Friday, February 4, 2011

Ketika Kurasakan Ia Semakin Dekat

“Ukhti, wajahmu pucat sekali.” Ucap seorang sahabat suatu kali. Dan lagi, badanku panas, katanya. Oya? Aih, sudah berhari-hari seperti ini. Namun, diri ini terus saja mengingkari jika aku memang ‘sedang tidak sehat’. Sudah berapa bulan aku tidak menyambangi tempat praktek dokter ya? Tak tahu lah. Yang jelas, aku malas jika harus berjumpa stetoskop, diukur tensinya, apalagi disodori segepok pil aneka warna untuk ditelan sebanyak tiga kali dalam seharinya. Lebih baik aku memejamkan mata, melayangkan imajinasi ke tempat yang dipenuhi dengan bunga sakura (walah!), tertidur dengan sendirinya (setelah sebelumnya berucap doa), dan ketika terbangun aku mendapati diriku sudah sehat seperti sedia kala. Namun, ternyata… tidak seperti yang aku mau. Justru… badanku semakin remuk-redam keesokan harinya. Lemas, seperti orang kehilangan berliter darah. Makan tak nafsu, tidur tak nyenyak, belajar tak bergairah. Ditambah, sakit perut yang terus menggejala, lambung yang tidak beres… Oh, ada apa denganku, ya Rabb?

Kini, hanya bisa berbaring, menatap langit-langit kamar. Lantas, bayangan-banyangan itu berkecamuk, tergambar, bergonta-ganti seumpama slide yang diputar...

*

Usiaku merangkak menuju 20. Sudah bukan remaja lagi, tentunya. Dalam rentang waktu sepanjang itu, apa yang sudah aku lakukan? Apa yang sudah aku lakukan untuk orangtuaku? Untuk saudara-saudaraku? (kontribusi untuk saudara-saudara di tanah jihad Palestina… Ah, terbersit di pikiran saja aku tidak pernah. Betapa naïf…) Untuk teman-temanku? Untuk agamaku? Bahkan, untuk diriku sendiri? Apa saja yang sudah aku lakukan? Sudahkan aku memenuhi sabda Rasulullah tercinta, ‘manusia yang baik adalah yang memberi manfaat bagi manusia yang lain’? Oh, sungguh patutlah aku dianggap tidak bersyukur jika aku tidak memenuhinya. Bahkan, hamba-hamba-Mu yang cacat itu tekun berkarya dengan keterbatasan mereka. Mengapa aku yang dikaruniai kesempurnaan jiwa dan raga hanya berdiam saja?

Ya Rabb, sungguh sedikit amalku…

Ya Rabb, sungguh banyak dosaku…

Seperti apa kelak wajah ini di hadapan-Mu, ya Rabbi? Betapa malu hamba menghadap-Mu dengan amal yang sedikit ini…

Ah, hamba memang kepunyaan-Mu, ya Rabb. Engkau boleh mengambilku sesuka-Mu, kapan pun Engkau mau. Dengan cara apa pun itu…

Namun, sisi hatiku yang lain berontak. Janganlah Kau ambil nyawaku dulu, ya Rabb. Aku masih memiliki kedua orangtua yang aku harus berbakti kepadanya. Terlebih ummi, yang di telapak kakinya Kau janjikan surga. Jangan Kau ambil nyawaku dulu, ya Rabb. Aku masih belum menyempurnakan separuh din-Mu. Biarkan aku berbakti kepada imamku kelak, kunci surgaku yang kedua. Izinkan aku melahirkan anak-anak calon shalih dan shalihah, calon mujahid dan mujahidah, calon hafidz dan hafidzah. Sebagai ladang amal buatku jika kelak aku tiada.

*

Bibirnya tergetar, namun dipaksanya, meski terbata berkata-kata. Airmata merembes perlahan, kerudungnya basah. Aku tak kuasa lagi menatapnya. Hanya menunduk dalam, lantas ikutan-ikutan meneteskan airmata. Sahabatku tak kuasa lagi membacakan kisah itu, terlebih aku. Hening. Kami sesenggukan di atas lantai keramik yang dingin, suatu pagi di pojokan masjid kampus yang asri.

