Sunday, July 10, 2011

Teruntuk pada kita semua ^

AURAT DAN JILBAB

Aku dapat artikel ini dari temanku. Kebetulan cukup detail membahas aurat perempuan, yang garis besarnya pernah aku tulis di sini. Artikel ini aku kupipes dan sedikit diedit, insya ALLOH tidak mengurangi makna yang terkandung. Aku bagi menjadi 2 bagian, agar tidak terlalu panjang. Semoga bermanfaat. :)

10/13/2001 - Arsip Fiqh
Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Wanita-wanita yang digambarkan Rasul dalam hadis di atas sekarang banyak sekali kita lihat. Bahkan itu sudah menjadi sesuatu yang mentradisi dan dianggap lumrah. Mereka adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tapi telanjang. Sebab pakaian yang mereka kenakan tak dapat menutupi apa yang ALLOH SWT perintahkan untuk ditutupi.

Budaya barat adalah penyebab fenomena ini. Sebab pakaian yang “tak layak” tersebut bukanlah merupakan budaya masyarakat Islam dan tidak pula dikenal dalam tradisi masyarakat kita. Namun itu adalah hal baru yang lantas diterima tanpa dikritisi. Tidak pula itu diuji dengan pertanyaan, bolehkah ini menurut agama, atau baikkah ini bagi kita dan pertanyaan lain yang senada. Boleh jadi karena perasaan rendah diri yang akut dan silau terhadap kemajuan barat dalam beberapa hal akhirnya banyak di antara kita yang menerima budaya barat dengan mata tertutup (atau sengaja menutup mata).

Namun di sana kita juga melihat fajar yang mulai terbit. Kesadaran untuk kembali kepada budaya kita sendiri (baca: budaya berpakaian islami) mulai tumbuh. Betapa sekarang kita banyak melihat indahnya kibaran jilbab di mana-mana. Di kampus, di sekolah, di pasar dan bahkan di terminal-terminal. Malah di beberapa negara barat (Inggris dan Jerman misalnya) muslimah-muslimah pemakai jilbab tak lagi sulit ditemukan. (tambahan dariku) Meski di Perancis malah terjadi sebaliknya, ada pelarangan penggunaan jilbab walau sudah tidak terlalu banyak perdebatan lagi.

Jelasnya saat ini sudah tak ada lagi larangan untuk mengenakan busana dan pakaian yang menutup aurat. Permasalahannya, apakah jaminan kebebasan ini kemudian segera disambut oleh para muslimah kita dengan segera kembali mengenakan pakaian takwa itu atau tidak. Yang pasti alasan dilarang oleh si ini dan si itu kini tak berlaku lagi.

AURAT WANITA DAN HUKUM MENUTUPNYA
Aurat wanita yang tak boleh terlihat di hadapan laki-laki lain (selain suami dan mahramnya) adalah seluruh anggota badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Yang menjadi dasar hal ini adalah:

1. Al-Qur’an surat Annur(24):31
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’”

Keterangan :
Ayat ini menegaskan empat hal:
a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh ALLOH SWT.

b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.

c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak. Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkan anggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab jika perhiasannya saja dilarang untuk ditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Sekarang marilah kita perhatikan penafsiran para sahabat dan ulama terhadap kata “…kecuali yang biasa nampak…” dalam ayat tersebut. Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. Begitu pula menurut ‘Atho,’ Imam Auzai dan Ibnu Abbas RA. Hanya saja beliau (Ibnu Abbas) menambahkan cincin dalam golongan ini. Ibnu Mas’ud RA. mengatakan maksud kata tersebut adalah pakaian dan jilbab. Said bin Jubair RA. mengatakan maksudnya adalah pakaian dan wajah. Dari penafsiran para sahabat dan para ulama ini jelaslah bahwa yang boleh tampak dari tubuh seorang wanita adalah wajah dan kedua telapak tangan. Selebihnya hanyalah pakaian luarnya saja.

d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan jilbab pada kepala saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tapi ujung jilbab tersebut harus dibiarkan terjuntai menutupi dada.

2. Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

Keterangan :
Hadis ini menunjukkan dua hal:
a. Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.
b. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.

Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat solat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.

Selain kedua dalil di atas masih ada dalil-dalil lain yang menegaskan akan kewajiban menutup aurat ini:
1. Dari Al-Qur’an:
a. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu melakukan tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu…” (Qs. Al-Ahzab: 33).

Keterangan:
Tabarruj adalah perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yang wajib untuk ditutup. Fenomena mengumbar aurat ini adalah merupakan perilaku jahiliyyah. Bahkan diriwayatkan bahwa ritual haji pada zaman jahiliyyah mengharuskan seseorang thawaf mengelilingi ka’bah dalam keadaan bugil tanpa memandang apakah itu lelaki atau perempuan.

Konteks ayat di atas adalah ditujukan untuk istri-istri Rasululloh SAW. Namun keumuman ayat ini mencakup seluruh wanita muslimah. Kaidah ilmu ushul fiqh mengatakan: “Yang dijadikan pedoman adalah keumuman lafadz sebuah dalil dan bukan kekhususan sebab munculnya dalil tersebut (al ibratu bi umumil lafdzi la bikhususis sabab).

b. “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Keterangan:
Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.

2. Hadis Rasululloh SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Keterangan:
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh ALLOH SWT atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi (qishas, rajam, potong tangan dll) atau azab neraka adalah dosa besar.

koREKSI ^_^
Erm...

