Saturday, January 15, 2011

Surat Terbuka Untuk Para Istri

Merancang Kebahagiaan Sebelum Pernikahan!

Saudariku....Sebenarnya kebahagiaan rumah tangga itu perlu dirancang dan dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum pernikahan. Bagi saudariku para muslimah yang belum menikah, engkau masih punya kesempatan lebih lapang. Engkau memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak. Pelajarilah tanggung jawab apa saja yang harus engkau tunaikan sebagai istri. Ketahuilah, pernikahan ibarat kendaraan besar, yang mengemban tanggung jawab dalam menciptakan kehidupan bahagia. Mungkin saja engkau akan menghadapi berbagai macam masalah. Itu adalah perkara yang wajar.Bacalah dan pahamilah hingga engkau dapat mengarungi bahtera rumah tangga dengan kesiapan yang matang dalam menghadapi segala suka dukanya. Selagi kesempatan masih ada, kerahkan segala daya dan upayamu untuk mempersiapkannya.Diantara bentuk persiapan itu adalah:

1. Perbaikilah dirimu dan berhiaslah dengan pakaian taqwa

Inilah persiapan pertama yang harus engkau lakukan. Sebab laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik dan wanita yang baik itu untuk laki-laki yang baik pula.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An-Nuur: 26)

Suatu hal yang lucu apabila engkau berangan-angan mendapat pasangan yang shalih sedang engkau tidak berusaha menjadi wanita yang shalihah. Ketahuilah saudariku, Allah Subhanahu Wata’ala telah menjanjikan bagi orang-orang yang bertaqwa jalan keluar atas setiap masalah dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Suami yang shalih adalah rezeki. Mudah-mudahan karena ketaqwaanmu, Allah Subhanahu Wata’ala berkenan memberikan jalan keluar bagi setiap urusanmu dan memberikan kepadamu rezeki yang baik.

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman:

“Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)Sadarilah wahai saudariku, tidak ada satupun urusan yang mudah apabila Allah menghendakinya susah. Demikian juga, tidak ada satupun urusan yang yang susah apabila Allah Subhanahu Wata’ala menghendakinya mudah.

Termasuk urusan jodoh dan pernikahan. Maka bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahhan Allah berkenan memberikan kemudahan bagi semua urusanmu. Dan satu hal penting yang tak boleh engkau lupakan, jodoh itu ada di tangan Allah. Bukan kita yang mengatur, tetapi Dialah yang telah mengaturnya. Oleh karena itu, panjatkanlah doamu kepada Allah dengan segenap ketulusan dan keihklasan. Sebab doa adalah senjata orang yang beriman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

“Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan doamu dikabulkan oleh-Nya.”

Berdoalah kepada Allah, semoga Dia berkenan memberimu pasangan hidup yang dapat membawamu kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Setelah engkau berusaha dan berdoa, serahkan semuanya kepada Allah dan bertawakkallah kepada-Nya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)

2. Luruskan niatmu

Hendaklah yang menjadi tujuanmu menikah adalah semata-mata mencari ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Untuk merealisasikan fitrah yang telah Allah gariskan atas umat manusia, memelihara dirimu dari gejolak syahwat yang diharamkan, membangun rumah tangga muslim yang menjadi sumber sakinah serta kedamaian, dan merupakan sunnah Nabimu Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Ikhlaskanlah niatmu dalam membina hidup berumah tangga.

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162)

3. Pilihlah calon suami yang shalih dan taat beragama

Ini merupakan perkara yang harus engkau perhatikan. Jangan sampai salah menentukan pasangan. Sebab, jika salah bisa fatal akibatnya. Mengapa? Coba fikirkan baik-baik...Apabila seorang wanita menikah pada usia 20 tahun misalnya, maka semenjak ia lahir sampai usia 20 tahun, kedua orang tuanyalah orang yang paling dekat bergaul dengannya.

Dan semenjak ia mengikat tali pernikahan sampai maut datang menjemputnya, maka suamilah orang yang paling dekat dengannya. Sekiranya ia meninggal pada usia 63 tahun maka selama 43 tahun suamilah orang yang paling dekat dalam kehidupannya. Sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:“Seseorang berada di atas agama sahabat karibnya, hendaklah salah seorang dari kamu memperhatikan siapakah yang menjadi sahabat karibnya.”

Kedudukan suami tentu lebih daripada sekedar kawan karib. Ia adalah pasangan hidup, pendamping, sahabat dan tempat berbagi dalam kehidupan, berupa makanan, minuman, perasaan sedih maupun senang.

Ia merupakan pasangan dalam kehidupan bukan hanya sehari atau setahun, akan tetapi sepanjang hidup. Dan tidak diragukan lagi bahwa masing-masing pihak akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pasangan hidupnya.Suami yang shalih akan memberikan peluang dan kemudahan bagimu untuk menjalankan agama, tolong-menolong denganmu untuk mencari ridha Allah Subhanahu Wata’ala dan meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam telah berpesan:

“Jika datang kepadamu seorang yang engkau ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah ia. Jika tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

Al-Hasan al-Bashri berkata, “Nikahkanlah puterimu dengan lelaki yang bertaqwa kepada Allah. Karena bila ia mencintainya maka ia akan memuliakannya. Dan apabila ia membencinya maka ia tidak akan menzhaliminya.”

