Tuesday, December 13, 2011

SahaBat NuraNi


Bismillah..

Rabbi....
Engkau Maha indah, dan cinta akan keindahan
Engkau indahkan cinta dimataQ
demikian berkilaunya sampai silau aQ melihatnya
hampir tak sanggup Q serap hakikatnya
nyaris terlena jiwa ini karenanya
hanya karena kasih_Mu
kini, Engkau hiaskan cinta itu dihatiQ

jadikan cintaQ pada_Mu ya Allah...
berhenti dititik ketaatan
meloncati rasa suka & tak suka
karena aQ tau
menaati_Mu dalam hal yg tak Q sukai
adalah kepayahan, perjuangan & gemilang pahala
karena seringkali ketidaksukaanQ
hanyalah bagian dari ketidaktahuanQ

Ya Allah...
jika jodohQ adalah potongan rusukQ,
mudahkanlah jalanQ menjalaninya
jika telah Engkau tetapkan dia bagiQ
lima puluh ribu tahun sebelum Engkau ciptakan segala sesuatu,
bukakan tabir hatiQ memahaminya. Jika dia adalah taqdir_Mu bagiQ,
kuatkan diriQ menempuh terjal berliku
untuk meraihnya dengan izin & ridha_Mu

Ya Rahman,,, Apa pun yang aQ kumpulkan, cepat atau lambat pasti akan pergi. Harta yang Q miliki, kehormatan yang Q perjuang-kan, dan semua yang diakui sebagai milik sendiri selalu mencari jalan keluar dari genggaman.

Ibaratnya,,, arus sungai yang rindu akan lautnya.
Sekuat apapun bendungan menghadang, air akan menemukan celah untuk meneruskan tetesannya.
Atau, angin akan mengangkat mereka ke awan-awan tebal dan menjatuhkannya ke atas samudera.
Apa pun yang terjadi, semua itu akan pergi.

Jika toh mereka tak meninggalkanQ, suatu saat aQlah yang akan

meninggalkan mereka. aQ akan meninggalkan semua itu.

Karenanya,,, Q tak ingin terburu mengaku beruntung atas segunung harta atau

selangit kehormatan yang ada. Di saat semua itu pergi, tak selalu

pantas aQ meratapinya sebagai kemalangan.

Maka, tak ada yang lebih baik selain selalu bersiap melepaskan.

Bagi bendungan, tekanan arus air adalah beban berat. BagiQ, tumpukan

harta tak kalah beratnya. Maka, bila ia harus pergi, maka Q relakan kepergiannya.

Ini kan membuat hati jauh lebih lapang dan ringan

ya Allah....
hati hamba-hamba_Mu
ada diantara jari tangan_Mu.
gerak geriknya ada dalam kuasa_Mu
wahai dzat yg membolak-balikkan hati,
kukuhkan hati kami diatas agama_Mu
wahai dzat yg mengarahkan hati,
arahkan hati kami diatas ketaatan kepada_Mu & Rasul_Mu

~•♥•~Apa Kabar, Jodohku?~•♥•~

Bismillah

Apa kabar jodohku?
Apakah kau juga sedang terjaga malam ini?
Apakah kau juga sedang memanjatkan doa kepada Ilahi di sepertiga malam ini?
Dan apakah mulut dan hatimu terus menerus berzikir disaat ini?
Begitu sangat aku merindukanmu, wahai jodohku....
Berharap kau segera datang menjemputku.
Tapi mungkin saat ini belum saatnya yang tepat untuk kita bertemu.
Walau aku sungguh mau, Walau aku sungguh ingin,
Namun takdir kehidupan mengharuskan kita untuk berjalan lebih lama dan masih banyak kewajiban yang harus kita emban dan kita lakukan.

Apa kabar jodohku?
Apakah kebaikan sedang melingkupi hatimu saat ini?
Apakah kedamaian bersama Allah sang maha pengasih telah mengisi hari- harimu hingga kini?
Bagaimana dengan Quranmu?.
Sudahkah kau berakrab dengannya hari ini?
Ceritakanlah kepadaku..
Aku berharap bisa mendengarnya. ..

Apa kabar jodohku?
Sehatkah kau saat ini?
Lalu episode apa yang sedang kau jalani sekarang?
Jujur, rasanya lelah aku menunggumu.
Sampai- sampai aku berharap,
Ketika mata ini terbuka, kau telah berada duduk disebelahku,
Kau tersenyum dan membangunkan aku.
Bersama kita bertafakur serta bersujud kepadanya.

Apa kabar jodohku?
Berat hati ini menantikanmu, gelisah pula hati ini memikirkanmu.
Jika saja sekarang kita telah halal dalam ikatan suci,
Aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.
Maka doakanlah...
Agar aku sabar menunggu, agar kau pun juga bersabar menunggu. Tenanglah....
Aku disini masih bersabar menanti mu, maka kaupun seharusnya begitu.