Annur 31 : Untuk di dalam rumah dan ketika sholat
Al-ahzab 59 : Untuk di luar ruamh yaitu seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki… muka, mata, telapak tangan dan anggota yg lain nya termasuk tubuh…. jadi wajib di tutup seluruh nya… bukan sekedar berjilbab… tetapi yg sebenar nya memakai cadar/mikof dan purdah… yang seperti ini baru di nama kan full hijab… untuk lebih jelas cari buku2 mengenai masalah HIJAB… semoga dapat menggugah hati anda… aamiin… 




Memurnikan aqidah menebarkan sunnah ... Bila di amalkan  Mestilah Cantik Lagi ^_^


Wednesday, July 6, 2011

Enkau tahu bahwa kini di hati ini

Allah Enkau maha mengetahui
tak terkecuali hati yang tak jua luput dari pengetahuanMu
baik rasa yang melintas ataupun yang mendendap
dan semua itu adalah keagungan takdirMu
Enkau tahu bahwa kini di hati ini
bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku
aku jatuh cinta pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku
ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari kekuasaanMu
Oh God … what can I do …
should I keep this love
to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah
Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan
bentangkan jalan pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku
labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga keridloaanMu
kembali pada cinta …
apakah ini hanya ada dalam hatiku saja
ataukah bunga cinta juga tumbuh di hatinya
jangan-jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan saja … menyedihkan
Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
I was in a confusion
cinta oh cinta
suatu waktu ketika aku memikirkanmu
mengumpulkan data atas mereka yang bahagia dan terluka karenamu
maka berdasarkan analisis hatiku aku menyimpulkan tentangmu
engkau hanyalah perspektif waktu
dan aku tak ingin terjebak dalam relativitasmu
yang meenggelamkanku dalam hubungan linier semu
karena adanya diferensiasi yang disembunyikan dalam hati
probabilitas kebalikan sifatmu kadang tak terduga
mampu memunculkan determinasi hatiku dan hati dia nantinya
ku tak ingin hal itu menggugurkan validitas cintaku
karena hubungan yang positif dan signifikan adalah pengharapanku
ya Allahu yaa Rohmaan
Inni Audzubika Minal Hammi Wal Hazan
ya Allahu yaa rohiim irhamna
wa Inni asalukal qolbun salimun salaman
Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan
karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu
begitu susah rasa ini aku palingkan
Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian
once again
Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
????????????
?
??
??????????????????????
Allah …
JIka suatu saat nanti telah terkumpul keberanian
sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya
Kumohon … Arahkanlah hatinya untuk menerimanya
hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna
Namun jika dia menolaknya
Lewat angin …Sampaikanlah bahwa dia tak layak untukku
dan Engkau telah menyiapkan bidadari terbaik untuk diriku
yang akan engkau turunkan diantara bintang dan rembulan
Dan andai nanti dia menerimanya
maka vibrasikanlah penerimaan itu terhadap keluarganya
karena aku tak ingin cinta yang tak direstui
yang akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan kawin lari
astaghfirullahal ‘adzim
Allah … sungguh tak ada yang tahu kehendakMu
Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya
namun tidak bagi wali yang mewakili dirinya
Jika itu terjadi … hancurkanlah cinta
hancurkan rasa itu sebagaimana kau hancurkan kaum-kaum yang telah mendustakanMu
karena telah kupaksakan hati untuk mencintaimmu di atas cinta selainMu
but …
a hope in my heart
I want to meet her
in one day one heart to be forever
Ya Allah perkenankan permohonan cintaku

Bila tlah kau catatkan dia akan jadi milikku
Satukanlah hatiku dan hatinya
Titipkanlah kepada kami bahagia yang abadi
Melayari hidup ini dengan ridlomu ilahi
Namun bila tlah kau takdirkan dia bukanlah milikku
Bawa jauh dia dari pandanganku.
Lenyapkanlah kebahagiaan saat dia disisihku
Dan pelihara diriku dari kecewa hatiku.
Tenangkanlah hatiku dengan lembut cintamu
Dengan kasih sayangmu.
Agar ku merasakan indahnya karuniamu
Yang kau anugerahkan untukku.
Janganlah kau biarkan aku hidup sendirian
Membawaku di kegelapan dunia.
Maka berikanlah diriku pasangan yang beriman
Agar aku dan dia dapat
Setia tuk menyembahmu.

Monday, March 21, 2011

Di atas Sejadah Cinta

Bismillah..

Dalam Pandangan-ku
Terang Berderang Cahaya
Di Atas Sejadah Cinta ini
Tangisan sanubari pun telah terhenti
Kala suram surya memancar sinarnya
Pertemuan seindah bayangan firdausi
Menjadi dzikir kasih yang suci.

Lukisan dua jiwa menjadi satu
Terkenang detik bertemunya kau dan aku
Santun berhikmah mengingatkan diri
Hidup dan mati hanya untuk ILLAHI

Menggengam janji cinta ini
Bertemu kasih tanpa jasad
Bicara tanpa suara, hanya tulisan bahasa indah
Mengeratkan antara kita
Hinggalah ke akhirnya....

Kau kusanjung karena Perjuangan.. pengorbananmu
Bagai putri di khayangan
Ketika ku lesu hadapi hidup
Kau hembuskan nafas semangat
Penawar hati... Tenangkan Jiwa...
Di atas Sejadah Cinta

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Sebuah Puisi indah dari ana, untukmu ya ukhti Fillah...
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang Sedang Galau...


