BY : MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA


″ kesedihan tak kan abadi ″
Maka tersenyumlah wahai diri …
Roda kehidupan slalu berputar ada kalanya bahagia terasa, sedih merintih dan juga airmata. Tapi taukah kamu, ada Dia yang slalu menatapmu lembut yang tau mana yang terbaik untukmu. Dia memberi apa yang engkau butuhkan bukan yang engkau inginkan.
Maka tersenyumlah wahai diri …
Semua yang terjadi juga karna kehendak-Nya, semua yang berjalan sesuai rencana-Nya. Ilmu-Nya meliputi segalanya dan kau tak mungkin menjangkaunya jadi untuk apa kau resah untuk sesuatu yang belum pasti kejadiannya. Bukankah janji-Nya itu pasti ??
Dialah Alloh Yang Maha Mengetahui
Maka tersenyumlah wahai diri …
Ada Dia yang Maha Pemberi, dan Dia memberikan kepadamu segala apa yang kau mohonkan kepada-Nya. Dan jìka kau menghitung nikmat Alloh, niscaya kau tak kan mampu menghitungnya, maka bersyukurlah
Maka tersenyumlah wahai diri …
Hidup terus berjalan meski kadang hati tak menginginkan, yang dicinta kan pergi yang didamba kan hilang, maka dekatkanlah dirimu dengan-Nya dengan Dia yang Maha Kekal
Maka tersenyumlah wahai diri …
Hamba memang rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepada-Nya. Tapi tetap gantungkan harapan dan asamu kepada-Nya Dia Yang Maha Kuasa, kau tak kan kecewa
Maka tersenyumlah wahai diri …
Ini ujian dari-Nya, dan Dia tak kan menguji hamba melebihi kemampuannya. Tapi bukankah manusia itu memang diuji tuk mengetahui mana yang paling bertaqwa kepada-Nya, maka tetaplah istiqomah
Maka tersenyumlah wahai diri …
Masih ßanyak lagi saudara"mu yang jauh lebih sakit dan menderita, slalu ada hikmah dibalik musibah slalu ada kemudahan setelah kesulitan, semua pasti indah pada waktunya. Maka bersabarlah
″ maka tersenyumlah wahai diri … semua yang terjadi akan berakhir dan kembali kepada-Nya ″
===
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
--------------------------------
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..
✿ Prinsip ABC ✿
✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru
Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
^_senyum_^

Dengan nama Allah... sebaik-baik Pemberi Ganjaran.
Namamukah yang tertulis di luh mahfuz sana?
Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?
Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?
Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.
Jawab!
Kau takkan pernah dapat memberi jawaban,
Kerna jawabannya bukan di tanganmu,
Tetapi di tangan-Nya.
Di tangan Tuhan kita; Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu.
Gelisahku memikirkan dirimu,
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,
Maafkan aku,
Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.
Jemput diriku pabila waktunya tiba,
Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia,
Akan kucipta cinta bersama Dia,
Sebelum kucipta cinta antara kita.
Jadilah dirimu kumbang yang hebat,
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar,
Untuk itu, Aku tinggalkan dirimu pada-Nya
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu,
Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya,
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.
Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,
Jika benar aku tercipta untukmu,
Tiada apa yang dapat menghalangnya,
Sebelum saat itu tiba,
Berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan,
Mohonlah padanya dengan penuh mengharap.
Yakinlah pada janji Allah!
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Surah An Nur: 26]
Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu,
Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata,
Yakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti.
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu,
Daripada yang sekarang (permulaan),
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu ,
Lalu (hati) kamu menjadi puas.
[Surah Ad dhuha: 4 & 5]
Beruntunglah kamu!
Tatkala Allah memilihmu untuk menyadari hakikat perhubungan antara lelaki dan wanita
Allah memilihmu!
Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini.
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
[Surah As Syams: 8-10]
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:
"Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;
dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu
[Surah Fussilat: 30]
Dan ketika kamu merasa lemah,
Mohonlah kekuatan dari-Nya,
Allah itu dekat,
Yakin pasti.
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,
Maka mohonlah perlindungan kepada Allah,
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Fussilat: 36]
Kamu dan aku adalah intan terpilih,
Berdoalah aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,
Berdoalah tiada sang kumbang durjana merusakkannya sebelum yang halal tiba,
Aku juga sentiasa mendoakanmu agar dalam peliharanya,
Sentiasa.
