Friday, December 23, 2011

Wanita Sebelum dan Sesudah Islam!



 
















Persepsi negatif tentang Islam dan “Dunia Timur”, kadang-kadang menggiring feminis Barat untuk berasumsi jelek tentang wanita dalam Islam. Ada asumsi, hak-hak wanita dalam Islam tertindas. Konon, penyebabnya utamanya adalah ajaran Islam itu sendiri, Al-Qur’an.

Benarkah al-Qur’an menindas hak-hak wanita? Terlebih dahulu, kita harus melihat bagaimana posisi wanita sebelum datangnya Islam.

Wanita Sebelum Islam
Sebelum Islam yang dimaksud di sini adalah masa jahiliyah yang dialami bangsa Arab secara khusus dan dialami penghuni negeri lain secara umum. Ketika itu manusia dalam keadaan fatrah (kosong) dari para rasul. Jalan-jalan kehidupan rusak. Allah Subhaanahu Wata'ala telah melihat mereka sebagaimana yang terdapat dalam hadits, maka Allah Subhaanahu Wata'ala murka kepada mereka, Arab maupun non Arab, kecuali segelintir dari ahlul kitab.
Keadaan wanita pada saat itu pada umumnya dalam keadaan sangat mengenaskan, khususnya di kalangan bangsa Arab. Pada saat itu masyarakat benci terhadap kelahiran mereka. Ada di antara mereka yang menguburnya hidup-hidup. Ada juga yang membiarkan mereka dalam keadaan terhina dan dihinakan, sebagaimana Allah Subhaanahu Wata'ala firmankan (yang artinya), "Dan bila salah seorang dari mereka diberitakan dengan (kelahiran) anak wanita, berubah kecewalah wajahnya dan dia dalam keadaan marah. Dia berusaha menyembunyikan dari masyarakatnya apa yang diberitakan kepadanya. Apakah dia biarkan hidup dalam keadaan hina atau dia kubur. Alangkah jahatnya apa yang mereka hukumi." (QS. An Nahl: 58-59).

"Dan bila al mau’udah ditanya, akibat dosa apakah ia dibunuh?" (QS. At-Takwir: 8-9).

Al Mau’udah artinya anak wanita yang dikubur hidup-hidup. Kalau pun dia bisa lolos dari penguburan itu, dia hidup dalam keadaan hina. Dia tidak dapat warisan dari kerabatnya, betapa pun banyaknya hartanya dan semelarat apa pun kondisi wanita itu. Masyarakat pada masa itu hanya memberikan warisan pada anak pria. Bahkan ironisnya, wanita itu sendiri malah dijadikan barang warisan yang berpindah tangan.

Banyak wanita yang hidup di bawah naungan seorang suami yang memiliki istri tak terhingga, tanpa merasa peduli terhadap apa yang dialami oleh para wanita itu. Itu semua akibat kejahatan dan kesewenang-wenangan saat itu.

Inilah kenyataan yang terjadi pada bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kenyataan yang sama juga terdapat pada bangsa lain selain Arab. Tengoklah perlakuan bangsa Yunani dan Romawi yang dikatakan memiliki “peradaban yang tinggi”. Mereka menempatkan wanita tidak lebih dari sekadar barang murahan yang bebas untuk diperjualbelikan di pasaran. Wanita di sisi mereka tidak memiliki kemerdekaan dan kedudukan, tidak pula diberi hak waris.

Di Hindustan, wanita dianggap jelek, sepadan dengan kematian, neraka, racun dan api. Bila seorang suami meninggal dan jenazahnya diperabukan, maka si istri yang jelas-jelas masih hidup harus ikut dibakar bersama jenazah suaminya.

Bagi bangsa Yahudi, wanita adalah makhluk terlaknat. Sebabnyalah Nabi Adam Alaihissalam melanggar larangan Allah Subhaanahu Wata'ala hingga dikeluarkan dari surga. Sebagian golongan Yahudi menganggap ayah si wanita berhak memperjualbelikan putrinya.

Wanita juga dihinakan oleh para pemeluk agama Nasrani. Sekitar abad ke-5 Masehi, para pemuka agama ini berkumpul untuk membahas masalah wanita; apakah wanita itu sekadar tubuh tanpa ruh di dalamnya, ataukah memiliki ruh sebagaimana lelaki? Keputusan akhir, mereka menyatakan wanita itu tidak memiliki ruh yang selamat dari azab neraka Jahannam, kecuali Maryam ibu ‘Isa Alaihissalam.

Beginilah Al Qur’an Memposisikan Wanita
Ketika Islam datang, ia mengangkat derajat wanita dan mengembalikannya kepada keadaannya sebagai manusia yang layak. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman (yang artinya), "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian menjadi pria dan wanita." (QS. Al Hujurat:13).

Di sini Allah Subhaanahu Wata'ala menyebutkan bahwa wanita adalah sekutu pria dalam status kemanusiaan.

Wanita juga bersekutu dengan pria dalam dosa dan pahala karena amal. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman (yang artinya), "Siapa yang beramal shalih dari kalangan pria dan wanita dan dia beriman, maka pasti Kami akan memberinya kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan dengan sebaik-baiknya apa yang mereka amalkan." (QS. An Nahl: 97).

Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman (yang artinya), "Agar Allah mengazab pria yang munafik dan wanita yang munafik, pria yang musyrik dan wanita yang musyrik." (QS. Al Ahzab: 73).

Allah Subhaanahu Wata'ala juga mengharamkan dianggapnya wanita termasuk barang yang diwarisi, dalam firman-Nya, artinya, "Wahai orang-orang yang beriman tidak halal kalian mewarisi wanita dengan jalan paksa." (QS. An Nisa: 19).

Islam telah menjamin kemerdekaan kaum wanita dalam kepribadiannya dan menjadikan mereka sebagai pewaris, bukan barang yang diwarisi. Bahkan Allah Subhaanahu Wata'ala memberikan kepadanya hak mendapatkan warisan harta kerabatnya, firman Allah Subhaanahu Wata'ala, artinya:

"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian pula dari harta peninggalan ibu bapaknya dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak menurut bagian yang telah ditetapkan." (QS. An-Nisa: 7).

"Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu bagian seorang lelaki sama bagian dua anak perempuan; jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagian mereka dua per tiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka dia memperoleh separuh harta." (QS. An-Nisa: 11).

Hingga akhir yang disebutkan dalam ayat ini yang berkaitan dengan wanita apakah dia sebagai ibu, anak wanita, saudara, atau istri.

Mengapa wanita memperoleh bagian harta hanya setengah dari lelaki? Pembagian seperti ini ditetapkan karena seorang lelaki memiliki kebutuhan untuk memberi nafkah, memikul beban, mencari rizki dan menanggung kesulitan, sehingga pantas sekali ia menerima bagian warisan dua kali lipat dari yang diperoleh wanita.

Dalam hal pernikahan, Allah membatasi pria dengan empat orang istri paling banyaknya. Dan itu dengan syarat mampu berbuat adil di antara istri. Maka Allah Subhaanahu Wata'ala juga wajibkan untuk menggauli mereka dengan baik. Allah Subhaanahu Wata'ala katakan (yang artinya), "Dan gaulilah mereka dengan baik." (QS. An Nisa: 19).

Juga Allah Subhaanahu Wata'ala berikan mahar sebagai hak mereka dan memerintahkan agar mahar mereka diberikan secara penuh, kecuali kalau dia merelakannya. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman (yang artinya):

"Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (QS. An-Nisa: 4).