--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru


Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

FOR DA'WAH...,,,...,,, ^^

^_senyum_^

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Saturday, March 19, 2011


hati...
relakanlah segala derita ini
tempuhilah segala onak ini
andai kau yakini kan bersatu
hati...
...sungguh pun aku tewas
kerena engkaulah aku masih bertahan
kau bisikkan padaku...
inilah kebahagiaanku
inilah kehidupanku
inilah jua perjuanganku
kau sematkan kesabaran
kau kukuhkan keimanan
tatkala jiwaku dilanda kehampaan
hati...
yakinkanlah
cinta ini utk dimiliki
walau jasad ku tiada abadi
harumnya tetap hakiki.
ya ALLAH ya RABB..
walau seberat mane pn UJIAN yg hendak kau beri,
aku mohon pertolongan dr mu untuk kau kuat kn imanku,
sabarkn hati ku...
kerana aku tahu UJIAN yg dtg hanya untuk menguji
...dan balasan atas DOSA2 yg pernah aku lakukan dulu..
jika mmg salah ku,
aku bersujud pd mu memohon keampunan,
cuma jgn kau beri balasan itu pd ank2 ku atas kjahilan diri ku,
kerana mereka tdk brsalah....
mungkin dulu aku terlalu mncintainya sehingga aku lupa akan kau pmilik nyawaku,
tapi kini aku sedar..
kau telah mmbuka mata hati ku bahawa die x selamanya milik ku,
kau yg maha kekal..
ya ALLAH ya RABB..
kau berikan lah pngajaran pd MEREKA2 yg MENGANIAYA DAN MNZALIMI KU,
kerana sesungguhnya aku tiada tmpt mngadu,
hanya pd mu..
KERANA HANYA KAU MAHA MENGETAHUI APA YG ADA D DLM HATI KU...
amin...
DOA UTK MNDAPAT SUAMI YG SOLEH INSYAALAH ;)
Bismillahirrahmanirrahim..allahumma sa'khirli zaujan solihan,
yakhtibuni wayatazau wajubi,
wayakunu sahibanli,
fiddunya waljannah..
...(YA ALLAH,KAU KURNIAKNLAH AKU SORG SUAMI YG SOLEH,YG MMPU MMBIMBING KLUARGA KAMI MNUJU JANNAHMU.KAU LNDUNGILAH DIA SBAIK2NYA.KPD MU JUA AKU BSERH DN KPD MU AKU MMOHON PTUNJUK DN KEREDHAAN..AMIN YARABBAL ALAMIN)

Sunday, March 13, 2011

Ku Lepaskan Kau Dengan Senyuman


Di mana,,,

Hai-mu padaku kala itu,

saat mawar hitam terjuntai di ruangmu.

Ke mana,,,

Hai-mu malam itu,

saat kau bawa puing cintaku.

Bagaimana,,,

Senandung merdu dari dalam rasa,

yang kau titipkan pada senjakala cinta.

Dari mana,,,

Rasa ini ada, lalu kembali tiada,

kau genggam gelas kristalku tanpa rasa,

hingga segala yang tertuang di sana menjadi hampa.

Kata tanya, apakah selalu untuk bertanya?

Jika tak ada rasa, mengapa masih bertanya?

Jika rasa itu ada, kenapa juga selalu bertanya?

Sampai kapan, hidup penuh dengan tanda tanya?



mana,

kau simpan ini,

rasa galau yang milikku,

rindu dan penantian yang lalu.

Di

mana,

tersimpan itu,

wajah yang lama kucari,

dalam perjalanan dan penantian,

panjang seolah tak bertepi dan berdinding.

Di

mana,

mimpi dan rindu,

terselip dari antara hariku,

selalu menemani dalam tiap heningku,

berikan indahnya mencinta dan merindu padaku,

berikan hampir rasa aman pada tiap kelopak mawar hitamku.

Berjalan hampir tak pasti. Bersama rindu dan penantian. Menggenggam indah dan pedihnya perjalanan dan pencarian panjang


Wahai Penantianku Jangan Kau Persulitkan Aku

Kerana Di Saat Hari Itu Tiba

Usailah Penantianku Untukmu

Kerana Engkau Bukan Untukku`



~Aku Akhiri Engkau Dengan Senyuman~



Bahagiakan Dirimu Dengan Satu Isteri ~

On 25/06/2008, in BUKU: Bercinta Sampai ke Syurga, by Abu Saif

“Wah, anta dah jadi ‘Ustaz Cinta’ sekarang ini ya”, sampuk teman saya tatkala melihat poster Seminar Manual Cinta Haraki di Ipoh baru-baru ini.

Saya tersenyum.

Agak janggal dan kekok dengan title ‘Ustaz Cinta’, apatah lagi melihat banner dan bunting wajah saya seiringan dengan kalimah ‘Cinta’ di tepi-tepi jalan.

PASCA AKU TERIMA NIKAHNYA

Semenjak terbitnya buku AKU TERIMA NIKAHNYA, saya semakin dikaitkan dengan title ‘Ustaz Cinta’. Nyatanya gelaran itu tidak pernah ada di dalam bayangan dan perancangan hidup saya. Apatah lagi saya mula bercinta pada usia yang agak lewat berbanding biasa. Hanya setelah berjabat tangan di majlis nikah, cinta saya bermula. Lewat lima malah mungkin sepuluh tahun berbanding amalan biasa hari ini.

Buku Aku Terima Nikahnya itu bukan buku cinta. Ia buku tentang kehidupan. Tetapi cinta adalah manfaat dari menghayati makna kehidupan. Cinta dijadikan tema buku ini kerana kita sentiasa duduk dalam lingkungannya. Lingkungan cinta, antara ibu bapa dan anak, suami dan isteri, malah hubungan kita dengan Baginda Rasulullah SAW juga diungkap sebagai cinta. Semua itu digarap di dalam buku Aku Terima Nikahnya, bahawa ia memaksudkan sebuah kehidupan.

“Saya ada masalah dengan suami saya”, kata seorang penghantar email.

“Kami mahu bertunang, tetapi itu pun ibu bapa kami halang. Macam mana ustaz?”, rungut seorang lagi.

“Tunang saya kata, dia memang bercita-cita semenjak di Tingkatan Lima lagi mahu berpoligami. Pening kepala saya ustaz!”, luah satu lagi email yang saya terima.

Ya, semenjak penerbitan buku AKU TERIMA NIKAHNYA, kotak email saya dihujani sekurang-kurangnya dua atau tiga email sehari, khusus bertanya tentang cinta. Hingga saya tenggelam punca dan memperuntukkan sekali sebulan untuk membalas…andai ada upaya.

