Sunday, January 9, 2011

Dari SaudariKu, Ukhti . . Jagalah suaramu...!!!

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================


Ukhti....

Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menujuridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashionatau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alatperangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan.., bahkan bisa jadikerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisamendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.

Ukhti....

Ukhti....

Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamubahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu,teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaanburuk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melaluiocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkanaib teman dekatmu melalui lisan manismu.

Ukhti....

Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapiakankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yangmenginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.

Ukhti....

Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut saljuyang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anakpalestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkannyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimuataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasanorang lain.

Ukhti…

Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkahmalam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengahmalam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujudmu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setanterbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimutidengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmubahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

Ukhti....

Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dankeluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunyaseperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akankecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitusaja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitumaksiat....!!!

Ukhti....

Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmubahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yangantum punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepanantum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikanperangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyumanbusukmu.

Ukhti....

Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukansemangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yangakan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsupribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.

Ukhti....

Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengantajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina,pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, ataudengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimanarasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.

Ukhti....

Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hatisaudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmumasih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakanmanisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisajadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi danberperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hatimereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapalezatnya hidup dalam kemuliaan islam.

Ukhti....

Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, antumadalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semuapenjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmudalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akanterobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu,banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang palingkecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba....??!!

Ukhti....

Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmubahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakityang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diriketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diripaling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yanglain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnyacintamu.

Ukhti....

Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola,sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong danmengkhawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupuninfaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,maukah antum diberi rizqi sepelit itu.

Ukhti....

Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang antumlaksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitubergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis,puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakanterlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yangantum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernahmemikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.

Ukhti....

Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadangsikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antumlewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkanselalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanyabagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukanbanyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi... antumlah yangmemerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.

Ukhti....

Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAWsebagai panutanmu.

Ukhti....

Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu,masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalatmalammu?

Ukhti....

Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah namaharummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahidakan segara menghampirimu.

Ukhti....

Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat inibahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sangsyuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.

Ukhti....

Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surgaRabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalahketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidupsehari-harimu.

Ukhti....

Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitungkejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkankata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dansirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, antumtidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampaikapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagaimoment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkanikhwah yang baik.

Ukhti....

Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajahyang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yangantum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yangsolehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkandiri menjadi seorang mujahidah yang solehah.

Ukhti....

Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yangtidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantuorang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi,jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwatsolehah.

Ukhti....

Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihatseorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mataharimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belakakarena merasa berkerudung besar.

Ukhti....

Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkahantum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh takacuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yanglain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwatyang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokanakhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.

Ukhti....

Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkanbrandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semuaorang menginginkan istri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istrisolehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.


Astagfirullah . . .



=====

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....




Barakallahufiikum.semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
--------------------------------

Reaksi:

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More