Dan Allah jadikan mereka pengurus di rumah suaminya, sebagai pengurus anak-anaknya. Rasulullah Shallallahu bersabda (yang artinya),

"Dan istri sebagai penanggung jawab di rumah suaminya dan dia juga akan ditanya tentang tanggung jawabnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikian pula Allah Subhaanahu Wata'ala juga wajibkan pada suami untuk menafkahi, dan memberikan pakaian kepada mereka dengan layak.

Muslimah Diincar
Musuh-musuh Islam—bahkan musuh kemanusiaan—saat ini dari kalangan orang-orang kafir dan munafiqin yang hatinya berpenyakit, merasa iri dengan kemuliaan yang diperoleh wanita muslimah di dalam Islam. Mereka menginginkan agar wanita bisa dijadikan alat perusak dan jerat untuk menjerat orang-orang yang lemah imannya dan orang yang rendah rasa cemburunya dengan kebaikan, setelah mereka memuaskan nafsunya yang rendah kepada wanita. Seperti yang Allah Subhaanahu Wata'ala firmankan (yang artinya):

"Dan para pengekor syahwat itu ingin kalian cenderung kepada mereka dengan sebenar-benar kecenderungan." (QS. An Nisa: 27).

Dari kalangan kaum muslimin, ada pula yang hatinya berpenyakit. Mereka ingin wanita bisa dijadikan barang dagangan yang rendah harganya untuk ditawarkan kepada para penggila syahwat dan nafsu syaithaniyyah. Sebuah barang dagangan yang "terbuka" di depan mata mereka. Mereka memuaskan diri dengan memelototi keindahan wajah wanita. Lebih parah dari itu, mereka "menyerbunya".

Gambar-gambar wanita seronok di koran-koran dan tabloid-tabloid porno dimuat, telanjang tanpa pakaian. Mereka dijadikan alat pelaris majalah-majalah di pasaran. Sebagian pemilik perusahaan juga menjadikan wanita sebagai alat pelaris dagangan mereka. Mereka letakkan gambar-gambar wanita di produk-produk mereka. Akibatnya, para wanita melalaikan tugas mereka di rumah. Hingga akhirnya suami mereka terpaksa mengambil pembantu wanita yang bukan mahramnya untuk mendidik anak-anak dan mengurus rumah mereka. Lalu terjadilah banyak fitnah dan banyak kejahatan.Wallahul Musta’aan wa ilaihi Al Musytakaa!

Wanita dan Feminisme dalam Islam



 

















Feminisme merupakan suatu gerakan emansipasi wanita yang dimunculkan oleh Marry Wallstonecraff, seorang wanita yang telah berhasil mendobrak dunia lewat bukuna The Right of Woman pada tahun 1972 yang dengan lantang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara laki-laki dan wanita. Pada era globalisasi saat ini, banyak tokoh-tokoh wanita yang ingin memperjuangkan haknya. Mereka menganggap bahwa derajat mereka tidak bisa dibedakan dengan kaum Laki-laki. Banyak yang menganggap wanita lebih rendah derajatnya daripada lelaki. Sementara Wanita tidak menerima hal itu, sehingga timbullah gerakan – gerakan feminisme itu.
Lalu apakah Gerakan Feminisme itu memang ada dalam Islam?
Gerakan feminisme bisa sukses, karena ada beberapa faktor dan serangan yang menunjang, diantaranya adalah: pertama, imperialisme Barat ke negara Timur Tengah banyak memberikan pengaruh terhadap adanya feminisme.  Kedua, pengaruh misionaris kristen. Peradaban Barat yang telah berhasil merombak peradaban mereka, secara politis maupun materi, mengakibatkan mereka tak mampu menangkal serangan para misionaris. Ketiga, bertambahnya pelajar muslim yang belajar ke universitas-universitas di Barat. Sehingga setelah mereka kembali ke Negara asalnya, merekalah yang menjadi pelopor modernisasi dan melupakan tradisi-tradisi. Keempat, dibukanya terusan Suez pada tahun 1869 yang banyak mengilhami kemajuan daerah-daerah di sekitarnya. Sehingga banyak kebudayaan Barat yang masuk dengan bebasnya.
Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa Feminisme bukanlah dari Islam dan memang Islam tidak pernah mengabarkan bahwa adanya gerakan feminisme. Sesungguhnya derajat wanita dan laki-laki memang mempunyai hak yang sama, karena berasal dari asal yang sama. Justru Islam mengangkat harkat dan mertabat wanita ke derajat yang mulia, tidak seperti anggapan yang beredar bahwa wanita hanya sebatas objek seksual dan alat reproduksi semata. Islam sangat menghargai dan menghormati peran wanita. Wanita mempunyai peran yang sangat berarti dan terhormat.
Dalam Islam, wanita diberi peran untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi yang mampu membangun peradaban dunia menjadi lebih maju, mengawasi setiap perkembangan anak-anaknya, mengurusi urusan rumah tangga, dan sebagainya. Semua itu merupakan tugas mulia, dan semua itu lebih mulia derajatnya dibandingkan dengan pekerjaan lainnya.
Di dalam Islam memang terdapat peraturan-peraturan yang mengatur seputar kehidupan wanita. Semua itu seharusnya menjadi bukti bahwa Islam sangat menjaga dan menghormati peran Wanita, bukan malah berpikir Islam mengekang kebebasan wanita.
Allah swt menciptakan segala sesuatu dengan berpasang-pasangan. Ada langit pasti ada Bumi, siang malam, bulan bintang, terang gelap. Begitupun dengan penciptaan manusia, ada laki-laki dan ada perempuan, sebagaimana Allah menciptakan Adam dan Hawa. Pada dasarnya derajat manusia (laki-laki dan wanita) sama, namun bukan berarti dalam semua hal wanita dan pria bisa melakukan aktivitas yang sama pula. Walaubagaimana pun, sudah menjadi kodrat bahwa Wanita lebih lemah dibandingkan laki-laki. Sehingga Islam telah mengatur dengan sangat bijaksana masalah pembagian pekerjaan untuk wanita dan laki-laki. Laki-laki banyak mendapat peran di luar lingkungan rumah, seperti mencari nafkah. Dan itu memang sudah menjadi kewajiban seorang laki-laki sebagai imam (kepala keluarga). Sementar wanita lebih banyak melakukan aktivitas rumah. Jika seandainya ingin beraktivitas di luar rumahpun haruslah sepengetahuan (seizin) dari suaminya. Hal ini sudah diatur, agar terjadi kesinergian peranan, sehingga bisa saling melengkapi.
Namun perlu ditekankan kembali, aturan yang telah ada itu bukan malah membatasi gerak seorang wanita, justru malah melindungi dan menghormati peran wanita. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan wanita untuk turut serta membangun negeri. Bayangkan saja jika seorang wanita harus menggantikan atau disejajarkan dengan peran laki-laki. Maka seorang wanita harus bergelut dengan dunia luar yang bisa mengancam dirinya, baik keselamatan maupun derajatnya.
Sudah sepantasnya peran wanita dan laki-laki ada perbedaan. Tapi dengan niat yang sama semua celah, dimanapun dan kapanpun baik wanita maupun laki-laki mempunyai kewajiban yang sama untuk membuat negeri kembali bangkit dari keterpurukan.
Disinilah kita bisa menggaris bawahi bahwasanya feminisme jelas bukan dari Islam namun Islam tidak pernah melarang kaum wanita untuk berperan aktif di lingkungannya selama tidak meninggalkan kewajibannya dan mendapat izin dari suami. Bahkah eksistensi wanita akhir-akhir ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat dunia bersamaan dengan meningkatnya nilai keagamaan serta majunya zaman. Banyak masalah-masalah kewanitaan menuntut keahlian kaum wanita untuk mengatasi masalah tersebut seperti dokter wanita, guru, fisikawan, ahli kimia, dan sebagainya.