KESAN YANG MEMEDIHKAN

Penangan buku AKU TERIMA NIKAHNYA juga menyebabkan saya dan isteri terpaksa menyesuaikan diri dengan keadaan. Paling utama, saya berasa sungguh tidak selesa apabila berjalan di kedai, dan kemudian disapa oleh seorang perempuan. Peminat katanya.

Lebih memburukkan keadaan, apabila saya perkenalkan Ummu Saif di sebelah saya, ‘peminat’ itu sekadar senyum dan kembali mahu berbicara dengan saya. Dia seolah-olah memberitahu bahawa, “saya peminat Abu Saif, bukan Ummu Saif”.

Beberapa kali kejadian seumpama ini berlaku, ia benar-benar menjadi tamparan kepada saya dan isteri. Syukurlah dengan persefahaman yang ada, saya dan Ummu Saif selalu belajar berterus terang meluahkan apa yang terbuku di hati, agar tiada jarum patah yang tersimpan di dalam peti. Sikap sedemikian bukan sahaja tidak adil kepada Ummu Saif dan melukakan hatinya sebagai insan paling utama dalam hidup saya, malah tidak layak dengan nilai ‘malu’ yang seharusnya menjadi perhiasan kaum muslimah.

Terkini, seorang pengunjung menawarkan dirinya menjadi isteri kedua saya melalui shoutbox! Agama apakah yang adab susilanya untuk seorang perempuan berkelakuan begitu?

Justeru saya akur, bahawa cinta itu krisis besar dalam masyarakat hari ini. Sama ada ia racun yang menggilakan kewarasan, atau ubat kepada si gila untuk kembali waras.

Setinggi mana intelek seseorang, serendah mana taraf hidup seorang yang lain, kita berdepan dengan krisis yang satu ini. Lantas mungkin kerana itu, sekali saya menulis tentang cinta, saya terperangkap di dalamnya hingga terpaksa memikul stem di dahi sebagai ‘Ustaz Cinta’.

KE INDONESIA

Bila bercakap tentang Islam dan cinta, kita tidak dapat lari dari menjenguk literature berkaitan dari negara jiran sebelah. Indonesia jauh terkehadapan dalam menggarap isu Islam dan cinta melalui penghasilan buku, novel, drama, filem, lagu dan nyatakan apa sahaja.

Tetapi ada yang satu ini menambat hati saya.

Sekira-kiranya saya mahu menumpang bahu, mencari model dari negara seberang untuk check and balance saya yang dihadapkan dengan label ‘Ustaz Cinta’ ini. Syukur, kerana saya bertemu dengan seorang tokoh yang nampaknya menghampar dan melalui jalan yang banyak persamaan dengan saya, biar pun senioriti dan kedudukannya di dalam masyarakat amat jauh berbeza dari saya.

CAHYADI TAKARIAWAN

You need to have flashplayer enabled to watch this Google video

Itulah Ustadz Cahyadi Takariawan atau juga dikenali dengan nama Pak Cah.

Beliau itu ‘Ustadz Cinta’ dari negara seberang.

Bukan calang-calang orang kerana Ustadz Cahyadi adalah salah seorang daripada anggota Majlis Syura Partai Keadilan Sejahtera Indonesia (PKS). Tetapi beliau seorang yang sangat prolifik khususnya di dalam menghasilkan makalah dan buku. Tulisannya pelbagai khususnya membabitkan soal peraturan dakwah harakiyyah dan yang berkaitan dengannya.

Namun akhirnya, beliau makin terserlah dengan buku-buku, makalah dan ceramah yang berkaitan dengan CINTA.

Saya sempat membaca tentang beliau dan memasang azam untuk bertemu dengannya ketika saya ke Yogyakarta baru-baru ini. Malang sedikit, kunjungan saya ke kantor PKS Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah diatur lebih awal, tidak mendapat izin dari Allah untuk menemukan saya dengan Ustadz Cahyadi Takariawan. Beliau ada urusan yang tidak dapat dielakkan di luar kota Jogja.

Namun saya tetap bersyukur malah gembira sekali berpeluang bertemu, berbincang dan berwacana dengan rakan-rakan aktivis PKS Yogyakarta yang lain. Mereka itu kaya dengan pengalaman dan buah fikiran. Perbincangan kami banyak membantu memahamkan gerak kerja amal Islami di kedua-dua negara yang satu cita-cita ini.

DI JALAN DAKWAH AKU MENIKAH

Buku Ustadz Cahyadi Takariawan yang saya kira paling menarik berkaitan dengan cinta, malah seakan-akan buku AKU TERIMA NIKAHNYA versi Indonesia, ialah buku DI JALAN DAKWAH AKU MENIKAH.

Buku setebal 223 mukasurat ini sangat kaya dengan saranan, pesanan dan panduan berkaitan cinta dan perkahwinan, khususnya di kalangan aktivis dakwah. Bahasanya ringan dan santai, banyak diselang selikan dengan cerita untuk menyuntik unsur realiti di sisi teori dan ringkasnya, saya jatuh hati dengan keunikan buku ini. Terima kasih kepada rakan IMAN di Bandung yang telah menghadiahkan saya buku ini.

BUKU KONTROVERSI

Akan tetapi, buku yang saya cari-cari namun sukar sekali menemuinya adalah sebuah buku yang telah menggegarkan Indonesia dengan skala yang sama dengan kisah poligami Aa Gym. Buku yang saya maksudkan itu adalah buku Ustadz Cahyadi Takariawan bertajuk BAHAGIAKAN DIRIMU DENGAN SATU ISTRI!

Ya, membaca tajuknya sudah memberi indikasi yang jelas kepada kita. Ustadz Cahyadi tidak enak dengan POLIGAMI.

Buku ini telah mencetuskan kontroversi di Indonesia, khususnya di kalangan aktivis PKS sendiri, memandangkan ia ditulis oleh salah seorang pemimpin utama yang disegani. Apatah lagi amalan berpoligami itu agak biasa berlaku di kalangan aktivis PKS.