Jodohku...
Bilakah kita akan bertemu?
Pasti kita akan bertemu.
Namun sekarang, bahagiakanlah dahulu orang tua dan orang- orang yang menyanyangimu.
Namun sekarang, penuhilah dahulu segala kewajibanmu.
Dan perbaikilah kekuranganmu.
Maha suci Allah yang pasti akan memberikan kita kebahagiaan
Disaat dan waktu yang tepat

Jodohku....
Aku yakin, bila laki- laki yang baik adalah untuk wanita yang baik dan wanita yang baik adalah untuk laki- laki yang baik.
Maka bisakah kau bantu aku dengan doamu, agar aku mampu membaikkan dan memperbaiki diriku?
Dan, sudahkah kau sendiri berdoa dan berusaha agar hidup dan dirimu terasa lebih baik?
Semoga kelak saat kita bertemu, aku dapat menjadi hadiah untukmu.
Seorang istri yang senantiasa menyenangkanmu.
Semoga di akhir penantian kita nanti,
Kebahagiaan dan kedewasaan batin dari sebuah pribadi, sudah kita miliki.

Jodohku...
Semoga kau tak selalu memenuhi hari dan hatimu hanya dengan aku.
Semoga tetaplah Allah yang menjadi raja di kalbumu.
Dan doakanlah agar akupun berlaku yang sama.
Agar pertemuan kita nanti benar-benar berada dalam ridhoNya.

Jodohku...
Jangan risau dengan lamanya waktu,
karena aku insyaAllah adalah sebuah kepastian untukmu.
Bukankah kau juga yakin bahwa Allah menciptakan makhluknya berpasang- pasangan?.
Maka jangan risau dengan lamanya menunggu.
Jangan pula kau belokkan arah hidupmu pada keputusasaan.
Yakinlah, semua hanya masalah waktu.
Waktu yang pasti akan ada ujungnya.
Dan karena Allah tidaklah sedang mendholimi hambanya.
Maha suci Allah yang pasti akan memberikan kita kebahagiaan
disaat dan waktu yang tepat.

Ummati..ummati..ummati



Bismillah....
Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Aku wariskan pada kalian dua hal, Al-Qur’an dan As-Sunnah. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersamaku.

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Utsman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian meninggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata jibril.

Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?”, “Umatku, umatku, umatku”
Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Bagaimana dengan kita sahabat?? Tanya dan jawablah sendiri…

Alangkah indahnya hidup ini..Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku..Kerna pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini..Andai dapat kukucup tanganmu
Moga menaglir keberkatan dalam diriku..Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah..Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah ya Habiballah..Kami rindu padamu
Allahumma Sholli Ala Muhammad
Ya Rabbi Sholli Alaihi Wasallim..Alangkah indahnya hidup ini
andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan..hanya tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada umat..Umati kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan kami
Ya Rasulullah Ya Habiballah..Terimalah kami sebaga umatmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah..Kurniakanlah syafaatmu

Wallahu’alam bi shawwab.

Tuesday, December 6, 2011

Andi Mutmainnah Salam

Dari dulu, hingga saat ne orang yang mendengar dan ada kenal ana..,,. selalu akan KATA  kalau ini nama yang indah... Masyaallah.. CANTIK NAMA UKHTI..
Erm...
“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.
  Setidaknya aku sangat berterimakasih kepada Tuhan karena nama ini benar-benar mewakili sosok ana dalam hidup ini. Ada banyak cerita INDAH. ketidak sengajaan, keberuntungan dan hikmah yang tersimpan di balik nama itu hingga ana bisa menjadi sosok seperti saat ini.
Namaku Andi Mutmainnah Salam. ummi yang memberi nama indah ini Padaku. Aku tidak mengerti mengapa antara namaku dan kejadian saat aku lahir benar-benar seperti sebuah skenario yang tidak disengaja tertuliskan, tapi itulah takdirku. Dan inilah deskripsi dari namaku. 
Andi Mutmainnah Salam
Ummi sangat menyukai nama ini, beliau terinspirasi dari sosok doktor USTAZAH cantik yang mempunyai nama asli Mutmainnah Maharani, ea adalah ustazah yang dulu-nya menjadi ustazah kondang yang sangat terkenal di kotaku. Dulu,, hihihi saat ni ustazah bertinggal di sebuah desa yang tak jauh dari kotaku..Ummi dan Abi sering berobat ke Ustazah maharani. akhirnya Ibuku meminta izin kepada Ustazah tersebut untuk membubuhkan nama Ustazah tersebut kepadaku jika nanti aku dilahirkan sebagai perempuan. Dan mungkin saja itu harapan dari Ummi agar anaknya nanti bisa menjadi Ustazah kondang di masa depan dan bisa secantik seperti Ustazah itu. Alhamdulillah, saat ini aku tengah menjalani study ku di 2 UNIVERSITI yang berbeza, 1.Moslem University of Indonesia  sebagai mahasiswa Syariah, DAN satunya lagi di Ma’had ‘Aly al-Wahdah.  http://www.stibamks.net/2009/07/profil.html . yah doakan yah sahabat semoga ke duanya ini ana tetap istiqamah dalam menjalaninya. Saya seorang aktivis da'wah dalam syarikat POLITIK ISLAM besar yang di namakan HIZBUT TAHRIR. dan saat ini sedang melanjutkan perjuangan untuk menjadi hamba yang terbaik. saya anak  ke 5 dari 6 adik beradik. hmm Untuk masalah cantik sih, dari segi fisik mungkin aku tak kalah cantik juga dari Ustazah doktor maharani itu,, sangat cocok dengan apa yang diidam-idamkan oleh Ummi, ya biasa saja. Yang paling penting itu cantik hatinya, kalau udah cantik hati, aura kecantikan di luar bakal keluar dengan sendirinya 
“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra) " bagiMulah segala puja puji, dgn hati badan dan lisanku.