Yang Muda yang Berani

















Bila ada pertanyaan kepada kita, “Apakah Anda berani melempar sepatu ke muka Obama kalau ia jadi datang ke Indonesia?” Nampaknya masih banyak yang sedikit mengerenyitkan dahi tanda ragu. Karena jangankan melempar sepatu ke (atau bahkan membunuh) Obama, sang pembantai saudara-saudara muslim kita di belahan timur dunia, mengingatkan teman sendiri yang sedang pacaran di pojok kampus saja masih enggan. Entah karena takut (dikatakan sok alim?) atau memang tidak sadar bahwa itu bagian dari ‘amar ma’ruf nahyi munkar.
Sepatutnyalah kita bercermin pada seorang Ali bin Abi Thalib ra. Ia adalah sahabat Rasul yang sangat takut kepada Allah dan sangat berharap memperoleh ridha-Nya. Ali, khulafaurrasyidin yang ke-empat ini memeluk Islam ketika ia berusia sepuluh tahun, seorang pemuda yang pertama kali masuk Islam.
Rasulullah memberinya gelar Harimau Padang Pasir karena keberaniannya yang luar biasa dan ketabahannya. Ini terbukti saat perjalanan Rasulullah hijrah. Ali bersedia menggantikan Rasulullah dengan mengelabui kaum kafir quraisy, terlentang di tempat tidur Rasulullah dengan diselimuti badannya. Padahal jelas resikonya adalah nyawanya sendiri, karena kaum kafir quraisy berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.
Ali juga dikenal sebagai prajurit berkuda yang tidak ada tandingannya, seorang pemuda yang gagah dan ditakuti oleh prajurit-prajurit berkuda lainnya (dari kalangan musuh). Di antara kisah keberaniannya adalah diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishaq dari Abdullah bin Al-hasan, dari beberapa keluarganya, dari Abu Rafi’ maula Rasulullah berkata, “kami keluar untuk berperang bersama Ali bin Abi Thalib saat Rasulullah mempercayakannya untuk membawa bendera beliau pada perang Khaibar.” Rasulullah bersabda, “sungguh aku akan memberikan bendera (perang) kepada seorang yang mencintai dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.”
Pada perang khandak, Ali ra. menampakkan dirinya sebagai sosok pemberani sejati. Dalam perang itu, tentara Islam membuat strategi dengan menggali parit di sekeliling kota madinah untuk menghalangi pihak musuh masuk ke dalam kota. Namun beberapa orang pahlawan musuh, yakni Amru bin Abu Walid, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Dirar bin Khaththab berhasil menyeberangi parit dengan kuda mereka. Ketika itu juga Amru bin Abu Walid menantang tentara Islam untuk beradu kekuatan dengannya.
“Saya terima tantanganmu!” jawab Ali ra. dengan cepat. Namun Rasulullah menghalangi Ali ra. untuk melawan Amru bin Abu Walid yang sudah terkenal sebagai pahlawan musuh yang gagah berani dalam menghadapi lawannya. Bisa saja Ali yang masih kecil mati dengan sekali tebasan lelaki perkasa itu. Namun Ali tetap bersikeras.
“Wahai Rasulullah, walaupun dia adalah Amru bin Abu Walid, saya tidak akan gentar bertarung dengannya. Izinkan saya bertarung dengannya.” Ali ra. menyakinkan Rasulullah. Akhirnya Rasullah mengizinkan Ali ra. bertarung dengan Amru bin Abu Walid seraya memberikan pedangnya kepada Ali ra. dan berdo’a, “Ya Allah, lindungilah Ali bin Abi Thalib.”
Saat mulai bertarung, Amru bin Abu Walid sempat meremehkan Ali ra. karena menganggap Ali ra. bukan tandingannya. Lalu Ali ra. dengan tegas berkata, “Saya berani membunuhmu karena Allah!” Amru bin Abu Walid pun marah dan mengayunkan pedangnya ke arah Ali ra., namun hanya terkena perisainya. Lalu dengan ayunan yang sangat kuat Ali menebas bahu Amru bin Abu Walid dengan pedangnya. Amru bin Abu Walid pun tersungkur dan mati seketika itu juga.
Begitulah Ali bin abi Thalib telah membuktikan keberaniannya memenangkan pertarungan padahal usianya masih sangat muda. Bagaimana dengan kita?

Thursday, December 15, 2011

SIFAT SHALAT NABi


SIFAT SHALAT NABI
Pengarang: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani


Deskripsi:
Buku ini merupakan terjemahan buku Shifatu Shalaati An-Nabiyyi Shallallaahu Alaihi wa Sallama min At-Takbiiri ilaa At-Tasliimi Ka-annaka Taraahaa karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang telah direvisi, setelah cetakan ke-10 yang beredar hingga sepuluh tahun. Dengan terbitnya buku ini diharapkan wawasan kita tentang tata cara shalat sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam semakin luas sehingga kita dapat menilai tata cara shalat yang mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam dan yang menyimpang. Kita ikuti tata cara shalat sesuai tuntunan Rasulullah dan kita tinggalkan tata cara shalat yang menyimpang dari tuntunannya

AQIDAH THAHAWIYAH

Kitab AQIDAH THAHAWIYAH
Pengarang: At-Thahawi, ta liq dan syarah Al-AlBany

Deskripsi:
Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Al Aqidah Ath Thahawiyyah Syarah wa Ta'liq karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Buku ini membahas aqidah Ahlussunnah waljamah dan dasar-dasar agama yang menjadi pegangan mereka dalam melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala

SUFI

SUFI
Pengarang: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu


Deskripsi:
Buku yang ana ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Ash Shufiyyah fi Mizan Al Kitab wa As Sunnah. Buku ini membahas sufi berdasar tinjauan Al Quran dan Sunnah. Pada akhir bahasan kami kemukakan biografi penulis yang disadur dan diringkas dari buku Kaifa Ihtadaitu Ila At Tauhid wa Ash Shirath Al Mustaqim karya penulis yang memaparkan perjalanan hidupnya mengikuti berbagai aliran tarekat

TANYA JAWAB MASALAH NIKAH DARI A - Z

TANYA JAWAB MASALAH NIKAH DARI A - Z
Pengarang: Syaikh Abu Abdillah Mustahafa al-Adawi

Deskripsi:
Buku yang ana ada  hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Ahkam An Nikah wa Az Zifaf karya Abu Abdillah Mushthofa bin Al Adawi. Buku ini membahas permasalahan nikah dan masalah-masalah yang terkait dengannya yang disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Kitab FATWA-FATWA SYAIKH NASHIRUDDIN ALBANI

FATWA-FATWA SYAIKH NASHIRUDDIN ALBANI
Pengarang: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani

Deskripsi:
Buku yang ada ana hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Majmuah Fatawa Al Madinah Al Munawwarah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani. Buku ini mengetengahkan fatwa-fatwa Syaikh Nashiruddin Al Albani seputar masalah-masalah akidah, sunnah dan bid ah, hadits dan ilmu hadits, ibadah, masalah-masalah umum, kitab-kitab, wanita, dll.