Terima kasih kepada rakan di Yogyakarta yang mengirimkan buku ini kepada saya. Setelah selesai membaca pusingan satu, saya amat berpuas hati dengan isi kandungannya.

Ternyata, Pak Cah tidak sama sekali menentang prinsip poligami. Keharusannya di dalam Islam adalah termaktub jelas dengan hikmah yang besar dan pelbagai. Lihat sahaja kematian ramai pria di Ambon, bagaimana nasib wanita dan anak-anak yang ditinggalkan? Islam merealisasikan ajarannya yang sangat fitrah dan cocok sebagai solusi ummah melalui poligami.

Tetapi bukan semua masalah secara mudah harus diselesaikan dengan memilih poligami. Inilah yang cuba diketengahkan oleh Pak Cah di dalam buku ini. Pada saya buku BAHAGIAKAN DIRIMU DENGAN SATU ISTRI ini adalah buku yang ditulis secara fenomenologi, iaitu buku yang membicarakan tentang pengalaman praktis dan bukannya idea-idea teori di dalam kitab Fiqh.

Ustadz Cahyadi menilai sirah, betapa Nabi SAW pada kebanyakan jangka usianya baginda itu tidak berpoligami. Cinta pertama baginda SAW bersama Khadijah kekal hingga ke akhir hayat tanpa menambah isteri. Poligami berlaku di fasa kemudian dalam jangkamasa hanya kira-kira sedekad sahaja dari usia Baginda SAW.

Buku ini mengupas dengan terpeinci fungsi, manfaat dan logik mengapa poligami itu mesti dipertahankan sebagai solusi yang ada di dalam Islam. Akan tetapi buku ini juga mendedahkan dengan sopan tetapi berani, bahawa jarang sekali seorang lelaki menikahi isteri kedua, ketiga atau keempatnya atas fungsi, manfaat dan logik yang ada.

SALAH GUNA POLIGAMI

Saya hanya mampu mengangguk.

Di satu sudut, poligami itu boleh menjadi sesuatu yang negatif apabila disalah guna. Seorang suami yang meletakkan poligami sebagai satu option yang sedia diguna pakainya pada bila-bila masa, tidak akan bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah yang berlaku di antara dirinya dengan isteri yang ada. Cepat sahaja pergi kepada quick fix yang ada iaitu dengan berpoligami. Seandainya masalah yang dihadapinya itu berpunca dari diri sang suami, maka beliau bukan menyelesaikan masalah dengan poligami, sebaliknya mencambahkannya pula.

Pandangan-pandangan Ustadz Cahyadi Takariawan ini sangat meributkan keadaan hingga timbul usul untuk mengharamkan buku ini malah memecatnya dari PKS! Walhal buku itu sendiri telah dihias dengan kata-kata aluan isteri pertama presiden PKS iaitu Sri Rahayu Tifatul Sembiring. Dalam erti kata yang lain, buku ini tidak bermaksud mahu melukakan hati mana-mana lelaki atau perempuan yang terlibat di dalam poligami. Tetapi Ustadz Cahyadi mahu menganalisa dan membetulkan persepsi-persepsi yang salah tentang poligami. Ketika mana poligami itu disyaratkan dengan ‘BERLAKU ADIL’, itu jugalah syarat yang paling kerap terabai hingga ramai sekali perempuan dan anak-anak yang menjadi mangsa poligami yang tidak cukup syarat ini.

Bagi seorang lelaki bertaraf Nabi, yang banyak diberi kelebihan oleh Allah, sudah cukup payah untuk mengelola perasaan dan menghadapi isteri-isterinya Baginda. Apalagi untuk lelaki biasa. Ustadz Cahyadi pun membuat konklusi bahawa, “karena kita bukan Nabi, istri kita pun bukan Aisyah, maka jangan coba-coba berpoligami” (halaman 238).

MENGAPA TIDAK BERPOLIGAMI

Tatkala poligami itu menjadi kebiasaan dalam amalan warga aktivis dakwah, Ustadz Cahyadi ketika ditanya mengapa beliau tidak berpoligami, telah menjawab:

”Jagalah istri, jangan kau sakiti. Sayangi istri, amanah Ilahi. Bila diri kian bersih, satu istri terasa lebih. Bila bisa jaga diri, tidak perlu menikah lagi. Bila suami berpoligami, dakwah akan terbebani. Demarketing menjadi-jadi, dakwah bisa dibenci….’ ‘

Teringat saya kepada cerita arwah abah tentang Nyang (moyang saya) yang berpoligami. Kerana mahu berlaku adil kepada kedua-dua isterinya, Nyang terus meminta dirinya dihantar ke rumah setiap isterinya mengikut giliran biar pun beliau ketika itu sudah amat uzur. Akhirnya Nyang menghembuskan nafasnya yang terakhir di atas kereta kuda di tengah-tengah perjalanan di antara rumah kedua-dua isteri beliau dan disempurnakan jenazahnya di kawasan berkenaan.

Mampukah saya seadil itu?

Saya tidak perlu menjawabnya kerana SAYA SUDAH BAHAGIA DAN SEMPURNA DENGAN SATU ISTERI.

Di Kutib Oleh

By : Ustadz ABU SAIF

56000 Kuala Lumpur

Sebuah renungan untuk Kita Semua..

