barang siapa datang (membawa) Pahala kebaikanMaka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik dari pada kebaikan-nya itu;Dan barang saiap datang membawa) kejahatan,
maka arang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu
hanya di beri balas...an (seimbang)dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.,,.. ( AL-Qasas [84]

Sesungguhnya Allah mewajibkan engkau muhammad untuk melaksanakan hukum-hukum Al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali.
katakanlah muhammad,'' Tuhanku mengetahui orang..,,,
yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang Nyata.
( AL-ANKABUT[85]. )

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..
✿ Prinsip ABC ✿
✩ A mbil yang baik
✩ B uang yang buruk
✩ C iptakan yang baru

Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More