Kitab SYARAH KASYFU SYUBUHAT

SYARAH KASYFU SYUBUHAT
Pengarang: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin


Deskripsi:
Buku yang ana ada hadapan ini adalah terjemahan dari kitab Syarh Kasyf Asy Syubuhat wa yalihi Syarh Al Ushul As Sittah karya Muhammad bin Shalih Al Ustaimin yang merupakan penjelasan dari kitab Kasyf Asy Syubuhat dan kitab Al Ushul As Sittah karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab.

Kitab TARBIYATUL ABNA

TARBIYATUL ABNA

Pengarang: Syaikh Abu Abdillah Mustahafa al-Adawi

Deskripsi:
Buku yang ana ada hadapkan ini adalah terjemahan dari kitab Fiqh Tarbiyah Al Abna wa Thaifah min Nasha-ihi Al Athibba-i karya Syaikh Musthafa Al Adawi. Buku ini berisi tuntunan Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam dalam mendidik anak dengan tinjauan fiqih, adab, dan akhlak. Tulisan ini disusun penulis berdasarkan sumber-sumber shahih dari Al Quran, As Sunnah, serta petunjuk para sahabat, tabi in, dan ulama yang mengikuti jejak salaf sehingga dapat dijadikan pedoman bagi para orang tua dalam mendidik anaknya. Buku ini juga dilengkapi beberapa nasihat dari pakar di bidang kesehatan yang khusus ditujukan kepada para ibu yang dapat dijadikan pedoman dalam mendidik dan menjaga kesehatan putra-putri mereka.

Kitab SYARAH HADITS ARBAIN IMAM NAWAWI

Pengarang: Ibnu Daqiqil Id.

Deskripsi:
Hadits Arbain yang dihimpun Imam Nawawi memuat empat pulukan Hadits. Tiap-tiap Hadits merupakan landasan agama yang penting, para ulama menyekutnya sekagai poros ajaran Islam, separuh Islam, sepertiga Islam, atau seperempat lain semacamnya. Kesemuanya merupakan hadits shahih yang sekaligus bersumber dari Shahih Bukhari dan Shahik Muslim. Syarak Hadits Arbain Imam Nawawi dari Ibnu Daqiq Al Ied ini lebih memperjelas makna dari empat puluh Hadits tersebut. Uraian keliau sangat jelas serta mudah dipahami.^_^

BEROBAT DENGAN DO'A & RUQYAH

Pengarang: Syaikh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthoni

Deskripsi:
Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan kitab Ad Du'a min Al Kitab wa As Sunnah wa Yalihi Al Ilaj bi Ar Ruqa min Al Kitab wa As Sunnah karya Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qahthani. Buku ini membahas doa-doa dan pengobatan dengan ruqyah yang terdapat dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam. Pada bagian 1: Doa-doa dari Al Quran dan Sunnah bab 4: Doa-doa dari Al Quran dan bab 5: Doa-doa dari As Sunnah, kami menambahkan judul doa. Hal ini untuk memudahkan pembaca mencari doa yang diinginkan.. ^_^

KEAJAIBAN SHALAT ISTIKHARAH

KEAJAIBAN SHALAT ISTIKHARAH
Pengarang: Amir Qorni Muhammad Rizq

Deskripsi:
Doa dan Shalat Istikharah sangat terkait dengan tauhid sebagai pondasi umat Islam dalam menjalankan ibadah. Karena hal itu pula, Nabi Shallallahu alaihi wasallam, dan para shahabatnya memberi perhatian khusus. Dengan Istikharah, Rasulullah mengajari kita agar dalam memutuskan perkara kita harus selalu mengadukannya kepada Allah. Ketika seseorang membiasakan Istikharah, berarti dirinya yakin mempunyai tuhan yang akan memberi kepada orang yang meminta kepada-Nya. Buku ini membahas secara detail lingkup Shalat Istikharah mulai dari pengertian, fungsi, dan fadhilahnya. Juga dibahas tata cara shalat istikharah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah, beberapa bentuk istikharah yang batil, dan cara melihat hasil istikharah. Istikharah adalah doa. Dalam buku ini juga dibahas adab dan syarat terkabulnya doa. Sungguh layak menjadi bacaan bagi orang-orang yang ingin tetap memegang teguh tauhid dan menjalin hubungan erat dengan Allah.

Kitab AL FIRQOTUN NAJIYAH

Pengarang: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Deskripsi:
Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Minhajul Firqatin Najiyah wat Thaifah Al-Manshurah. Buku ini membahas banyak hal mengenai tauhid dan keutamaanya menurut Al-Quran dan Sunnah. Siapakah Golongan yang Selamat dan bagaimana jalan hidupnya? Siapakah kelompok yang mendapat pertolongan Allah dan bagaimana syarat datangnya pertolongan tersebut? Siapakah lawan-lawan dari golongan yang selamat tersebut? Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, buku ini juga memaparkan peperangan antara tauhid dan syirik, fenomena kesyirikan dan kekufuran yang banyak terjadi di tengah masyarakat, bahayanya serta cara memberantasnya.

Kitab USHUL TSALATSAH

USHUL TSALATSAH
Pengarang: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi


Deskripsi:
Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Tsalatsah Al Ushul karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi. Pada halaman belakang kami sertakan kitab aslinya agar para pembaca dapat mengkaji kitab tersebut lebih mendalam sehingga dapat memahami isinya secara utuh.

Bahaya Lidah

BAHAYA LIDAH
Pengarang: Syaikh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthoni


Deskripsi:
Lisan laksana pedang bermata dua. Lisan bisa dipergunakan untuk bertakwa kepada Allah, menyebarkan kebaikan, dan mencegah perbuatan mungkar di tengah umat. Lisan juga bisa berbahaya apabila dipergunakan untuk mengikuti kehendak setan, memecah belah kaum muslimin, dan perbuatan lainnya yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya.

Kitab UMDAHTUL AHKAM

UMDAHTUL AHKAM
Pengarang: Syaikh Abdul Gahni al-Maqdisi

Deskripsi:
Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab Umdah Al Ahkam min Kalami Khairi Al Anam karya Syaikh Al Hafidz Taqiyuddin Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid bin Ali bin Surur Al Maqdisi yang diterbitkan oleh Dar Ibnu Khuzaimah, Riyadh, 1420 H. Kitab ini kami bandingkan dengan kitab sejenis yang diterbitkan Dar As Salam, Kairo, Mesir, 1423 H dan Dar Al Atsari, Kairo, Mesir, 1423 H. Apabila terdapat perbedaan matan, kami memilih yang masyhur (dan kami sertakan keterangannya pada catatan kaki). Berisi ringkasan hadits-hadits berkenaan dengan masalah hukum yang telah disepakati keshahihannya oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim. Untuk memudahkan pembaca mencari rujukan haditsnya, kami cantumkan kitab rujukan dan nomor hadits pada catatan kaki (yang dikutip dari kitab Umdatul Ahkam terbitan Dar As Salam, Kairo). Pada catatan kaki, penerjemah dan editor juga menambahkan penjelasan terhadap istilah atau kata-kata yang sulit dimengerti yang diambil dari kitab Taisir Alam Syarah Umdatul Ahkam dan beberapa kitab lainnya.