Thursday, March 10, 2011

BerMuLa













XV UKM LDK LDM UNIVERSITY MUSLIM INDONESIA 2010-2011

Wednesday, March 2, 2011

Muslimah Sejati


Muslimah…

Jilbabmu membuat anggun dan berwibawa…

Tegar menentang arus kejam zaman

Teguh dengan prinsip ditengah kelalaian insan

Lihat… sesama jenismu di barat dan dimana-mana

Mereka ibarat barang dagangan

di pajang dan di sentuh tangan kotor

di tindas dan hanya pemuas nafsu belaka

Muslimah…

Kau terlindungi dari pandangan mata jalang

Dari debu yang mengandung beribu kuman

Dari sentuhan tangan-tangan kotor yang buas

Muslimah…

Ingatlah kisah Adam Hawa yang turun telanjang

Nabi Idris as kononnya penemu bahan pakaian

Manusia kian maju kian menutup badan
Muslimah…

Cukuplah jilbab sebagai benteng

menutupi raga dan menjaga hati

menegurmu bila kehendak binatang datang
Muslimah…

Memang jilbab terasa panas diterik matahari

Namun neraka lebih panas dari mentari dunia

Dan bukankah dunia ini ada panas dan ada dingin?

dalam dinginnya udara

jilbabmu memberi kehangatan

kehangatan iman…

kehangatan hati…

ketahuilah siapapun yang menolak jilbab

niscaya matinya tetap kan ditutup kafan
bak jilbab

tabahkan hatimu…

kuatkan imanmu…

jadikan jilbabmu lambang dari pakaian
ketaqwaanmu

tuk menghadap Ilahi rabbi

sebagai bukti tunduk patuhmu…
Ya Allah kuatkanlah kaum Muslimah kami dalam mengamalkan perintahMu
Ya Allah kuatkan kami untuk mendampingi mereka
Ya allah jadikan pakaian mereka sebabagai penegur hati mereka amiin.
kehangatan seorang muslimah sejati…
Saat ku lelah.. Mengais setiap asa dan harapan..
Ku temukan ketidak pastian..

Saat ku letih.. Mengejar ribuan mimpi-mimpi dan cita-cita..
Tp yg ku peroleh d genggaman tak sesuai keinginan..

Saat ku terseok, berpeluh.. Mendaki setiap keinginan..
Tp ku sadari aq msh bpijak d bumi..

Kembali ku kecewa..

Begitu bnyk permintaan..
Begitu bnyk harapan..
Juga bgt bnyk kekecewaan^^..

Smuanya ku gantungkan padaMu, bharap Kau memberi smua y ku pinta..
Menanti smua asa Kau jadikan nyata..

Saat Kau memberix smua yg tak ku pinta..
Ingin ku marah, menuntut, dan menghujat padaMu..

Namun, aku tak bisa..
Aku hanya bisa terdiam^, terpekur dan merenungi semua..

Dan ku dapatkan..

Hingga nafasku saat ini, semua telah Kau atur dgn demikian sempurna..
Hingga detak jantungku saat ini, smua y Kau beri adalah y terbaik dr smua pilihan yg ada.
Hingga desiran darahku saat ini, smua langkahku bgt Kau jaga..
Dan hingga setiap detik yg ku lalui kini, Kau senantiasa mengarahkanku k arah yg terindah..

Jalan menuju suatu titik yg jauh lebih indah, jauh lebih manis dr semua yg ku pinta..

Kini ku sadari..
Kau tak memberi apa yg ku pinta,
tapi Kau selalu memberi apa yg aku butuhkan..

Rabbana.. Tahukah Kau, betapa cinta dan sayangku padaMu selalu dan akan selalu bertambah..

Dan aku pun tahu, kasih dan RahmatMu padaku membumbung, melangit luasnya..

Karena ku tahu, bahwa terkadang Kau mengabulkan permohonanku dgn tidak memberikan apa y ku pinta.. Karena Kau tahu setiap petaka y tersembunyi d balik keinginanku..

Karenanya aku makin mencintaiMu

Friday, February 25, 2011

Resahku…

Banyak yang ingin kuutarakan,
Tapi aku tak punya nyali
Dan kebisuan tetap mencekam
Sedalam rasa takut menerima penolakanmu.

Dan….
Rasa takutku, maksud hatiku,
Kuutarakan pada malam
Dimana rembulan akan tetap tersenyum
Meski realita cintaku terpuruk pada ketidakpastian

Lalu…
Malam akan berbicara
Karena dia tahu aku menyayangimu
setelah itu….
Dingin akan berbisik syahdu
“Aku membutuhkan kepastian ”
Yaitu makna yang tersirat lewat tatapmu

Memoir of Somebody first time I met on 7th Sept 2007

Munajat


Maha kehidupan, kalau sungguh bagi-Mu aku dilahirkan
Bukakanlah hati, telanjangkan dada Dunia
Agar senantiasa daripadanya aku menyusu
Menghisap tenaga dari sumber-sumber yang murni.

Kupaslah Matahari dari kelopak wasangnya
Biar tak lagi berkedip dalam menatap dunia
Nyalang bagi harimau serta silau bagi gelita
Terbuka bagi asap dan bunga api waktu.

Ya Allah…..
Karena cinta Engkau meletakkan 2 malaikat di pundakku.
Dan Engkau pun berkata,
“Inilah pengasuh-pengasuhmu yang sayap-sayapnya bisa membawamu
terbang ke langit sekaligus berpijak di bumi”

Ya Allah….
Pada Muhammad Kau anugrahkan kemuliaan…….
Pada Sulaiman kau limpahkan keberadaan………….
Kau tunjukkan keindahan-Mu melalui Yusuf dan cinta kasih-Mu melalui Isa……..

Di hati kekasih sejati pun Kau tanamkan kema’rifan.
Kau jadikan bintang-bintang selalu bertasbih pada-Mu…………
Kau ciptakan pepohonan tuk berzikir pada-Mu……
Dan Engkau membuat binatang-binatang bersalawat pada-Mu.

Ya Allah……
Dalam sujudku, Ku usung berbagai harapan yang kan menenangkan batin ini.
Ya Allah….. Ya Tuhanku…….
Segala rasa dan asa ku pertautkan kepada-Mu.

Ya Allah………
Kini malam telah tiba di padang Arafah………
Dan di atas sajadah Bumi ini, di bawah mihrab langit-MU
Dengan segenap ketulusan kuserahkan kegelisahan,
pemberontakan, dan rinduku pada-Mu.