“Airmata ini tak sebanding dengan airmatanya untuk kita, ukhti…” ucapnya kemudian.

Di penghujung nafas terakhirnya, ia masih sempat menunjukkan cintanya, memanggil-manggil kita, umatnya. “Ya Allah, sungguh dahsyat maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.” Kemudian, ia berbisik kepada Ali dan berpesan, “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antara kamu.”

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seribu tebasan pedang adalah lebih ringan daripada kematian di atas tempat tidur.” (HR Ali Bin Abi Thalib).

Insan terkasih itu merasakan sakit yang maha-dahsyat, bagaimanakah dengan hamba yang hanya manusia biasa?

Lihatlah, hamba sungguh manusia biasa. Hamba masih terbata mengeja ayat-ayat-Mu. Masih tertatih merangkak menuju cahaya-Mu. Masih berusaha memahami kalam cinta-Mu. Masih…

Kemudian, sketsa itu seolah ada di kedua lensaku…

Aku berada di tengah-tengah kerumun orang. Mereka bersimbah airmata. Doa-doa dilantunkan, yaasiiin dibacakan. Tak ada lagi jilbab putih yang anggun membingkai auratku. Yang ada justru… kafan putih menyelimuti tubuh yang sudah terbujur kaku. Kemudian, aku diangkat menuju suatu tempat. Di dalam lobang itulah aku diletakkan. Tubuhku dimiringkan, adzan dikumandangkan. Setelah itu, tanah-tanah itu mulai menimbunku. Hingga… permukaan tak terlihat lagi. Aku mendengar bunyi sandal mereka menjauh, semakin jauh. Aku ditinggal sendiri di sini. Dilupakan perlahan-lahan. Semuanya hilang tak berbekas. Tiada lagi alasan untuk berbangga hati atas prestasi, piagam, tropi, atau medali… Siapakah yang akan menemaniku nanti? Seseorang yang datang dengan wajah berseri-seri, ataukah… wajah buruk-beraroma busuk?

Tidak! Tidak, ya Allah…

Aku takut, ya Rabb. Jika menjelang ajalku, aku tak lagi memegang teguh iman Islam dalam jiwaku. Aku meragu, ya Rabb. Jika bibir ini sulit berucap syahadat di penghujung nafas terakhirku. Aku berharap, Ya Rabb. Engkau akan mengundangku dengan kalimat mesra-Mu, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.”

Kau hadirkan aku ke dunia dalam keadaan fitrah, maka aku meminta kematian yang suci pula, ya Rabb. Ingin aku menghadap-Mu ketika kening ini menyentuh sajadah, dengan air wudhu yang masih menetes. Bercampur dengan airmataku. Airmata rindu perjumpaan dengan-Mu…

Senyuman tersungging di bibirku

Wangi kesturi menguar dariku

Engkau dalam pikiranku

Quran di lidahku

As-sunnah di hatiku

Sejuta malaikat menyambut

Al-jannah terbuka untukku

Jadikan aku satu

Dari para bidadari syurga-Mu

Aih, indahnya kematian itu…

Maka ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu sebagai satu-satunya cinta yang mengantarku menutup mata. Maka ya Allah, jadikanlah rinduku kepada Rasul-Mu sebagai satu-satunya rindu yang bergelora dalam jiwa hingga diputuskan nyawa. Maka ya Allah, dengan penuh damba dan cinta, kabulkanlah...

Entah besok, lusa, minggu depan, tahun depan, atau nanti.. setelah ini. Ia ada di depanku. Menghadang. Satu depa, satu jengkal, atau sepersekian millimeter dariku. Ia ada. Mengintai. Maka, bersiaplah! Bersiagalah!

Ketika kurasakan ia semakin dekat… MAUT!

Biarkan aku mengadu, wahai Rabb-ku

Meski kelu bibirku

Telah payah hamba

Menjejak di gersang dunia

Menapak jalan semu dan fana

Beribu juta laksa coba mendera

Entah… telah lelah langkah

Kucoba meghapus sisa putus asa itu

Berseru:

“Mengapa perjuangan itu pahit?”

“Karena… surga itu manis.”