Kitab SYARAH LUM'ATUL I'TIQOD

SYARAH LUM'ATUL I'TIQOD
Pengarang: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Deskripsi:
Kitab syarah (penjelasan) atas kitab Lumatul Itiqad karya Imam Ibnu Qudamah yang disusun dan diberi komentar yang jelas oleh Syaikh Muhammmad bin Shalih Al Utsaimin ini kami ketengahkan dengan tujuan agar kaum muslimin dapat melihat akidah yang benar dan murni yang diyakini oleh Al Firqatun Najiyah, golongan yang senantiasa mendapat pertolongan Allah sampai hari kiamat, atau biasa juga diistilahkan dengan Ahlussunnah wal jamaah. Sebagai tambahan pengetahuan, untuk yangbelum mengenal Ibnu Qudamah, beliau adalah seorang imam yang berakidah bersih, ahli ibadah, peniti jejak salaf, dan imam dalam ilmu dan amal. Begitu kuatnya atsar (pengaruh) akidah yang bersih ini terhadap gaya hidup beliau, sampai-sampai kaum muslim ketika itu berkata: ''Barangsiapa yang melihatnya seolah-olah dia melihat seorang sahabat Nabi Shalallahu alihi wassalam.'' Imam Ibnul Qayyim juga telah menukil satu poin dari kitab ini dan menuangkan dalam kitabnya yang berjudul Ijtima Al Juyus Al Islamiyah. Beliau memulai penukilannya dengan mengatakan: ''Seluruh kelompok yang ada telah sepakat menerima pendapat Syaikhul Islam Muwaffaqudin Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad Al Maqdisi. Lebih dari itu mereka juga mengagungkan dan mengakui beliau sebagai imam, kecuali kelompok Jahmiyah atau Muaththilah.''

Kitab MUSHTHALAH HADITS

MUSHTHALAH HADITS
Pengarang: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Deskripsi:
Ilmu Musthalahil Hadist adalah judul asli kitab ini, karya Syaikh Muhammad ibnu Utsaimin, berisi tentang hal-hal sebagai berikut sebagaimana dituturkan penulisnya : ''Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'' (QS. Al Hijr: 9).Sementara itu, orang yang berdalil dengan hadits memerlukan dua kali penelitian. Pertama, meneliti validitas (keabsahan) hadits tersebut. Apakah berasal dari Nabi shalallahu alahi wassalam ataukah bukan. Hal ini dilakukan karena tidak semua hadits yang dinisbatkan kepada Nabi berderajat shahih. Kedua, meneliti indikasi hukum yang ditunjukkan oleh hadits tersebut. Langkah pertama yang disebutkan diatas, membutuhkan berbagai kaidah dan hukum yang dapat membedakan keabsahan setiap hadits yang dinisbatkan kepada Nabi shalallahu alaihi wa salam. Manakah diantara hadits tersebut yang dapat diterima atau ditolak. Dan para ulama telah melakukan hal tersebut dan menamakannya dengan ilmu musthalahul hadits. Dalam bidang ini, kami menyusun sebuah kitab berukuran sedang yang mencakup berbagai perkara penting yang terdapat dalam disiplin ilmu Hadist. Dan kitab ini kami beri judul dengan Mushthalahul Hadits. Buku ini saya bagi menjadi dua bagian. Hanya kepada Allah saya memohon agar menjadikan amal kami ini ikhlas untuk mencari Wajah-Nya, diridlai oleh-Nya, dan bermanfaat bagi para hamba-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Mahamulia.

Tahajjud Nabi

TAHAJJUD NABI
Pengarang: Syaikh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthoni
Penerbit: MEDIA HIDAYAH

Deskripsi:
Buku yang ada di hadapan pembaca adalah terjemahan dari kitab Qiyamul Lail Dr. Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani. Buku ini membahas shalat malam, mulai dari pengertian tahajjud, keutamaan shalat malam, waktu shalat malam yang paling utama, jumlah rakaatnya, adab dan sarana yang menunjang agar seseorang bisa shalat malam. Lebih dari itu, buku ini juga membahas shalat Tarawih, hukum, keutamaan, waktu, dan jumlah rakaatnya. Dipaparkan pula berbagai hal yang berkaitan dengan shalat Witir sebagai penutup shalat malam serta doa yang dibaca setelah shalat Witir.

SURAT TERBUKA UNTUK ISTRI

SURAT TERBUKA UNTUK ISTRI
Penulis : Ummu Ihsan & Abu Ihsan

Sinopsis :

Sungguh, kebahagiaan rumah tangga adalah idaman setiap insan. Kesuksesan sepasang suami istri dalam membina rumah tangga merupakan penopang terciptanya kedamaian di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap masalah kehidupan rumah tangga. Islam meletakkan kaidah-kaidah dan asas-asas bagi suami istri, yang mana di atas kaidah dan asas itulah nantinya akan dibangun mahligai perkawinan yang kuat. Dan di atas pilar-pilar itu juga terdapat jaminan kebaikan bagi setiap keluarga muslim. Dan dampak selanjutnya adalah jaminan kebaikan bagi masyarakat Islam secara keseluruhan.

Saudariku, para muslimah...

Rumah tangga adalah perkara yang sangat pokok bagi kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa seorang yang telah membina kehidupan rumah tangga berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya.


Saudariku, para istri yang mulia...

Kita adalah insan yang lemah dan sangat membutuhkan nasehat. Dan sungguh, tidak ada yang dapat membentengi sepasang suami istri dan menyelamatkan mahligai perkawinan mereka kecuali ilmu yang shahih.

Maka dengan memohon pertolongan Allah, saya mencoba menorehkan pena dan mempersembahkan risalah ini. Pertama untuk diriku sendiri. Dan kedua, untuk saudari-saudariku para muslimah yang akan melangkah menuju jenjang pernikahan. Dan ketiga, untuk segenap istri yang ingin meraih ridha Ar-Rahman. Mudah-mudahan risalah singkat ini dapat menjadi nasehat yang berguna dan menjadi bekal yang berharga dalam mengarungi samudera kehidupan rumah tangga. Sehingga kita dapat menuai kesuksesan dan meraih buah kebahagiaan nan abadi.

MENJADI WANITA PALING BAHAGIA

MENJADI WANITA PALING BAHAGIA
Harga: Rp59.000,00
Pengarang: Dr. Aid Abdullah al-Qorni
Penerbit: QISTY

Deskripsi:
Inilah karya DR. Aidh al-Qarni yang khusus dihadiahkan untuk kaum wanita. Buah perenungan yang tidak hanya sekadar untaian kata, namun juga kisah-kisah berhikmah yang membuktikan kebenaran nilai dan pesan-pesan robbaniyah. Bagi wanita yang membacanya, kemudian mengamalkannya dengan penuh keikhlasan, yakinlah, Anda akan menjadi wanita paling bahagia di dunia. Banyak khalayak memprediksi, buku yang di negeri asalnya telah terjual cepat di Cetakan pertamanya ini akan menyusul kesuksesan karya penulis sebelumnya, La- Tahzan (Jangan bersedih!) yang menjadi buku fenomenal serta melambungkan namanya.