Ya Allah…..Ya Tuhanku………
Walau pun suara azan dibungkam Rumah-rumah-Mu digusur…..
Aku adalah hamba-Mu…. Yang takkan berhenti menyembah-Mu.
:Inna Shalaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘alamin……..
Aku ini adalah hamba-Mu yang takkan pernah lupa
: Sesungguhnya shalatku dan ibadahku hidupku dan matiku hanyalah bagi Allah Tuhan sekalian alam.

Ya Allah……Ya Tuhanku……..
Kapan lagi aku masuk ke arus sungai darah-Mu Jika tidak saat ini juga?????
Laut-Mu terlalu dalam untuk ku salami, tapi kelewat mengundang jika hanya ku pandang……..

Ya Allah……….Ya Tuhanku………
Aku terlalu lelah berperang melawan nafsu dan kesia-siaan…….
Yang memburuku dan mengintai dari rongga jiwaku.
Izinkan saat ini juga, aku masuk ke pori-pori tubuh-Mu,sembunyi dalam urat nadi-Mu

Agar terhindar dari segala tembakan dan tarlepas dari segala jebakan.
Izinkan pula ku minum darah-Mu tuk menjadi darahku yang kan mewarnai detak jantungku.

Bunga Dipadang Gersang


Dipadang gersang tumbuh sekuntum Bunga Mawar
Tercium semerbak harum bunga
Kau terelok akan keindahannya
Kau tak tahu bunga yang kau petik Bunga Mawar Berduri
Kau simpan dalam ruang tidurmu
Dalam setiap derap langkah dan hari-harimu
Tlah kau lalui bersama dalam suka dan duka

Tanpa praduga dan prasangka Bunga Mawar itu jatuh
Jantungmu berdegup kencang, langkah kakimu pun berhenti
Kau ambil bunga yang jatuh ketanah
Tanpa kau sadari Bunga itu tlah melukaimu

Kini jarimu lebam
Entah sampai kapankan hilang
Jarimu terluka
Hatimu pun menangis

Langkahkan kakimu! Sahabatku
Jalan Hidup masih Terbentang Luas
Lalui hari-harimu walau dengan hati terluka
Entah sampai Kapan? dan Dimana?
Kau pasti ‘kan menemukan pengganti Bunga yang tlah mati
Saat itu pula jarimu takkan merasakan sakit
Hatimu pun takkan menangis

Walau ditanah gersang sekalipun
Pastikan ada Bunga yang tumbuh
Bunga Melati
Putih, tanpa tangkai berduri

Saat itu, hati dan raut wajahmu
‘Kan kembali Ceria
Tersenyumlah Sahabatku
Karena Engkaulah bunga Terindah Di Padang Gersang . . .

Friday, February 11, 2011

Sang Arsitek Peradaban

Suatu malam yang tenang dan hening. Semua orang telah beranjak ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Menarik selimut hingga terlindungi dari hawa dingin yang melingkupi cakrawala Madinah. Namun, seorang laki-laki yang disadarkan oleh rasa tanggung jawab sebagai pemimpin menyingkap selimutnya. Dia keluar menyusuri lorong-lorong Madinah yang mencekam. Merayapi jalan-jalan yang sepi dari tapak kaki manusia.

Dia keluar seorang diri menembus kegelapan malam. Barangkali ia menjumpai musafir yang tidak menemukan tempat bermalam. Atau orang yang merintih kesakitan. Atau orang lapar yang belum menemukan sesuap makanan untuk mengganjal perutnya. Barangkali ada urusan rakyatnya yang luput dari pengawasannya. Atau mungkin ada domba yang tersesat jauh di pinggir sungai Eufrat. Allah akan menanyakannya dan menghisabnya kelak.

Jangan heran! Lelaki tersebut adalah Amirul Mukminin, Umar bin Khatthab RA.

Setelah sekian lama mengitari Madinah dan mulai merasakan lelah pada sendi-sendinya, Umar bersandar pada salah satu dinding rumah kecil di pinggiran kota Madinah. Dia beristirahat sejenak sebelum melanjutkan langkahnya menuju masjid.
Kala itu, sayup-sayup terdengar olehnya suara dua orang wanita dari dalam rumah kecil tempat ia bersandar. Percakapan seorang ibu dengan putrinya. Percakapan dimana sang putri menolak untuk mencampur susu perah dengan air putih.
Sang ibu berkata, “Campurlah susu itu dengan air!”

Sang putri menjawab, “Sesungguhnya, Amirul Mukminin telah melarang kita untuk mencampur susu dengan air. Tidakkah Ibu mendengar juru bicaranya menyampaikan larangan tersebut?”

“Umar tidak melihat kita. Dia tidak akan tahu apa yang kita lakukan di saat-saat terakhir malam ini.” Jawab ibunya.
Putrinya pun menjawab seketika, “Wahai Ibuku, walaupun Umar tidak melihat namun Tuhan Umar melihat kita. Demi Allah, saya tidak akan melakukan apa yang dilarang-Nya.”

Ucapan putri tadi menyejukkan hati Umar. Jawaban yang menggambarkan kejujuran dan keimanan.
Akhirnya Umar menikahkan putranya, Ashim, dengan gadis yang baik itu. Gadis itu bernama Ummu Ammarah binti Sufyan bin Abdullah bin Rabi’ah Ats-Tsaqafi. Kelak ia akan melahirkan dua anak gadis yang diberi nama Laila dan Hafshah. Laila kemudian dikenal dengan panggilan Ummu Ashim.

Ummu Ashim kemudian menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan, seorang gubernur Bani Marwan. Dari pernikahan yang suci ini lahirnya seorang khalifah yang mulia, Umar bin Abdul Aziz.

Umar bin Abdul Aziz yang berjuluk Khalifah Kelima adalah pemimpin yang sang bersahaja. Tingkat keimanannya tidak perlu diragukan lagi. Umar hafal Quran sejak kecil. Matanya selalu banjir air mata karena rasa takutnya pada Allah.