Ada cerita lucu, saat Ummi meminta izin kepada Ustazah, aku berumur 9 bulan dalam kandungan ibu, dan saat itu si Ustazah juga tengah mengandung 7 bulan. Dan di masa depan ini aku bertemu kembali dengan anak si Ustazah yang dulu sama-sama berada di alam kandungan, dan bertemunya secara tidak sengaja, Nah, karena sekarang Ustazah itu juga menjadi Musrifahku di Perhalaqoan, banyak Ustazah yang lain mengira bahwa aku anak kandung Ustazah maharani .   sisi positifnya lagi, Ustazah ini udah kenal denganku, ya berkat anaknya juga yang sering cerita ke ibunya kalau dia punya teman yang namanya sama dengan ibunya, jadi asal aku mau periksa mata pasti dapat diskon biaya pengobatan dari si Ustazah, 
Nama Andi Mutmainnah Salam
Andi : Nama Keturunan atau ke silsila keluarga yang baik..“Mutmainnah” :
dalam suroh AL-BALAD  yang artinya adalah JIWA YANG TENANG,
SALAM : KE SELAMATAN UNTUK-NYA
Aku lahir di tengah malam saat waktu shalat Tahajud PERTENGAHAN SHUBUH ..
Benarkan yang aku kata, semuanya seperti kebetulan dan pas dengan niat Ummi yang ingin memberikan nama yang cantik ini pada ana
Tetapi pada makna erti nama ana , ada makna tersirat yang diberikan Allah pada hari kelahiranku. Tidak semua manusia bisa mendapatkan moment khusus seperti ini. Semoga aku bisa menjadi hamba yang taat kepada Allah. Allah lah yang menjadi titik awal yang membuat aku menjadi sosok yang seberuntung ini. Dan sampai saat ini, entah mengapa aku lebih menyukai suasana malam dan semua keindahan yang terdapat pada malam, sifat malam pun terasa begitu menyatu denganku.

Andi Mutmainnah Salam
Wah, mungkin ini bagian nama yang paling mudah ditebak prediksi sejarahnya. Kalau “Andi” kebanyakan orang akan prediksi anti darah bugis yah “”, ataupun karena Andi itu berasal asal suku atau kerajaan atau anak darah keturunan bugis jadi tidak salah lagi prediksi orang memanglah benar ada benar. kalau “Mutmainnah” orang-orang pasti nebak kalau saya lahir saat salah satu orang tua saya ada yang punya jiwa yang tenang ia lemah lembut...,, penuh dengan ketenangan.,, Yup, bener banget. sbb ummi hatinya penuh dengan kasih sayang, lembut dalam berbahasa. apatah lagi ummi tidak pernah memarahi anaknya sampai mengucapkan kata-kata kasar. hm mm..  Subhanalloh.
Ya, begitulah sahabat erti dari “Namaku” . Benar-benar INDAH TERDENGAR. penuh ketidak sengajaan dan pastinya menjadi sejarah bagi hidupku. Peristiwa-peristiwa yang aku alami ketika aku lahir, benar-benar membuat aku menjadi makhluk yang beruntung. “Nama ini” membuat semua orang mudah mengenalku, dan ingat akan ana,, . Mungkin selain nama yang cantik. di dunia ini mungkin baru aku yang memiliki nama seperti ini, Subhanalloh.. Walhamdulillah.