Kitab Fiqh WANITA

Kitab :FIKIH WANITA
Harga: Rp80.000,00
Pengarang: Syaikhul Islam Ahmad bi
n Abdul Halim Ibnu Taimiyah
Penerbit: PUSTAKA AS-SUNNAH

Deskripsi:
Kaum wanita yang Allah ciptakan dari tulang rusuk ini menyimpan potensi yang dahsyat dan luar biasa, karena dari kaum hawa ini terlahir generasi dan para tokoh bangsa yang arif, jujur dan penuh keadilan dan dari mereka pula lahir para generasi yang bermental pengkhianat, menjual bangsa dan agamanya demi mengumbar nafsu syahwatnya. Semua itu tidak luput dari peran kaum wanita dalam mendidik dan mengasuh anaknya. Betapa peran kaum wanita yang sangat berarti ini maka Islam mencurahkan perhatiannya dengan mengangkat harkat dan martabatnya, memuliakannya serta menghormatinya dengan cara memelihara fitrah yang dimilikinya dan membimbingnya kepada jalan yang benar. Menjadi muslimah yang sejati, taat dan penuh rasa kasih sayang adalah harapan yang didambakan oleh setiap wanita, maka dalam kitab ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah lewat fatwa-fatwanya mengajak segenap kaum wanita untuk menjalani hidup ini dibawah naungan syariat Islam agar hari-harinya penuh makna, semangat dan sarat dengan keindahan.

..**Profil Muslimah Shalihah**..

Bismillah...
Siapa sih yang tidak ingin masuk surga dan mendapatkan keridhoan Allah SWT. Ternyata Islam banyak memberikan tuntunan bagi kita semua untuk menjadi orang-orang yang punya kesempatan besar menjadi penghuni surga. Pada bulan ini, kebetulan banyak membahas tentang perempuan, kita akan berbincang-bincang dengan Ustzh Ir Lathifah Musa, Beliau adalah Konsultan Keluarga Sakinah di Klinik Anak Muda untuk Pergaulan Islami. Topik kita kali ini berjudul: Profil Muslimah Sholihah.

Ustadzah, Saat ini sebenarnya para muslimah sudah mulai ingin menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih mulia, lebih barakah dan mendapatkan sakinah mawaddah wa rahmah dalam keluarga. Namun sebenarnya masih banyak yang belum faham seperti apa sih profil seorang muslimah yang baik? Apalagi banyak yang menyodorkan profil-profil wanita yang berprestasi, tapi kok kriterianya nggak jelas. Misalnya apakah yang seperti artis atau seperti wanita pengusaha terkenal? Kita kan hidup di negeri muslim.Mayoritas kita juga beragama Islam, sementara profil muslimah sholihahnya tidak ketahuan seperti apa?

Kita memang hidup di negeri muslim, mayoritas kita juga beragama Islam. Hanya system hidup kita memang belum seperti seharusnya seorang muslim. Sistem hidup kita masih menganut faham kapitalis dan liberalis. Sehingga dalam mempublikasikan profil muslimah pun akhirnya tidak mewakili teladan seorang muslimah sesuai dengan aturan Allah SWT. MIsalnya masih banyak para muslimah yang bingung, seperti apa sih sosok perempuan yang harus ditiru? Apakah profil Maia dari Grup Duo Ratu yang kalau menurut gambaran sosok wanita Barat memang dipandang memiliki kemandirian yang tinggi untuk menentukan sikap. Disamping mampu mandiri secara ekonomi, dia juga memiliiki eksistensi di dunia musik, bisa memutuskan sikap untuk bercerai dari suami dan tidak pernah tenggelam dalam duka bahkan semakin produktif bernyanyi. Atau mungkin seperti pengusaha perempuan ternama yang memiliki banyak perusahaan, atau mungkin seperti Dewi Persik dan Jupe yang tidak segan-segan mengekspose tubuhnya. Bagi mereka ekspose tubuh adalah bagian dari seni dan profesionalitas sebagai artis. Seperti apa sih? Kenyataannya media massa selalu mencekoki masyarakat muslim Indonesia dengan profl-profil seperti mereka. Mungkin Luna Maya, Sandra Dewi, Marcella Zaylianti, dll. Terlebih lagi award-award atau penghargaan juga banyak dinobatkan di kalangan ini. Inilah yang semakin menenggelamkan profil seorang muslimah yang sesungguhnya. Kalaupun ada upaya masih melekatkan Islam, tetapi nilai-nilainya diselewengkan. Misalnya seperti dalam film perempuan berkalung sorban. Seperti itukah sosok muslimah yang baik? Di satu sisi ada upaya untuk mempopulerkan sosok dengan nilai pemberontakan yang bebas seperti itu. Ini yang membingungkan umat. Akhirnya bagi muslimah-muslimah yang sebenarnya masih terikat dengan nilai-nilai Islam, tapi pemikiran mereka masih rendah, dan tidak rajin memperdalam ilmu Islam, mereka ini pun merasa minder. Berada pada posisi rendah dan seolah-olah tidak berprestasi. Inilah salah satu keberhasilan musuh-musuh Islam dalam membolak-balikkan pemikiran kaum muslimin. Dengan cara ini mereka berhasil meragukan para muslimah terhadap identitas keislamannya.

Kalau menurut Islam, bagaimana profil seorang muslimah yang sholihah?

Di dalam Islam, seorang wanita yang sholihah memiliki karakter sebagai berikut.

Mentaati Allah dan suaminya. Ketaatan kepada suami ini adalah dalam rangka mentaati Allah SWT, karena Allah SWT memerintahkan para istri untuk mentaati suami. Allah SWT berfirman: “Ar rijaalu qowwaamuuna alannisaa.Bimaa fadhalallaahu ba’dhuhum alaa ba’dhin wa bimaa anfaquu min amwaalihim. Fashsholihaatu qaanitaatun haafizhaatun lil ghoibi bimaa hafizhallaah: Laki-laki adalah pemimpin perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dank arena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang sholihah adalah mereka yang mentaati Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah memelihara mereka.” QS An nIsaa:34). Rasulullah Saw juga bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih memberikan manfaat kebaikan bagi seorang mukmin setelah ketaqwaannya kepada Allah daripada seorang istri yang sholihah. JIka ia memerintahkannya, ia menaatinya. Jika ia memandangnya, ia menyenangkannya. Jika ia mendatanginya, ia memuaskannya. Dan jika ia menunggalkannya, ia akan memelihara diri dan harta suaminya.” HR Ibnu Majah. Dari Umma Salamahh, Rasulullah Saw bersabda: “Ayyumaa imra atin, maatats wa zaujuhaa raadhin dakhalats al jannata.”: Wanita mana saja yang meninggal, sementara suaminya meridhoinya, ia pasti masuk surga.” HR At Tirmidzi.

Berhias untuk suaminya. Dalam hal ini Nabi Saw pernah ditanya: Wanita manakah yang paling baik? Beliau menjawab: Yaitu wanita yang menyenangkan suaminya, jika suaminya memandangnya, yang menaati suaminya ketika memerintahkannya, dan yang tidak bermaksiat kepada suaminya menyangkut diri dan harta suaminya.” HR al_Hakim

Memelihara rumah, diri dan harta suaminya. Hukum asal seorang wanita adalah Ummu wa rabbatul baiti. Rasulullah Saw pernah bersabda: “…al Mar’atu raiyyatun alaa baiti ba’liha wa waladihi wa huwa mas’ ulatun an raiyyatiha.” HR Muslim

Membantu suaminya dalam urusan akhirat. Rasulullah Saw bersabda: Hendaknya salah seorang diantara kalian mempunyai kalbu yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri yang beriman yang dapat membantumu dalam urusan akhirat. HR Ibnu Majah.