Aku:

Setitik yang kecil

Sedzarrah yang kerdil

Mengaduh dalam semesta keluh

Berharap menemukan cinta-Mu

Di labirin sunyi kalbuku

Terprasasti

Di sini aku masih mendaki

Mendaki rinduku

Mendaki cintaku

Ke haribaan-Mu


===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru

Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^


♥wahai yang ku impikan, apa kabarmu?♥

Seuntai kalimat tanya tertoreh dihati,

wahai yg ku impikan apa kabarmu?

seraut wajah yang cerah tersenyum di hadapanku,

wahai yang ku nantikan kapan engkau kan datang lagi?

...

perasaan yg kemarin merajai lenaku

terasa begitu indah menyentuh qalbu

ku tau rasa yg demikian membuat hatiku renyuh

menggigil hati apabila tak bertemu melihat wajahmu

walaupun sejatinya ku tak pernah menatap rupamu

Dari kejauhan sudut hati berbisik lirih hanya DIA yang tau

Disepertiga malamNya dan setelah sujud kpdNya

tak pernah kulupakan berdoa selalu untukmu

wahai yang ku impikan...

Sepanjang masa diriku tak pernah jatuh cinta

dan sulit tuk mencintai,tetapi kini kau datang,

tetapi tak tampak lagi.

Hanya dari kejauhan ku bisa menyapamu

ku tau walaupun sesungguhnya engkau tak akan pernah tau

Cintaku dalam heningnya malam dan diamnya lisan

tak sedikitpun meluluhkan ikhlasnya hati dan tulusnya cinta

kemanisan iman yang telah dapat kurasakan

mengalahkan segalanya wahai yang ku impikan,,^__*

UNTUKMU YANG KUIMPIKAN .......MSYP


===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru

Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^


Wanita Sholeha VS Bidadari Syurga

Bismillahirrahmanirrahimm....

** WANITA SH0LEHAH**


Wajahnya...

Senyumnya...

Terus terpancar dalam dirinya ...

wahai kaum hawa siapakah dirimu...??

dengan jilbab dan gamismu yang begitu menawan ...

dengan sejuta kasihmu kepada Sang Khaliq..

yang membuat kaum adam menjadi amat terkagum oleh ke elokkan dirimu...

Subhanaalloh...!!

Dia adalah seorang wanita SHOLEHAH...

dengan tutur katanya yang lembut dan bijak...

seakan kaulah makhluk Tuhan yang paling sempurna...

disetiap kau melihat seseorang yang bukan muhrimmu,,kau selalu mnjaga pandanganmu..

kaupun selalu menjaga lisanmu dengan lafadz Alloh Ta'ala...

wahai wanita sholehah...

mengapa dirimu begitu nyaman...

bila tiap didekatnya...

akan merasakan kedamaian yang dalam..

dia pun selalu menjaga kesuciannya dengan basuhan air wudhu ..

begitu lengkapkah dirimu wahai wanita sholehah...

dan begitu besarnya rasa cintamu kepada Sang Khaliq..

Sungguh ..siapa yang tak ingin kaum adam dengannya...

hanya orang bodohlah yang meremehkan wanita se-sholehah ini...!!!

Subhanaaloh...Maha Suci Alloh yang telah menciptakan dia sesempurna ini!!!

selain pintar ,,,diapun amat cantik dimata Alloh dan dimata orang yang melihatnya...!!!

Subhanaaloh walhamdulillah...!!!

----------------------------------------

-------------------------------



===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru

Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^



♥●•Ù ·˙ **Wanita Yang Buruk rupa** ˙·Ù •●♥


Seorang gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.

Dengan keheranan sang Gubernur bertanya, "Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?"

Wanita bermuka buruk itu menjawab, "Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat."

"Maksud engkau?" tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu."

Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu shalat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal."

Dengan jawaban seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.

Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempuan lusuh yang berparas jelek itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis pikir, bagaimana seorang gubernur bisa menaruh hati kepada perempuan bertampang jelek itu.

Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yg melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.Gubernur lalu bertanya, "Mengapa kau banting gelas itu?"

Tanpa takut wanita itu menjawab, Ada beberapa sebab:

Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi."

Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.

Sebab lainnya?" tanya Gubernur.Wanita itu menjawab.

"Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Alquran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan."

Gubernur kian takjub. Demikian pula paran tamunya. "Masih ada sebab lain?"