Friday, November 18, 2011

Dalam Hijab dan Jilbab, Larangan Jilbab Serta Busana Yang Tidak Mengikuti Syari’at Islamiyah Dalam Kemajuan Zaman Dan Trend Fashion Pakaian Wanita Muslimah


http://tausyah.wordpress.com/pakaian-muslimah
Pakaian Muslimah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan dari sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Jelas sekali diterangkan rasulullah bahwa wanita yang seperti itu tidak akan masuk syurga dan mencium baunya pun tidak. Maka ini peringatan bagi kita muslimah untuk bermusahabah diri.
2. Fashion Jilbab Menyerupai Biarawati Kristian
Orang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di ‘Umdatut Tafsir, 1/152)
Sangat dilarang umat islam untuk menyerupai suatu kaum. Nah disini dibahas fashion yang menyerupai biarawati kristian, yang seperti apa itu? Fashion para biarawati yaitu menggunakan penutup seperti jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya. Mungkin masih sering kita jumpai para muslimah yang mengenakan jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya. Itu merukan hal yang dilarang karena meyerupai kaum kristiani.
Baik telah di jelaskan diatas tentang cara berjilbab yang mungkin masih banyak atau sedang ngetren-ngetren nya di kalangan muslimah apalagi remaja, tetapi sayangnya dilarang.
Renungkanlah, masuk kategori manakah kita…?
Tetapi…
Masih ada yang masih mengikuti syar’iat cara berjilbab berbusananya.
Mari kita bahas lebih serius..
Di tengah-tengah asyiknya para wanita dengan mode busana ala barat, disaat para wanita lelap dimanjakan oleh kemajuan zaman, disana Sekelompok wanita sholihah dengan anggun dan sopan mengenakan mahkota mereka yaitu jilbab muslimah tanpa peduli cemoohan, ejekan, dan hinaan masyarakatnya, karena mereka tahu betul hadits Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat populer dan akrab di telinga kita semua :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam ini pada awalnya datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing lagi. Maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing (HR. Muslim)
Dalam satu sisi, kita patut bersyukur karena di zaman kita sekarang dan di negeri kita yang mayoritas muslim ini, kesadaran mengenakan busana muslimah cukup lumayan, bahkan kian hari bertambah meningkat. Namun di sisi lain ternyata banyak saudari kita yang salah faham dengan hakekat jilbab muslimah, mereka menyangka jilbab hanya sekedar kerudung saja. Akhirnya, seperti kita lihat sekarang ini, banyak wanita berkerudung tapi bercelana jeans, berkaos ketat, berpakaian tembus pandang, memakai pakaian diatas lutut dan lain sebagainya. Seakan-akan kerudung tak ubahnya hanya sebagai asesoris belaka seperti yang diterangkan di atas.
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin  “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha pengampun lagi maha penyayang.” (al Ahzab:59)

FIKRUL ISLAM [Bunga Rampai Pemikiran Islam]


FIKRUL ISLAM [Bunga Rampai Pemikiran Islam]

Penulis: Muhammad Ismail
Editor: KH.Drs. Hafidz Abdurr...ahman, MM
Penerbit: Al-Azharpress
ISBN; 979311897-0
Harga Rp. 40.000,-

Al Fikru Al-Islam, secara harfiah berarti pemikiran Islam. Pemikiran Islam adalah hukum terhadap fakta berdasarkan persefkit Islam. Fakta yang dimaksud bisa dalam bentuk aktivitas hati (a'mal al-qalb), seperti hukum syara'; dan bisa dalam bentuk benda (asyya') yang menjadi obyek dari perbuatan fisik. fakta-fakta ini dihukumi dengan perseftif Islam. Outputnya disebut pemikiran Islam (al -fikr al-Islam).

karena itu, pembahasan buku ini mencakup keseluruhan hukum tentang fakta-fakta di atas. Hanya saja, keistimewaan buku ini tidak hanya memberikan gambaran hukum tentang fakta-fakta tersebut, tetapi yang lebih penting dari semuanya itu adalah buku ini memberikan kerangka berpikir (mindfream). kerangka yang sangat berguna bagi setiap Muslim untuk berpikir dan mengambil langkah dan tindakan.

Namun, untuk sampai ke sana, pertama-tama siapapun yang mengkaji buku ini harus sampai pada tingkat mengimani pemikiran yang harus diimani, atau paling tidak sampai pada tingkat ghalabat ad-dhan terhadap pemikiran yang memang level-nya hanya pada tingkat ghalabat ad-dhan. hingga sampai pada ikhtiar sungguh-sungguh untuk mendalami dan menerapkannya dalam kehidupan. hanya dengan cara itulah, pemikiran Islam ini akan mampu mengubah hidup kita, dan lebih jauh mengubah dunia.

KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MM
ketua Lajnah Tsaqafiyyah Hizbut Tahrir Indonesia


Info dan Pemesanan Keagaenan Hub. 081380409009 / 08176694030


Pembayaran :
Transfer Via
BCA 1810219447
BSM 0797040016
BRI 009201001929533
a.n Sandi Nopiandi/Noviandi

Biaya Hantar Ditanggung Pembeli

Saturday, November 12, 2011


Saturday, November 5, 2011

Nota hati seorang perempuan bertudung labuh

Salam to all readers~ =) (Please press ctrl+c to copy and sharing to the others, I have to disable right click for some reason but it does not mean that it can't be copy and shared, thank you.)