Meliki bekal agama yang baik. Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena kecantikannya itu akan menjadikannya berlebihan. Jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena hartanya itu akan membuatnya membangkang. Nikahilah wanita atas dasar agamnya. Sesungguhnya seorang hamba sahaya permpuan yang hitam legam yang memiliki kebaikan agama adalah lebih utama.” HR Ibnu Majah

Mempergauli suami dengan baik dan memelihara keridhaannya. Ini terkait dengan pertanyaan seorang shahabiyah yang menjadi utusan para wanita untuk bertanya kepada Rasulullah Saw. Ia bernama Asma bin ti Yazid al asyhaliyah. Asma menanyakan apakah mungkin seorang perempuan melakukan amal-amal rumah tangga dan tidak seperti laki-laki yang berihad fii sabilillah dan sholat berjamaah serta berjaga di perbatasan, sementara perempuan melahirkan, mengasuh anak, melayani suami amal-amalnya bisa seperti kaum laki-laki dalam keutamaan pahalanya. Rasulullah takjub dan memuji pertanyaan tersebut dan menyampaikan kepada para shahabat dalam forum, adalah yang lebih baik dari pertanyaan perempuan ini dalam hal agamanya? Para shahabat pun memuji. Kemudian Rasulullah menyampaikan kepada Asma: Pergilah kepada wanita mana saja, dan beritahukan mereka yang ada di belakangmu bahwa kebaikan salah seorang diantara kalian para wnaita dalam memperlakukan suaminya dan mengikuti keridhoannya adalah mengalahkan semua itu.” HR al Baihaq. Mendengar perkataan Rasulullah Saw, Asma segera pergi dengan gembira dan menyampaikan berita gembira itu kepada para wanita.

Ustadzah, hal-hal yang disampaikan Islam tentang profil wanita sholihah, kalau dalam pandangan perempuan moderat, mereka bilang mendiskreditkan wanita. Bagaimana agar para muslimah bisa percaya diri dalam masalah ini?

Ketika ada tuntunan Allah menuju surga, kemudian tuntunan itu dicela. Kita akan bisa menyadari siapa yang mencela. Allah SWT berfirman. Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa tattabi’uu khutuwatissyaithaan innahu lakum aduwwummubiin…: QS An Nur 2. Jadi bila telah al Qur’an dan al hadits menyampaikan profil ini dan dalam memahami kalimatnya pun tidak akan memberi peluang penafsiran lain, karena penunjukan lafazhnya sudah jelas, maka bagaimana bisa seorang muslim mencela. Memang musuh-musuh Islam berusaha merusak pemikiran kaum muslimin agar meninggalkan al Qur’an. Di sinilah umat Islam harus waspada dan memelihara kemurnian agamanya. Celaan terhadap profil ini berasal dari orang-orang kafir Barat. Karena mereka tidak percaya kepada Allah SWT. Mereka juga tidak percaya pada surga dan neraka yang dijanjikan Allah SWT. Terhadap orang-orang kafir Allah telah menetapkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka di surga. Untuk itu mengapa muslimah harus mengikuti pola berfikir orang-orang kafir yang tidak peduli halal-haram, surga dan neraka. Ketika sebagai muslimah kita sudah tahu bagaimana tuntunan al Qur’an dan Hadits terhadap seorang muslimah agar menjadi sholihah. Ini berarti Allah SWT telah mengaruniakan petunjuk atau hidayah kepada kita. Maka kita wajib bersyukur dan mendapatkan kehormatan serta kemuliaan karena telah dikaruniai petunjuk jalan ke surga.

Ustadzah, alhamdulillah bagi kita yang telah tahu bisa mendapatkan pencerahan dan akhirnya merasa mendapat kehormatan dan kemuliaan untuk menjalani hidup yang diridhoi oleh Allah SWT. Bagaimana dengan saudara-saudara muslimah yang lain yang masih terus dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran moderat. Karena mereka mungkin adalah korban dari media massa yang banyak menyuarakan profil wanita yang justru bertentangan dengan Islam?

Bentuk rasa syukur ini bisa diwujudkan dengan kita berusaha memberitahukan kepada saudara-saudara muslimah kita yang lain. Ketika para muslim dan muslimah yang belajar di pesantren, memahami kitab-kitab ulama salaf yang mash murni secara baik, justru terbebani kewajiban untuk berdakwah kepada yang lain. Orang yang paling tahu, wajib menyampaikan kepada yang tidak tahu. Di sinilah Islam memberikan pujian kepada setiap muslim yang berusaha menyampaikan kebenaran kepada orang lain. Islam menetapkan bahwa aktivitas mengajak kepada Islam, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar adalah aktivitas yang baik. Bahkan merupakan aktivitas yang memiliki derajat tinggi dan pahala yang sangat besar. Karena aktivitas dakwah mengajak kepada risalah Allah adalah aktivitas yang dilakukan oleh kalangan nabi dan Rasul. Inilah yang juga harus membuat kita bersyukur ketika bisa menyamoaikan kebaikan kepada orang lain berarti kita telah mendapat kehormatan untuk bisa beraktivitas seperti aktivitasnya para nabi dan rasul.
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru


Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^

Wednesday, December 14, 2011

Di sebalik dugaan ALLAH...ada hikmah terselindung...

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh... Apa kabar Habibillah rohimakumullah... bagaimana suasana Hati dan Iman hari ini... Semoga Allah senantiasa Memberkahi dan Merahmati kita dan membantu kita untuk bisa selalu Istiqomah di jalan-NYA ini, Insya Allah... Insya Allah Allahuma Amiin
Alhamdulillah.. ana bisa berbagi kembali dengan sahabat semua,

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Ketahuilah,,,Di sebalik dugaan ALLAH...ada hikmah terselindung.KERANA,,,..ALLAH SAYANGKAN KITA,,, ^^



KENAPA AKU DIUJI??
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman,"sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Diamengetahui org2 yg dusta." (Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

KENAPA AKU Tak'' DAPAT APA YanG AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al-Baqarah ayat 216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI??
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. " (Surah Al-Baqarah ayat 286)

RASA FRUST??
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yg beriman." (Surah Al-Imran ayat 139)

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA? ?
"Wahai orang-orang yang beriman!Bersabarlah kamu(menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, dimedan perjuangan),
dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). " (Surah Al-Imran ayat 200)

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" (Surah Al-Baqarah ayat 45)

APA YANG AKU DAPAT DARI PADA SEMUA INI??
"Sesungguhnya Allah telah membeli drpd org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikansyurga utk mereka... (Surah At-Taubah ayat 111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP??
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. " - (Surah At-Taubah ayat 129)

AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!
"...dan jgnlah kamu berputus asa drp rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah".


=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....


--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru


Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

FOR DA'WAH...,,,...,,, ^^

^_senyum_^

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Tuesday, December 13, 2011

Nama yang BerseNandung

Bismillah...