Termasuk perkara yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan adalah kesetaraan antara suami istri. Keseteraan ini meliputi semua aspek baik agama, tingkat pendidikan, maupun kedudukan sosial. Tercakup di dalamnya kesamaan pemikiran dan adat kebiasaan. Meskipun kesetaraan selain dalam hal agama bukan termasuk syarat sah pernikahan, namun ini akan lebih memudahkan keduanya dalam meraih keharmonisan rumah tangga. Berbeda dengan sepasang suami istri yang memiliki kesenjangan tingkat pendidikan dan kedudukan sosial terlalu jauh antara keduanya.

4. Meringankan mahar

Wanita yang paling mudah maharnya adalah wanita yang paling banyak berkahnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

“Termasuk keberkahan seorang wanita ialah mudah urusan peminangannya dan mudah maharnya.”

5. Nazhar

Pelaksanaan nazhar atau melihat calon mempelai wanita, akan lebih mendorong penerimaan dan lebih melanggengkan kasih sayang. Demikian juga dapat menghindarkan berbagai hal yang tidak diingini di kemudian hari. Berapa banyak rumah tangga yang tercerai berai ikatannya padahal masih melewati bulan-bulan awal pernikahannya. Disebabkan tidak adanya kecocokan hati antara suami dan istri. Pedoman hati, petunjuk dan utusannya adalah nazhar (menyaksikan calon istri). Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam berkata kepada Al-Mughirah Radhiallahu ‘Anhu yang telah meminang seorang wanita:

“Pergi dan lihatlah wanita itu, karena hal itu akan bisa lebih mengekalkan cinta kalian berdua.”

Al-Mughirah berkata, “Akupun melihatnya kemudian aku menikahinya. Tidak ada seorangpun wanita yang menyamai kedudukannya di sisiku.”

6. Jangan lupa istikharah

Apabila telah datang seorang pria meminangmu, hendaklah engkau mempertimbangkannya dengan pikiran yang sehat dan bermusyawarah dengan orang yang engkau pandang layak serta beristikharahlah kepada Allah. Karena shalat istikharah adalah ibadah kepada Allah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Sekalipun tidak ada hubungan antara istikharah dengan proses nazhar, menimbang dengan akal dan bermusyawarah, namun hendaknya engkau laksanakan semua proses itu dengan sempurna. Jika pernikahan itu terjadi maka itu semua terjadi dengan ilmu dan qudrah Allah. Dan jika pernikahan itu urung terjadi maka itulah yang terbaik menurut ilmu Allah dan qudrah-Nya.

7. Jauhilah segala perkara yang mengundang kemurkaan Allah Subhanahu Wata’ala

Diantara perkara itu adalah:a. Pacaran sebelum menikahInilah perkara dosa yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang sekarang. Padahal ini adalah perbuatan yang melanggar rambu-rambu syari’at dan mengundang kemurkaan Allah. Sebab, perbuatan ini pasti akan berujung kepada khalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram), ikhtilath (percampur bauran laki-laki dan perempuan), zina mata, zina tangan, zina hati bahkan kepada zina yang sebenarnya, Wa’iyadzubillah.

b. PertunanganRitual pertunangan sebelum menikah adalah hal yang tidak dikenal dalam syari’at. Lebih parah lagi jika pertunangan yang hanya merupakan janji untuk sebuah pernikahan, dianggap telah menghalalkan perkara-perkara yang sebelumnya haram, seperi berdua-duaan, bersentuhan dan lain sebagainya.

c. Kemungkaran-kemungkaran dalam pesta pernikahan seperti klenik atau ramalan-ramalan berkaitan dengan pernikahan, memberat-beratkan diri dalam penyeleng- garaan pesta, berlebih-lebihan dan mubadzir, musik dan lagu, mengundang biduwanita, percampur-bauran tamu laki-laki dan wanita dan lain sebagainya.
wallahu'alam . . . .

Judul: Surat Terbuka Untuk Para IstriPenulis: Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-AtsariUkuran: 14 x 20.5 cmTebal: 196 Hal.Harga: Rp. 29.000,-
===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....



--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru


Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^

Judul: Surat Terbuka Untuk Para IstriPenulis: Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-AtsariUkuran: 14 x 20.5 cmTebal: 196 Hal.Harga: Rp. 29.000,-

Reaksi:

2 komentar:

Subhanallah...posting anda benar-benar menggemparkan hati saya,,trimakasih ukhti . ..^_^

Alhamdulillah sama2 ukhty. terimah kasih juga kepada sahabat pembaca.. semoga bermaamfaat :)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More