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, tidak ada yang menjadi mustahik. Tidak ada orang yang berhak menerima zakat. Rakyatnya hidup makmur dan sejahtera. Sementara Umar hidup sangat sederhana.

Apa yang menjadikan Umar memiliki pribadi yang begitu luar biasa? Ummu Ashim, ibunda Umar, mendidiknya sejak kecil dengan penuh kasih sayang. Mengajarkan Umar Quran dan cinta pada Allah. Ia selalu menjaga dan mengawasi putranya.
Ummu Ashim juga dikenal sebagai wanita yang sangat dermawan dan menyayangi orang-orang yang lemah. Ummu Ashim mewakili gambaran ideal tentang sosok seorang ibu. Demikian juga ibunda dari Ummu Ashim. Rasa takutnya pada Allah menjadikannya pribadi yang unggul.

Keteladanan wanita-wanita tersebut menjadi bukti vitalnya seorang ibu dalam membentuk sebuah generasi. Seorang penyair mengungkapkan bahwa ibu adalah sebuah sekolah. Apabila dipersiapkan dengan baik, berarti telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.

Tidak berlebihan tentu saja. Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Ibu bagaikan wadah yang mengajarkan dan mendidik berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan fondasi dasar –terutama dalam aspek keimanan- kepada anak dalam proses pendewasaan mental dan pematangan jiwa.

Gambaran pentingnya tugas seorang ibu tercakup dalam pernyataan yang diungkapkan oleh DR. A. Madjid Katme, Presiden Asosiasi Dokter Muslim di London dalam konferensi dunia tentang wanita di Beijing. Berikut tuturannya :

“Tugas keibuan adalah pekerjaan yang paling terhormat dan membutuhkan keterampilan di dunia ini. Dan terlaksananya tugas ini sangat penting bagi pemeliharaan dan perlindungan anak terutama di masa-masa awal pertumbuhannya. Tak ada satu jenis pekerjaan pun yang dapat merampas seorang ibu dari tugas keibuannya. Dan tak ada seorang pun yang dapat mengambil alih tugas keibuan tersebut.”

Namun, begitu banyak muslimah yang kurang bahkan tidak memahami pentingnya peran seorang ibu. Peran yang, menurut Katme, tidak bisa digantikan oleh siapapun. Menjadi ibu full time dianggap hanya ‘pekerjaan’ tidak penting. Tidak perlu sekolah yang tinggi, tidak perlu pintar untuk menjadi seorang ibu. Salah! Anda justru harus menjadi muslimah yang sangat cerdas untuk bisa memenuhi peran keibuan.

Kemuliaan peran keibuan dewasa ini pun semakin tergerus oleh serangan barat. Setelah Quran dan Sunnah Nabi, hal yang kerap kali diserang oleh para orientalis adalah wanita dan perannya dalam keluarga.

Ide-ide feminisme, kesetaraan gender, dan kebebasan wanita saat ini gencar disuarakan barat kepada umat Islam. Kita pun tahu, tidak sedikit yang terjebak untuk mencicipi racun atas nama kebebasan wanita tersebut. Akhirnya, hancurlah kemuliaan dan martabat wanita diikuti dengan runtuhnya pilar-pilar keluarga dan pendidikan anak.

Islam telah mengajarkan kemuliaan seorang ibu. Sejarah telah mencatat banyak orang hebat yang lahir dari seorang ibu yang juga hebat. Tak pernah ada cacat pada peran keibuan. Tak pernah ada cela pada predikat seorang ibu. Maka tak berlebihan bila ada ungkapan bahwa surga ada di telapak kaki ibu.

Muslimah perlu menyadari peran vitalnya sebagai seorang ibu. Ibu bukan hanya tiga huruf, I – B – U, yang begitu sederhana hingga mudah dilupakan. Ibu bukan hanya predikat sepele sehingga perannya tidak perlu dipenuhi.

Ibu adalah simpul penting sebuah sambungan peradaban. Dialah yang akan mencetak sebuah generasi. Ibu adalah tiang yang akan mengibarkan kembali bendera kejayaan Islam lewat pendidikannya terhadap keluarga. ibu, tak pernah bermakna kecil. Karena Allah lah yang menjadikannya begitu mulia.

Monday, February 7, 2011

Ayat-ayat Hijrah

kembali-hijrah-kepada-allah

Insyaallah sebentar lagi kita akan memasuki 1 Muharram 1432 Hijriyah. Artinya, kita akan memasuki tahun baru dalam kalender islam.

Saat pergantian tahun sering kita manfaatkan untuk bermuhasabah, menghitung diri, dan meletakkan landasan untuk melangkah ke depan. Pergantian tahun hijriyah juga bisa menjadi momentum untuk memaknai peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw. beserta kaum mu’minin waktu itu. Setelah 13 tahun berdakwah di Mekah penuh dengan tekanan dan siksaan, perintah Hijrah dari Allah swt. menjadi titik balik bagi islam dan kaum muslimin. Hijrah mereka ke Madinah menjadi kunci perkembangan pesat islam dan kemenangan.

Tadabbur Ayat-ayat Hijrah

Berikut ini adalah ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang bertema hijrah ataupun turun berkaitan dengan peristiwa tersebut. Semoga kita bisa mengambil manfaat, hikmah dan pelajaran dari mereka.

dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) . Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. [Al Anfaal (8): 63]

Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah. Setelah mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.

Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja. [Al Israa' (17): 76]

Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisaa' (4): 97]

Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi initempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [An Nisaa' (4): 100]

Berhijrah menuju Cahaya Allah

(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusiadari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. [Ibrahim (14): 1]

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Al Baqarah (2): 257]

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [Al Ahzab (33): 43]

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. [Ath Thalaq (65): 11

Kata Mutiara Islami tentang Cinta

mutiara islam tentang cintaKata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Sepertisabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Kata-kata mutiara tentang cinta

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Hamka

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Hamka

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.

Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.

Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.

Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.

A’idh Al-Qorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya. . .

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More