Sekian tahun lamanya keluarga ini menantikan kehadiran sang buah hati, telah banyak linangan air mata menghantar setiap do'anya namun tatkala penantian itu terjawab Allah kembali menguji keimanannya. Ia pergi dari kampung halamannya,,, melangkahkan kaki walau terasa amat berat.
Arah yang ditujunya kini adalah jalan kafilah yang berhadapan dengan Laut Merah antara Yaman dan Palestina - daerah yang membentang bukit-bukit barisan sejauh kira-kira delapan puluh kilometer dari pantai. Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak begitu luas, yang hampir terkepung oleh bukit-bukit itu kalau tidak dibuka oleh tiga buah jalan pertama jalan menuju ke Yaman, yang kedua jalan dekat Laut Merah di pelabuhan Jedah, yang ketiga jalan yang menuju ke Palestina.
yach,,, dalam kepungan bebukitan itulah Mekkah berada, lembah dimana Ia harus meninggalkan istri dan buah hatinya. Lembah dimana tak seorang pun berniat untuk menetap disana. Dan dalam ketidak pastian itu, Ia tetap harus meninggalkan mereka berdua dilembah tersebut walau perih demikian membuat hatinya jerih bahkan ketika bayangan maut mengintai keduanya namun tak jua menggoyahkan ketaatan pada_Nya.
Selang beberapa tahun kemudian,,, Sang putra kini telah tumbuh dewasa, dia bukan lagi bayi kecil nan mungil yang ditinggalkan sang ayah bersama ibunya di tengah lembah tak berpenghuni. Wilayah tempat mereka ditinggalkan pun sudah lebih maju dari sebelumnya. Kini sang anak sudah mampu membersamai langkah sang ayah dalam menunaikan kewajiban dari sang Khalik.Kini mereka kembali bersua,,, keluarga itu kembali dipersatukan.
Namun apakah yang menggundahkan hatimu wahai utusan Allah?? Bukankah telah lunas kerinduanmu pada keluarga yang dulu kau tinggalkan di lembah gersang ini?? Terbayar sudah kenelangsaan yang selama ini engkau rasakan. Tidakkah telah terobati dahaga kerinduanmu pada sang putra dan ibunya?? Jadi apakah sebenarnya yang menggelisahkan batinmu?? Hmmm,,, kini aQ mengerti, ini tentang pengorbanan dan penebusan itu, kegelisahan itu berawal dari mimpimu. Mimpi tentang perintah untuk menjadikan putramu sebagai kurban dengan menyembelihnya. Pagi itu,,, berangkatlah Ia bersama putranya "Oh anakku,,, dalam tidur aQ bermimpi, bahwa aQ menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu?" Sang anak menyambut pertanyaan itu dengan wajah seterang purnama seraya menjawab "Wahai ayahQ,,, laksanakanlah apa yang diperintahkan padamu. Jika Allah menghendaki akan engkau dapati diriQ dalam kesabaran"Siapapun pasti akan risau bahkan berduka tatkala putra semata wayangnya harus diqurbankan sebagai bukti keimanannya pada sang Pencipta.
Namun demikian Ia tetap yakin bahwa semua ini tidaklah sia-sia. Subhanallah,,,, iman setebal apa yang dimiliki ke dua makhluk-Mu ini ya Rahmaaan?? Kesabaran seperti apa yang menghiasi keluarga ini sehingga mereka mampu menghadapi ujian seberat ini?? Qt benar-benar dibuat takjub oleh kekuatan ciNta keduanya pada sang Khalik... Tak terbayangkan suasana mengharu biru tatkala Ibrahim hendak menuaikan perintah Allah, situasi menegang bergejolak dalam diri sang ayah, keraguan pun seketika menggelayut dalam benaknya namun setiap kali setan berusaha mencari cela, Ibrahim selalu menepisnya. Mereka telah berserah diri pada Allah, kecintaan mereka pada Sang Rahman jauh lebih besar. Tatkala keduanya telah siap, Ibrahim mulai membaringkan sang putra, mata pisau pun siap menjadi saksi hari yang agung ini . Namun,,, sebuah suara memanggilnya,,, menghentikan setiap geraknya. " Hai Ibrahim! Engkau telah melaksanakan mimpi itu" Seberapa besar lega hatimu kala itu, seekor binatang telah menggantikan putramu untuk dijadikan qurban.
Akhirnya Allah menjadikan itu sebagai solusi dari setiap keikhlasan hatimu,,, Haru biru telah memenuhi relung hatimu dan putramu,,, gemuruh duka kini menjelma samudra kebahagiaan,,, gelombang ujian kini telah pecah dalam hantaman badai tekad yang bergemuruh. Semua bangsa telah engkau gemparkan dalam bingkai ketaqwaanmu,,, setiap jiwa kini mengerti arti ciNta walau tak satupun jiwa mampu menandingi kebesaran ciNtamu,,, Engkaulah ayah yang senandung namanya menggema hingga kini,,, engkaulah ayah yang memiliki putra teramat membanggakan,,, keluargamu adalah teladan bagi keimanan kami,,, kisah yang telah terbingkai indah di hati setiap manusia dalam nuansa keunikan,,, kisahmu akan selalu dikenang dalam lembaran-lembaran kitab dan kepribadianmu tertutur dalam keseriusan makna. Menjadi kisah yang mengembara sendirian dalam peradaban manusia.

SahaBat NuraNi


Bismillah..

Rabbi....
Engkau Maha indah, dan cinta akan keindahan
Engkau indahkan cinta dimataQ
demikian berkilaunya sampai silau aQ melihatnya
hampir tak sanggup Q serap hakikatnya
nyaris terlena jiwa ini karenanya
hanya karena kasih_Mu
kini, Engkau hiaskan cinta itu dihatiQ

jadikan cintaQ pada_Mu ya Allah...
berhenti dititik ketaatan
meloncati rasa suka & tak suka
karena aQ tau
menaati_Mu dalam hal yg tak Q sukai
adalah kepayahan, perjuangan & gemilang pahala
karena seringkali ketidaksukaanQ
hanyalah bagian dari ketidaktahuanQ

Ya Allah...
jika jodohQ adalah potongan rusukQ,
mudahkanlah jalanQ menjalaninya
jika telah Engkau tetapkan dia bagiQ
lima puluh ribu tahun sebelum Engkau ciptakan segala sesuatu,
bukakan tabir hatiQ memahaminya. Jika dia adalah taqdir_Mu bagiQ,
kuatkan diriQ menempuh terjal berliku
untuk meraihnya dengan izin & ridha_Mu

Ya Rahman,,, Apa pun yang aQ kumpulkan, cepat atau lambat pasti akan pergi. Harta yang Q miliki, kehormatan yang Q perjuang-kan, dan semua yang diakui sebagai milik sendiri selalu mencari jalan keluar dari genggaman.

Ibaratnya,,, arus sungai yang rindu akan lautnya.
Sekuat apapun bendungan menghadang, air akan menemukan celah untuk meneruskan tetesannya.
Atau, angin akan mengangkat mereka ke awan-awan tebal dan menjatuhkannya ke atas samudera.
Apa pun yang terjadi, semua itu akan pergi.

Jika toh mereka tak meninggalkanQ, suatu saat aQlah yang akan

meninggalkan mereka. aQ akan meninggalkan semua itu.

Karenanya,,, Q tak ingin terburu mengaku beruntung atas segunung harta atau

selangit kehormatan yang ada. Di saat semua itu pergi, tak selalu

pantas aQ meratapinya sebagai kemalangan.

Maka, tak ada yang lebih baik selain selalu bersiap melepaskan.

Bagi bendungan, tekanan arus air adalah beban berat. BagiQ, tumpukan

harta tak kalah beratnya. Maka, bila ia harus pergi, maka Q relakan kepergiannya.

Ini kan membuat hati jauh lebih lapang dan ringan

ya Allah....
hati hamba-hamba_Mu
ada diantara jari tangan_Mu.
gerak geriknya ada dalam kuasa_Mu
wahai dzat yg membolak-balikkan hati,
kukuhkan hati kami diatas agama_Mu
wahai dzat yg mengarahkan hati,
arahkan hati kami diatas ketaatan kepada_Mu & Rasul_Mu

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More