Sunday, July 24, 2011

Berharap Kembali

Hanya untuk yang terindah
Di istana jiwaku
Bulan bergumul mega-mega rindu
Tak sampai terhempas aku
Terhisap sepi memangut sesalku
Tak juga malamku sampaikan padamu
Tentang harapku ingin mengukir silamku
Hingga lusuh jiwaku semakin pekat
Sementara pisau-pisau telah menyalibku
Dengan kemurnian cintaku ingin menjagamu kembali
Sepanjang perjalanan sunyi telah terlewati, sejak jejak di tapak kenangan hilang terhempas debu deritaku. Di gubuk penuh pengharapan sering ku terdiam, bisu…tuli… begitulah inginku jika sunyi sedang mencumbui jiwaku, lembut membelai hatiku. Sampai saat ketika lara terasa amat nikmat dengan setetes air mata penyesalan, lalu tubuh terasa seperti Kristal yang membeku olehnya, oleh air mataku.
Hingga disetiap dinding jiwaku aku pahatkan satu ucap tulus bahwa “Aku masih tetap mengingatmu, masih tetap menjaga cintamu”, bahkan disetiap bebatuan yang kujumpai sepanjang perjalanan sunyi itu. Rerumputan dan ilalang pun tahu bahwa “aku masih tetap mencintaimu, sebagaimana dahulu”, karena sebelum senja berpulang aku selalu bercerita pada rumput dan ilalangku. Mungkin engkau tak pernah percaya tentang itu, bahkan mungkin engkau telah mengira kalau “aku telah mengubur cinta ini”. Tapi tidak…!!! Benih cinta ini tetap tumbuh berbunga di taman jiwaku, tetap aku jaga di sepanjang nafasku terhela.
Di tepi tempat perasinganku, jauh engkau di masa silamku tak terjangkau, hanya pada mimpi sering sampai, hanya sepi kau sering menyapaku. Sampai pagi mengusir aku tersadar bahwa aku telah kehilanganmu, sadar kalau aku merindu candamu dahulu. Selama nafas ini masih kuhela, selamanya pula kuiingin tetap bisa mencintaimu, walau aku tahu sudah ada cinta lain yang menjagamu.Lalu haruskah aku meminta restu langit untuk meyakinkanmu kembali. Ataukah aku harus memohon pada dewa sunyi untuk sampaikan satu ucap padamu, satu ucap yang berkata bahwa “aku merindu dirimu, mengharap kau mau merajut masa lalu kita lagi, meneruskan cerita cinta kita yang dulu pernah bersemai diantara celah jiwa kita”.
Hanya harapku yang selama ini selalu kujaga bersama cintamu, hanya maafku yang selalu ingin aku mohon padamu, dan hanya cintaku tulus ingin kuberikan untukmu. Semoga engkau masih menyisakan celah di hatimu untukku, semoga maafmu masih tersisa bagiku, dan semoga ini berakhir dengan bahagia. Sekarang atau esok nanti aku tetap mencintaimu, aku tetap masih berharap kita bisa menyatu lagi dalam satu cinta yang utuh di hati kita.

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More