===
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
--------------------------------
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

“Ukhti, wajahmu pucat sekali.” Ucap seorang sahabat suatu kali. Dan lagi, badanku panas, katanya. Oya? Aih, sudah berhari-hari seperti ini. Namun, diri ini terus saja mengingkari jika aku memang ‘sedang tidak sehat’. Sudah berapa bulan aku tidak menyambangi tempat praktek dokter ya? Tak tahu lah. Yang jelas, aku malas jika harus berjumpa stetoskop, diukur tensinya, apalagi disodori segepok pil aneka warna untuk ditelan sebanyak tiga kali dalam seharinya. Lebih baik aku memejamkan mata, melayangkan imajinasi ke tempat yang dipenuhi dengan bunga sakura (walah!), tertidur dengan sendirinya (setelah sebelumnya berucap doa), dan ketika terbangun aku mendapati diriku sudah sehat seperti sedia kala. Namun, ternyata… tidak seperti yang aku mau. Justru… badanku semakin remuk-redam keesokan harinya. Lemas, seperti orang kehilangan berliter darah. Makan tak nafsu, tidur tak nyenyak, belajar tak bergairah. Ditambah, sakit perut yang terus menggejala, lambung yang tidak beres… Oh, ada apa denganku, ya Rabb?
Kini, hanya bisa berbaring, menatap langit-langit kamar. Lantas, bayangan-banyangan itu berkecamuk, tergambar, bergonta-ganti seumpama slide yang diputar...
*
Usiaku merangkak menuju 20. Sudah bukan remaja lagi, tentunya. Dalam rentang waktu sepanjang itu, apa yang sudah aku lakukan? Apa yang sudah aku lakukan untuk orangtuaku? Untuk saudara-saudaraku? (kontribusi untuk saudara-saudara di tanah jihad Palestina… Ah, terbersit di pikiran saja aku tidak pernah. Betapa naïf…) Untuk teman-temanku? Untuk agamaku? Bahkan, untuk diriku sendiri? Apa saja yang sudah aku lakukan? Sudahkan aku memenuhi sabda Rasulullah tercinta, ‘manusia yang baik adalah yang memberi manfaat bagi manusia yang lain’? Oh, sungguh patutlah aku dianggap tidak bersyukur jika aku tidak memenuhinya. Bahkan, hamba-hamba-Mu yang cacat itu tekun berkarya dengan keterbatasan mereka. Mengapa aku yang dikaruniai kesempurnaan jiwa dan raga hanya berdiam saja?
Ya Rabb, sungguh sedikit amalku…
Ya Rabb, sungguh banyak dosaku…
Seperti apa kelak wajah ini di hadapan-Mu, ya Rabbi? Betapa malu hamba menghadap-Mu dengan amal yang sedikit ini…
Ah, hamba memang kepunyaan-Mu, ya Rabb. Engkau boleh mengambilku sesuka-Mu, kapan pun Engkau mau. Dengan cara apa pun itu…
Namun, sisi hatiku yang lain berontak. Janganlah Kau ambil nyawaku dulu, ya Rabb. Aku masih memiliki kedua orangtua yang aku harus berbakti kepadanya. Terlebih ummi, yang di telapak kakinya Kau janjikan surga. Jangan Kau ambil nyawaku dulu, ya Rabb. Aku masih belum menyempurnakan separuh din-Mu. Biarkan aku berbakti kepada imamku kelak, kunci surgaku yang kedua. Izinkan aku melahirkan anak-anak calon shalih dan shalihah, calon mujahid dan mujahidah, calon hafidz dan hafidzah. Sebagai ladang amal buatku jika kelak aku tiada.
*
Bibirnya tergetar, namun dipaksanya, meski terbata berkata-kata. Airmata merembes perlahan, kerudungnya basah. Aku tak kuasa lagi menatapnya. Hanya menunduk dalam, lantas ikutan-ikutan meneteskan airmata. Sahabatku tak kuasa lagi membacakan kisah itu, terlebih aku. Hening. Kami sesenggukan di atas lantai keramik yang dingin, suatu pagi di pojokan masjid kampus yang asri.
“Airmata ini tak sebanding dengan airmatanya untuk kita, ukhti…” ucapnya kemudian.
Di penghujung nafas terakhirnya, ia masih sempat menunjukkan cintanya, memanggil-manggil kita, umatnya. “Ya Allah, sungguh dahsyat maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.” Kemudian, ia berbisik kepada Ali dan berpesan, “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antara kamu.”
“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seribu tebasan pedang adalah lebih ringan daripada kematian di atas tempat tidur.” (HR Ali Bin Abi Thalib).
Insan terkasih itu merasakan sakit yang maha-dahsyat, bagaimanakah dengan hamba yang hanya manusia biasa?