Testimonal;


[AsiyahWaheed]


"Bertudung labuh itu tetap menjadi pilihan saya kerana apabila menyarungnya akan membuatkan saya cukup selesa."




[AieeenieAhmad]


"Tudung labuh menjadi pilihan hati kerana ia memberi perlindungan kepada diri saya."




[FateenSafyqa]


"Ianya menutup aurat, itu paling penting. Fesyen itu ertinya bukan bagaimana cara kita attract people tapi sebenarnya bagaimana kita menunjukkan diri kita dalam fesyen itu."




Berikut adalah suara-suara testimonal oleh pemakai tudung labuh.


Hidup menuntut kita untuk membuat pilihan.


Anda ada dua pilihan. Hidup juga menuntut kita untuk membuat pilihan.



Memilih jam mahal diletak di dalam balang berkaca di show room. Indah dipandang tetapi harganya mahal. Tersangat mahal sehingga kita yang bergaji biasa, berelaun biasa, berduit sederhana tidak mampu untuk membelinya. Kita hanya mampu memandang meskipun dari jauh, padahal kita sangat ingin sekali memilikinya. Kita jadi sedar diri, tentang hakikat diri kita, tidak punya wang yang banyak, tidak hidup mewah untuk membeli jam yang tersangatlah mahal itu. Hanya orang yang benar-benar punya wang yang banyak yang mampu membelinya.




Terkadang longgokan jam murah di pasar malam itu, sangat menggoda kita untuk membelinya. Murah,. Mudah untuk dilihat, tidak diletak di balang-balang kaca. Kita dengan seenaknya memegangnya. Jika mahu, beli, jika tidak mahu, kembali meletakkannya. Entah sudah berapa tangan yang telah menyentuh jam tersebut. Ia bisa ditatap seenaknya, disentuh semudahnya. Kita mampu membelinya bila-bila masa.




Jauh di sudut hati, pasti kita menginginkan jam yang mahal tersebut.




Yang tertutup itu indah, dan tidak semua mampu untuk memilikinya. Walhal keinginan untuk memiliknya membuak-buak tanpa mengetahui status diri.


Siapa soleh dapat solehah.



Semua orang punya impian untuk memiliki pasangan yang beriman, suami yang soleh dan isteri solehah. Supaya keturunan nanti baik-baik, zuriat yang dilahirkan diharap juga soleh solehah seperti ibu bapanya.




Bukan topik suami isteri yang saya hendak bincangkan, tapi ianya adalah sebuah gambaran akan datang dari sekecil-kecil perkara. Banyak kawan lelaki yang saya tanya, rata-rata mereka inginkan wanita solehah, yakni mereka perincikan lagi, seorang wanita yang bertudung labuh. Bagi mereka, wanita bertudung labuh ini sedap mata memandang, akhlak solehah, pandai menjaga diri, dan dipercayai. (jika ada kes yang terjadi berlawanan seperti apa yang dinyatakan itu kes terpencil)




Jadi, akhlak luaran telah menggambarkan dalaman. 



Bertudung labuh itu satu perlindungan

Bagi saya sendiri, bertudung labuh merupakan satu perlindungan. Perlindungan dari segala macam kejahatan luaran dan dalaman. Apabila memakai ‘perlindungan ini’, saya rasa lebih selamat. Maksudnya di sini, apabila kita bertudung labuh, yakni sedang melakukan perkara kebaikan, kita akan berusaha untuk menjaga tingkah laku.




‘Eh, aku pakai tudung labuh, mana boleh macam ni, macam ni’
‘Pakai tudung labuh ni, kena jaga akhlak, nanti orang tengok’






and so on. Pendek kata, kita akan lebih menjaga diri kita sendiri, kerana orang lain memandang. Owh, maksud saya bukan memakai tudung labuh adalah untuk menjaga cakap-cakap orang semata-mata, menunjukkan kita ni KONON baik, dan bukan semata-mata pakaian orang alim, ke apa, tapi sebenarnya lebih dari itu.




Ianya adalah perlindungan. Perlindungan kepada diri saya, dan saya pasti si pemakai tudung labuh juga akan turut merasa begitu. Kita akan berusaha untuk melakukan perkara mahmudah setiap masa, dan cuba untuk menepis mazmumah dalam diri. Nilai mahmudah ditambah-tambah dan nilai mazmumah dicarik pergi. Yang paling penting, adalah kita berusaha untuk memperbaiki diri dari sehari ke sehari.