Perempuan itu mengangguk dan berkata.

"Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila dari pada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.

"Maka ketika kemudian Gubernur yang sedang menduda itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkab berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.

Wallahua'lam bishshowwab

Semoga bermanfaat


===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru

Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^


•Ù ·˙ TerimaLah dia apa Adanya :) ˙·Ù •

Hmm........Sekedar corat ~ coret.....di waKtu Luang......:D

S'moga ada manfaatnya waLaupun sediKit.....!!

@@

Jika kamu memancing ikan……

Setelah ikan itu terlekat di mata kail……

Hendaklah kamu mengambil ikan itu……

Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula kedalam air begitu sahaja…….

Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya Ketajaman mata kail kamu & mungkin ia akan MENDERITA

selagi ia masih hidup……

Begitulah juga……

Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang ……

Setelah ia mulai MENYAYANGI kamu……

Hendaklah kamu MENJAGA hatinya……

Janganlah sesekali kamu terus MENINGGALKANNYA begitu saja……

Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu……

dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia masih mengingati kamu……

Jika kamu MENADAH air biarlah berpada……

Jangan terlalu berharap pada takungannya dan menganggap ia begitu teguh……

Cukuplah sekadar untuk KEPERLUANMU sahaja……Kerana apabila ia mulai RETAK ….

tidak sukar untuk kamu menampal dan memperbaikinya semula……

Dan bukannya terus dibuang begitu sahaja……

Begitulah juga……

Jika kamu sedang memiliki seseorang….TERIMALAH dia seadanya……

Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan mengganggapkan dia begitu istimewa……

Anggaplah dia manusia biasa……Kerana apabila dia melakukan KESILAPAN ….

tidaklah sukar untuk kamu MEMAAFKANNYA dan MEMBOLEHKAN hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhir hayat

Dan bukannya MENGHUKUMNYA dan MENINGGALKAN dia begitu sahaja kerana kamu merasa terlalu kecewa dengan sikapnyaLalu semuanya akan menjadi TERHENTI begitu sahaja……

Jika kamu MEMILIKI sepinggan nasi……

Yang kamu pasti baik untuk diri kamu……

Yang MENGENYANGKAN dan BERKHASIAT ……

Mengapa kamu berlengah lagi? Cuba mencari makanan yang lain……?

Kerana terlalu ingin mengejar KELAZATAN ……

Kelak, nasi itu akan BASI sendiri dan kamu sudah tidak boleh menikmatinya lagi……

Kamu akan MENYESAL ……

Begitulah juga……Jika kamu telah bertemu dengan seorang INSAN ……Yang kamu pasti boleh membawa KEBAIKAN kepada dirimu……MENYAYANGIMU …. MENGASIHIMU ….dan MENCINTAIMU ….Mengapa kamu berlengah lagi?Cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain……?

Terlalu mengejar KESEMPURNAAN ……?

Kelak, dia akan BERJAUH HATI dan kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain……

Kamu juga yg akan MENYESAL dan tidak ada gunanya lagi……

Oleh itu janganlah kita terlalu mengejar KESEMPURNAAN

kerana ia bukanlah faktor utama KEBAHAGIAAN yang sempurna,

sedangkan jika kita boleh memaafkan KESILAPAN orang yang kita sayang

dan akur dengan KELEMAHANNYA sebagai manusia biasa serta BERSYUKUR dengan apa yang kita sudah MILIKI …

kita akan BAHAGIA, BAHAGIA dan terus BAHAGIA …itu lebih BERMAKNA !

“Begitu hidup ini tiada yang abadi yg patah Kan tumbuh yang hilang Kan berganti,

namun yang berganti tidak mungkin sama seperti yang telah pergi”

^_^

Dicatat oleh muslimah sejati ***



===

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....

--------------------------------

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas or tag semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru

Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah Keep Istiqomah wa HAMASAH Barakallahufiikum.semoga bermanfaat Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^


MencintaiMu Semampuku

سْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيمِ

MencintaiMu semampuku...........

Rabbii,Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar,yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanyameninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.

Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil diperempatan jalan,pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata,meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku.Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahman,Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawahharianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa RahiimAku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alamsemesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More