Lihatlah, hamba sungguh manusia biasa. Hamba masih terbata mengeja ayat-ayat-Mu. Masih tertatih merangkak menuju cahaya-Mu. Masih berusaha memahami kalam cinta-Mu. Masih…
Kemudian, sketsa itu seolah ada di kedua lensaku…
Aku berada di tengah-tengah kerumun orang. Mereka bersimbah airmata. Doa-doa dilantunkan, yaasiiin dibacakan. Tak ada lagi jilbab putih yang anggun membingkai auratku. Yang ada justru… kafan putih menyelimuti tubuh yang sudah terbujur kaku. Kemudian, aku diangkat menuju suatu tempat. Di dalam lobang itulah aku diletakkan. Tubuhku dimiringkan, adzan dikumandangkan. Setelah itu, tanah-tanah itu mulai menimbunku. Hingga… permukaan tak terlihat lagi. Aku mendengar bunyi sandal mereka menjauh, semakin jauh. Aku ditinggal sendiri di sini. Dilupakan perlahan-lahan. Semuanya hilang tak berbekas. Tiada lagi alasan untuk berbangga hati atas prestasi, piagam, tropi, atau medali… Siapakah yang akan menemaniku nanti? Seseorang yang datang dengan wajah berseri-seri, ataukah… wajah buruk-beraroma busuk?
Tidak! Tidak, ya Allah…
Aku takut, ya Rabb. Jika menjelang ajalku, aku tak lagi memegang teguh iman Islam dalam jiwaku. Aku meragu, ya Rabb. Jika bibir ini sulit berucap syahadat di penghujung nafas terakhirku. Aku berharap, Ya Rabb. Engkau akan mengundangku dengan kalimat mesra-Mu, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.”
Kau hadirkan aku ke dunia dalam keadaan fitrah, maka aku meminta kematian yang suci pula, ya Rabb. Ingin aku menghadap-Mu ketika kening ini menyentuh sajadah, dengan air wudhu yang masih menetes. Bercampur dengan airmataku. Airmata rindu perjumpaan dengan-Mu…
Senyuman tersungging di bibirku
Wangi kesturi menguar dariku
Engkau dalam pikiranku
Quran di lidahku
As-sunnah di hatiku
Sejuta malaikat menyambut
Al-jannah terbuka untukku
Jadikan aku satu
Dari para bidadari syurga-Mu
Aih, indahnya kematian itu…
Maka ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu sebagai satu-satunya cinta yang mengantarku menutup mata. Maka ya Allah, jadikanlah rinduku kepada Rasul-Mu sebagai satu-satunya rindu yang bergelora dalam jiwa hingga diputuskan nyawa. Maka ya Allah, dengan penuh damba dan cinta, kabulkanlah...
Entah besok, lusa, minggu depan, tahun depan, atau nanti.. setelah ini. Ia ada di depanku. Menghadang. Satu depa, satu jengkal, atau sepersekian millimeter dariku. Ia ada. Mengintai. Maka, bersiaplah! Bersiagalah!
Ketika kurasakan ia semakin dekat… MAUT!
Biarkan aku mengadu, wahai Rabb-ku
Meski kelu bibirku
Telah payah hamba
Menjejak di gersang dunia
Menapak jalan semu dan fana
Beribu juta laksa coba mendera
Entah… telah lelah langkah
Kucoba meghapus sisa putus asa itu
Berseru:
“Mengapa perjuangan itu pahit?”
“Karena… surga itu manis.”
Aku:
Setitik yang kecil
Sedzarrah yang kerdil
Mengaduh dalam semesta keluh
Berharap menemukan cinta-Mu
Di labirin sunyi kalbuku
Terprasasti
Di sini aku masih mendaki
Mendaki rinduku
Mendaki cintaku
Ke haribaan-Mu
===
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
--------------------------------
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..
✿ Prinsip ABC ✿
✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru
Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
^_senyum_^
Seuntai kalimat tanya tertoreh dihati,
wahai yg ku impikan apa kabarmu?
seraut wajah yang cerah tersenyum di hadapanku,
wahai yang ku nantikan kapan engkau kan datang lagi?
...
perasaan yg kemarin merajai lenaku
terasa begitu indah menyentuh qalbu
ku tau rasa yg demikian membuat hatiku renyuh
menggigil hati apabila tak bertemu melihat wajahmu
walaupun sejatinya ku tak pernah menatap rupamu
Dari kejauhan sudut hati berbisik lirih hanya DIA yang tau
Disepertiga malamNya dan setelah sujud kpdNya
tak pernah kulupakan berdoa selalu untukmu
wahai yang ku impikan...
Sepanjang masa diriku tak pernah jatuh cinta
dan sulit tuk mencintai,tetapi kini kau datang,
tetapi tak tampak lagi.
Hanya dari kejauhan ku bisa menyapamu
ku tau walaupun sesungguhnya engkau tak akan pernah tau
Cintaku dalam heningnya malam dan diamnya lisan
tak sedikitpun meluluhkan ikhlasnya hati dan tulusnya cinta
kemanisan iman yang telah dapat kurasakan
mengalahkan segalanya wahai yang ku impikan,,^__*
UNTUKMU YANG KUIMPIKAN .......MSYP
===
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
--------------------------------
=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..
✿ Prinsip ABC ✿
✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru
Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
^_senyum_^
ALLAHHUAKBAR............!!!!