Pernah masa zaman sekolah agama dulu, pergi outing dekat Kajang. Pergi jalan grouping, ramai-ramai. Depan group kami, budak sekolah lain, bertudung tiga segi biasa. Dan biasalah, bila di shopping complex akan ada lelaki melepak sana, melepak sini. Mereka akan phewwit phewwit dekat budak sekolah di hadapan kami, tapi bila kami pula yang lalu, mereka tak berani nak phewwit phewwit ke apa. Mereka takut untuk menegur. Mereka hanya melihat kami segerombolan budak-tudung-labuh. Apa yang saya nak sampaikan sebenarnya, apabila kita ada perlindungan semacam ini, kita akan lebih selamat daripada diganggu.








Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: 

“Wahai Nabi, katakan kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, ‘hendaklah mereka melabuhkan jilbab ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali sebagai wanita baik agar mereka tidak diganggu. (al-Ahzab:59)






Di sini, kita sudah memiliki perlindungan dengan memakai tudung labuh. Sebenarnya pemakaian tudung labuh hendaklah bukan dipaksa. Biar ikhlas dalam menutup bukan paksaan. Kerana bila melakukan sesuatu dengan paksaan ianya adalah sangat berat sebenarnya. Jiwa memberat dan memberontak.




Sewaktu saya bersekolah agama dulu, kena pakai tudung labuh, yelah masa tu mana nak biasa lagi pakai labuh-labuh segala ni. Dari form 1 sampai form 5, saya rasa saya pakai tudung labuh sebab peraturan semata. Saya anggap pemakaian tudung labuh tu tak lebih dari sehelai tudung yang labuh yang kena pakai untuk patuh kepada peraturan sekolah. Saya sendiri merasakan begitu.






Keadaan berterusan sehingga saya dapat tawaran belajar ke Kelantan, Akademi Pengajian Islam di Nilam Puri. Kena keluar bilik pun kena pakai tudung, I mean tudung labuh. Pergi kelas, kena pakai hand sock, stokin lengan or whatever lah nama dia. Saya tak berapa suka masa tu. Sebab bagi saya dah keluar sekolah agama, keluar jelah, tak perlu lagi nak sarung semua benda ni balik. Mungkin lebih tepat lagi, niat saya masa tu; saya memasang azam untuk tidak bertudung labuh lagi! Yelah, sebab masa sekolah, saya pakai tudung labuh hanya kerana peraturan. Muncul lah rasa rimas, memberontak, etc. etc. sebab kita sendiri masa tu rasa dah bebas, dan rasa MACAM boleh buat keputusan sendiri tanpa perlu ada peraturan semacam itu.




Dan apabila saya menjejakkan kaki ke institut perguruan dot dot dot, ya, hasrat saya memang tercapai untuk tidak memakai tudung labuh. Even saya ambil kos pengajian Islam, saya pakai tudung yang pendek tapi agak labuh (bukan tudung pendek bawal) tapi saya masih menjaga kelabuhan tudung (tudung silang-silang laa), pendek kata, saya tak pakai tudung labuh awal-awal sem masa masuk institut perguruan dot dot dot. Tapi, lama kelamaan rindu datang menerjah. Saya jadi rindu pada tudung labuh. Waktu tu, saya lansung tak pakai tudung labuh dah, so saya memang tak bawak tudung labuh dari rumah.






Berusaha mencipta ikhlas







Saya rinduuu sangat dengan tudung labuh, lebih tepat lagi perlindungan saya. Lama-kelamaan, saya jadi tewas dengan perasaan sendiri. saya buat tudung labuh (lebih tepat lagi suruh kawan buat T___T) Saya pakai pergi kelas, dan saya kurangkan pakai tudung silang-silang. Alhamdulillah, ikhlas datang secara slowly. Bila kita buat sesuatu secara ikhlas, insyaallah, amalan itu akan berterusan. Sebab ia datang dari niat hati sendiri dan bukan paksaan. Berusaha untuk mencipta ikhlas.





Apa yang selalu orang pandang, apa yang selalu orang nilai, bila bertudung labuh orang baik-baik, bila namanya ustazah mesti solehah, akhlak cemerlang (walaupun hakikatnya tak semua begitu-ini kes terpencil) tapi kita juga meyakini, bahawa kebanyakan mereka adalah yang terbaik dari segi akhlaknya. saya masih kekurangan sana sini lagi...




Saya ulang sekali lagi, yang tertutup itu indah. Anda mahu jam mahal dalam showroom ke atau jam yang dah dipegang-pegang oleh kebanyakan orang? Akal waras kita akan menjawab kita mahukan sesuatu yang sangat berharga. Yang mahal itu sukar didapati, dan yang murah itu sangat senang untuk kita dapat. Membeli jam mahal di showroom tidak semudah kita membeli jam yang di pasar malam. RM 10. Perlu diingatkan, untuk menjadi yang terbaik juga, perlukan pengorbanan.




Saya selalu melihat orang-orang baik di sekeliling saya, si pemakai tudung labuh, akhlak cemerlang, akademik terbilang, sahsiah terjaga. Dengan mudah saya simpulkan bahawa si pemakai tudung labuh ini sangat hebat orangnya.


Lambakan fesyen kini

[Appreciation]



Perkembangan fesyen semakin pesat dari sehari ke sehari, ada sahaja fesyen baru di pasaran. Lambakan pelbagai jenis tudung terkadang mengusik jiwa juga. Cuma, satu pesanan, bergaya itu boleh, tidak salah, Islam juga suka kepada keindahan dan kecantikan, bergayalah dengan ilmu. Ilmu yang kita pelajari harus diamalkan. Bukan hanya setakat TAHU, tapi berusahalah untuk mencetus MAHU mengamalkan ilmu di dada. Labuhkan sepertimana yang telah Allah perintahkan.




Jangan menganggap mereka ni kolot, tidak tahu berfesyen etc. etc. Jangan kata macam-macam dekat si pemakai tudung labuh. Ya, tudung labuh adalah bergantung kepada pemilihan hati bukan paksaan. Ingatlah, berkemungkinan perempuan yang kamu hina-hina, ejek-ejek itu lebih baik dari kamu.Tidak semua manusia mampu untuk menyarungkan tudung labuh ini, saya juga pada awalnya agak keberatan untuk memakainya, kerana pada masa itu, saya masih tidak mampu mengerti apa erti 'tudung labuh' sebenarnya. 


Firman Allah:


"Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu menghina (mencaci) suatu kaum yang lain kerana boleh jadi kaum yang dihina itu lebih baik dari kaum yang menghina." (Al- Hujurat: 11)








Jadi, jika ada yang berkeinginan nak pakai tudung labuh, teruskan niat baik anda. Jangan bertangguh, dan paling penting jangan dengar cakap-cakap negative orang. Sudah lumrah manusia, tidak sukakan perubahan baik orang lain. Dilable macam-macam. Perubahan jahat, disorak-sorai, ditepuk tangan. Manusia lebih senang mendengar keburukan orang lain berbanding kebaikan seseorang. Sebab tu berlaku kes dengki mendengki, fitnah-menfitnah, semuanya berpunca dari hati yang tidak sihat. Hati yang terlalu banyak titik hitam. Sangat berbahaya kepada diri sendiri dan orang lain.




Kepada pemakai tudung labuh, istiqamahlah dalam pemakaian ‘perlindungan ini’. Tidak semua manusia terpilih oleh Allah untuk menyarungkan tudung labuh, tidak semua manusia punya kekuatan seperti kamu,dan tidak semua manusia setabah kamu untuk terus menyarungkan tudung labuh yang kadang orang pandang sangat kolot.

Surat untuk kamu yang tidak aku ketahui siapa Part III

[Apresiasi] untukmu

Kepada kamu yang tidak aku ketahui siapa;


Ke hadrat Allah ku panjatkan doa, mohon seluruh jasad dan imanku dipelihara-Nya dan ku mahu kau juga dilindungi-Nya. Apa khabar imanmu? Apa khabar akhlakmu? Ada lagi yang ingin ku khabarkan kepadamu. Aku akan tetap terus menulis kepada kamu walaupun aku tidak mengetahui siapa kamu dan akan tetap terus bercerita. Harap kamu sabar menunggu dan tetap terus membaca perkhabaran dariku.=)



Aku diuji dengan kaummu. Aku ingin tetap berlari jauh dari semua ini. Lalu, aku berjalan terus ke hadapan tanpa menoleh lagi namun dia tetap mengejar. Maka aku menoleh kembali ke belakang mohon dijauhkan dari dirinya tetapi dia sentiasa berusaha menjejak ku. Kemudian aku meniti perjalanan di sebelah kanan tiba-tiba aku melihat dia menyambutku dengan senyuman lalu perjalanan di sebelah kiri yang aku lalui. Ternyata aku tidak mampu berlari jauh lagi darinya. Lalu, ke mana lagi aku harus pergi? Sekelilingku ada dia, suasanaku seakan tidak selamat lagi. Aku kaget. Rimas. Tiada lagi ruang untuk ku bernafas. Ujian apakah ini?

[Apresiasi] Mereka ada

Sebenarnya, aku tidak rela memberikan seluruh cintaku ini kepada sesiapa pun, apatah dalam masa terdekat ini. Itu yang sudah ku bicarakan tentang perihal nafsu. Perihal keseorangan dan bersendirian. Perihal menjaga hati. Moga Allah mengampuniku seluruhnya. Aku bukanlah insan terbaik untukmu. Terima kasih andai engkau sudi menungguku. Jika engkau memikirkan kesempurnaan dariku, usah lah engkau berharap lebih. Kerana aku hanyalah seorang wanita akhir zaman yang punya secebis harapan untuk mencintai kamu, suamiku.



Semalam dan hari ini aku diuji dengan kesakitan lagi. Mungkin sebagai kifarah dosa. Alhamdulillah, Allah telah menyembuhkanku walau bukan sepenuhnya lagi. Tekak masih perit untuk menelan tapi aku cuba untuk gagahi. Aku akan menantimu kelak, apabila aku kesakitan begini, pasti engkau akan menjagaku. Di sini, aku masih punya sahabat yang menjagaku dan pastinya aku sendiri yang akan menjagaku sendiri. 



Kesibukan itu sering berlegar-legar di sekelilingku. Aku harap di dalam kesibukanku ini, aku tidak melupakan-Nya. Aku harap engkau juga begitu. Baru-baru ini, aku merasakan percutian yang kulalui ibarat menjadi percutian rohani juga. Alangkah ruginya aku. Sering aku merasakan kekuatan ku yang sebenar adalah semasa aku dikelilingi oleh sahabat handai yang soleh solehah. Maafkan aku andai ikhtilatku tidak terjaga, maafkan aku andai aku terlalai seketika dalam perjuangan melawan nafsu. Maafkan aku. Aku masih berharap kekuatan untuk itu.


[Apresiasi] Semuanya termasuk aku

Aku melihat orang-orang yang soleh memperjuangkan kata-katanya, baik di kuliah-kuliah, baik juga dalam ceramah-ceramahnya atau juga tazkirahnya. Tetapi mereka sendiri diuji dengan apa yang mereka dakwahkan. Aku mengetahui cinta itu satu fitrah, tetapi kenapa mereka sendiri mencalarkannya. Aku bimbang aku juga akan melakukannya tanpa sedar. Aku melihat akhlak mereka adalah yang terbaik (ya, aku tidak tahu apa yang tersirat dalam hati mereka) luarannya sempurna, namun perkhabaran yang ku terima, mereka sedang dalam jerat dan permainan syaitan. Bagaimana untuk aku mempercayai mereka lagi? Kata-kata mereka? Kuliah-kuliah mereka? Siapa lagi yang bakal untuk ku jadikan teladan? Itu orang yang soleh apatah lagi aku yang biasa-biasa ini saja. Bila-bila masa Allah akan mengujiku kembali. Doakan kekuatan buatku untuk terus menjaga hati.
[Apresiasi] mujahadah daie'



Tercipta engkau dari rusuk lelaki
Bukan dari kaki untuk dialasi
Bukan dari kepala untuk dijunjung
Tapi dekat dibahu untuk dilindung
Dekat jua di hati untuk dikasihi
Engkaulah wanita hiasan duniawi



Terngiang-ngiang lagu wanita yang dinyanyikan oleh dehearty. Pasti aku terharu jika engkau tujukan lagu ini buatku kelak. Aku akan menunggu. Doakan aku. Aku mohon. Doakan aku kuat. Doakan aku setia denganmu. Doakan aku tetap cinta denganmu. Doakan aku mencintai Dia lebih dari segalanya. Doakan aku tabah dalam segalanya. Doakan aku ceria sentiasa. Doakan aku supaya aku terpelihara. Doakan aku cepat sembuh. Doakan agar aku sentiasa dalam rahmat-Nya dan redha-Nya. Dan doakan agar aku sentiasa terpelihara dalam hidayah-Nya. 

[Apresiasi] Wanita


Kau digelar sebagai penyeri dunia
Hadirmu melengkap hubungan manusia
Bukan saja dirindui yang biasa
Malah Adam turut sunyi tanpa Hawa


Terima kasih buatmu~ =')

Ikhtilat: jangan buat saya jatuh hati pada awak sbb Saat ini Saya Hanya Punya Satu Cinta (Allah)


“Tell the believing men to lower their gaze and be modest. That is purer for them. Allah is Aware of what they do. And tell the believing women to lower their gaze and be modest.” (An-Nur: 30-31)


Allah dah bagi peringatan supaya kita menjaga perhubungan sesama lawan jenis. Hmm, tapi susah kita nak faham (termasuklah orang yang menulis ni)


(Saya mohon kebenaran untuk sebarkan poster ni yep-approve pun dak lagi ni)  Bila mana kita tidak menjaga pandangan, kelakuan pun tidak akan berjaga. Yes, benda yang kita nampak remeh temeh je pon, but impact sangat besar. Mempengaruhi seluruh kehidupan. Penjagaan hati itu penting.


Bukannya apa, kadang-kadang orang tu layan kita sama je macam kawan dia yang lain. tapi disebabkan hati perempuan ni mudah tersentuh, kita pun dah start sayang and etc etc pada kawan tu. Tapi sebenarnya dia biasa-biasa je. So girls, beware. The heart is fragile, so handle with care. =)



Sekali lagi saya ingatkan, bukan niat saya untuk berat sebelah untuk memenangi kaum wanita, tapi saya cuma berkongsi cerita tentang kebenaran yang sering berlegar-legar di sekeliling saya. Sekadar peringatan bersama. Waallahu'alam~ =)


p/s: penjagaan bersama mensucikan hati~ =)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More